Rabu, 09 November 2011

PENUNTUN PRAKTIS MEMAHAMI FOTOGRAFI”


“PENUNTUN PRAKTIS MEMAHAMI FOTOGRAFI”

MOTTO !
            “Menurut ilmu adalah wajib bagi kaum muslimin dan muslimat”.

FOTOGRAFI PENGANTAR

Pengertian :
Potret berasal dari Bahasa Belanda. Artinya Melukis dengan cahaya.
            Port     = Melukis.
            Treat    = Cahaya.
F o t o berasal dari Bahasa Inggeris.
Photo berasal dari Bahasa Inggeris Amerika.
Photografi ialah ilmu yang mempelajari seluk beluk foto.
Alat untuk memotret di sebut Kamera, Tustel.
Jenis-Jenis Merek        : Kodak, Canon, Agfo, Cerka, dll.
Foto Seni                     : ialah kegiatan yang bergerak di bidang potret memotret.
Foto Suplay                 : ialah mensuplay perlengkapan foto, baik yang meliputi menjual
                                      dan membeli.

A. MACAM-MACAM KAMERA

1. Micro Hole Camera
Yakni kamera dengan lobang kecil. Belum ada lensa.
            Jenis kamera ini adalah kamera tertua.
2. Box Kamera
            Kamera dengan menggunakan Kotak. Jenis ini yang pertama kalinya menggunakan
Lensa.
3. Baligh Camera
            Yakni kamera yang dapat dilipat.
            NB. Jenis kamera dari nomor 1 sampai 3 tergolong kamera kuno.
4. Reflex Camera
            Yakni kamera yang berbentuk 4 persegi, dimana caranya dapat dilihat dari atas, se-
            dang lensanya terletak dibagian bawah.
            Jenis ini termasuk kamera jenis peralihan, dari yang kuno kepada yang moderen.
5. Camera Mederen (Leica Sistem)
6. Pollaroid
            Yakni Kamera yang sekaligus jadi. Dan tidak punya filem negatif. Namun hasilnya
            tidak tahan lama (gambarnya cepat kabur).
7. Camera Instamatic
            Camera ini adalah jenis kamera yang kaku, namun sangat praktis. Sebagian orang
            Menyebut sebagai kamera mainnan. Kamera ini tidak memiliki aturan Jarak, Speed
            dan diaframa. Jarak yang baik untuk kamera ini antara 1-3 meter.
8. Micro Camera
            Yakni kamera kecil. Kamera ini sering sering digunakan oleh para intel dan agen-
            agen rahasia. Bentuknya kadang seperti Korek Api, Polpin dan yang lebih
mutakhir ini kadang berbentuk kancing baju dan lain-lain.
9. Telescope Camera
            Yakni kamera dengan lensa panjang. Kamera ini dikhususkan untuk memotret jarak
            jarak jauh. Biasanya digunakan oleh para astronot dan laboratorium meteorologi dll
10. Wide Angle Camera
            Kamera yang digunakan untuk jarak dekat.
            Misalnya : Melihat pori-pori kulit, melihat darah dll.
11. Moving Camera
            Adalah Kamera yang digunakan untuk shoting filem. Kamera ini sangat mahal
            filemnya. Sebab untuk ukuran normal, setiap detiknya menghabiskan 24 filem.
            Untuk ukuran cepat 10 sampai 16 filem per detik. Untuk ukuran slow 10 sampai
            30 filem per detik.

II. MEMELIHARA KAMERA :
  1. Jangan menyimpan kamera dalam keadaan terkokang. Sebab pada umumnya kamera buatan Jepang, onderdil dan alat penagkal kokangnya adalah plastik.Tapi Kamera keluarga Jerman biasanya alat kokangnya adalah Per. Sehingga kamera Jerman biasanya lebih awet. Kelebihan kamera Jepang, pada umumnya murah harganya.
  2. Jangan membersihkan lensa dengan kain., kertas atau tangan langsung, tapi gunakanlah alat khusus pembersih lensa. Lens Cleaner atau Lens Cleaning harganya ±Rp 800 per lembar. Modelnya persis sama dengan tisyu.
  3. Lensa harus selalu ditutup dengan Filter(UV atau O). Filter merupakan kaca mata dari lensa kamera. Sehingga kalau ada kotoran, maka lensa tetap aman. Filter UV untuk filem warna. O untuk filem Hitam putih. Jika kita tidak punya Filter dan lensa di tiup. Sebab udara yang keluar mengandung uap air. Gunakanlah Sikat khusus.
  4. Jangan pula meniup bagian dalam kamera, akan menimbulkan karat dan merusak kamera.
  5. Bila kamera digunakan di Pantai, maka kamera sebelum disimpan, hendaknya dibersihkan dengan minyak lensa. Disebut Oil Lens. Harganya ± Rp 1.500,-
  6. Simpanlah kamera dalam almari yang diberi lampu 5 watt. Ini menjaga agar lensa tidak bercendawa bila kedinginan. Demikian pula lampu dapat menjaga kelembapan kamera. Dan jika lampu terlalu panas, maka bagi Kamera Jepang yang menggunakan lem akan mudah rusak. Tapi jika rumah belum punya listrik, maka gunakanlah Silica Gel atau Silicon. Biasanya setiap pembelian Kamera ada silikonnya, maka mintalah silikon itu sebagai perlengkapan kamera.

PERLENGKAPAN KAMERA :
1.      Tombol
2.      Pengekang
3.      Lensa
4.      Pengintai
5.      Watsu (tempat lampu blis) = blist lampu
6.      Rewin / mengembalikan film
7.      Diafraghma (Pengatur cahaya) panas
8.      Pengatur jarak
9.      Speed (pengatur kecepatan)
Ad. Diaframa :
            Ialah perlengkapan kamera yang mengatur banyak sedikitnya cahay masuk membakar film. Gambar :
            - Kalau angka besar                 - lobangnya kecil
            - Kalau angka kecil                 - lobangnya besar
            Kalau waktu panas gunakanlah lobang kecil \, sebab kalau yang digunakan lobang besar, maka praktis filmnya bisa terbakar, demikian sebaliknya jika waktu mendung gunakanlah lobang besar agar cahaya banyak yang masuk membakar film. Tapi jika mendung yang digunakan lobang kecil, maka gambarnya akan kabur atau gelap, sebab pembakarannya kurang.
Ukuran-Ukuran :
-          Untuk udara di luar gunakan diaframa :
22 . 16 . 11 . 8 .
            -     Untuk udara sedang gunakan diaframa :
                  5,6.   4.
            - Untuk udara/cuaca agak gelap gunakan diaframa :
                  2,8.  1,7.   1,4.
Out Dor : ialah pemotretan di luar ruangan dengan menggunakan sinar matahari langsung atau dengan sinar lampu yang kuat.
In Dor  : ialah pemotretan didalam ruangan ataupun diluar ruangan dengan sinar yang lemah.(harus menggunakan blist).

Penggunaan Diaframa untuk pemotretan Out Dor di bagi :
-          Panas
-          Sedang (mendung)
-          Hujan
1. Panas ada dua : (terbuka)
    a. Panas dipantai -- Diaframa 22.
    b. Panas Non pantai – Diaframa 16/11
2. Mendung (setengah terbuka )
     Yaitu matahari tidak langsung mengenai objeknya atau terhalang oleh awan, ini dapat
     dibagi 2.
  1. Mendung terang . misalnya dibawah pohon kelapa. Difnya : 8 / 11.
  2. Mendung gelap. Misalnya dibawah pohon beringin. Atau dihalaman rumah. Difnya: 5,6.
3. Hujan : dibagi dua macam.
       a. Hujan gerimis. Difnya : 4.
       b. Hujan lebat. Difnya : 2,8.
Jadi out dor :
-          panas terang =11.
-          Panas agak gelap = 8.
-          Hampir maghrib = 5,6.
Pengaturan diaframa untuk pemotretan in dor :
Pengaturan ditentukan oleh jarak antara fotografi dengan objeknya.
-          Semakin dekat-lobang kamera dikecilkan, berarti angkanya besar.
-          Semakin jauh-lobang kamera dibesarkan, berarti angkanya kecil.
Pengaturan diaframa biasanya sudah ada petunjuknya pada lambu blist. Tapi pada umumnya pengaturannya sbb.
            Jarak : 1      m menggunakan dif = 22.
                        1 – 2.m menggunakan dif = 16.
                        2 – 3.m menggunakan dif = 11.
                        3 – 4.m menggunakan dif = 8.
                        4 – 5.m menggunakan dif = 5,6.
                        5 - ....m menggunakan dif = 4.
Jarak 3-5 meter dengan asa 100 asal menggunakan dif 5,6 sudah dianggap bagus.
Khusus untuk ukuran pas foto biasanya menggunakan jarak 2 meter. Maka pakailah diaframa 11 dan kecepatannya 60. Back raun untuk pas foto umumnya menggunakan kain warna hijau/ abu-abu.
Jangkauan Blist hanya 10 meter.
Macam-macam blist :
1.      Blist kecil = 2 batu kekuatannya = 5 meter.
2.      Blist besar = 4 batu kekuatannya =10 meter.
3.      Blist Combin = menggunakan Accu = 20 meter.
Bedanya : Asa 100 jarak 4 m. Difnya =5,6.
                 Asa 400 jarak 4 m. Difnya =11.
            Istilah-istilah :
                        B N = Normal
                        B S  = Hampir mendekati normal
                        B W = Terlalu tipis (renggang)
                        B H  = Terlalu tebal
Ad. Pengaturan Kecepatan (speed).
Yaitu untuk mengatur kecepatan beberapa sinar membakar film.
            Pengaturan spees biasanya tergantung pada :
1.      Gerak objek/ subjek – sedang speednya 1/250.
2.      Jarak jauh, speednya rendah.
3.      Jarak dekat speednya tinggi.
Contoh : orang berlari speednya = 250.
               orang yang berdiri statis = 60.
               Orang yang berjalan/ bergerak = 125
            Untuk berwarna lokasi out dor kecepatan minium 250. Kalu BW (hitam putih) out
 dor =125. Kalau udara panas maka speednya = 500.
            Urutan-urutan speed biasanya :
            B . 1- 2 – 4 – 8 – 15 – 30 – 60 – 125 – 250 – 500 – 1000
            Kecepatan B gunanya untuk memotret objek tang tenang (statis) dengan sinar yang
            sangat minim.
            Misalnya : Patung didalam gua dengan menggunakan lampu lilin sebagai penerang,
            Maka harus menggunakan kecepatan B (F 10 detik).
            Petunjuk Speed artinya :
            B=cahaya yang membakar film lamanya 10 detik (lensa membuka selama 10 detik)
            1= lensa membuka selama 1 detik
            2= lensa membuka selama ½ detik
            4= lensa membuka selama ¼ detik
            15= lensa membuka selama 1/15 detik
125= lensa membuka selama 1/125 detik.
            Dan seterusnya.

PENGATUR JARAK
            Gunanya untuk menentukan jarak antara subjek dengan objeknya. Petunjuk jarak ini sangat menentukan karena kalu jaraknya tak tepat, maka gambarnya akan kabur, dan tak bisa diperbaiki.

Pengatur jarak pada pengaturannya .
Alat pengatur jarak ada 3 macam  (sistem)
1.      Sistem Kira-kira :
Dibutuhkan kira-kira yang wajar dan mendekati kepada kebenaran. Caranya letakkan ukuran meternya pada garis petunjuk jarak pada ba dan kamera.
2.      Sistem Patah :
Yaitu suatu cara untuk mengatur jarak dengan melihat gambar yang patah dan gambar yang tak putus. Apabila gambarnya putus berarti jaraknya tak tepat.(tak sherp).Sistim patah ini hanya digunakan untuk memotret jarak dekat. Misalnya memotret bunga anggrek dalam jarak 11 meter. Sistim patah untuk jarak jauh menggunakan sistim jelas dan kabur, kalau gambarnya kabur berarti jaraknya tidak sherp. Kalau sudah jelas berarti sudah sherp.
Camera yang menggunakan sistim patah caranya sbb :
    1. Pada pengintai ditengah-tengahnya terdapat lobang kecil (bulatan kecil).
    2. Melalui bulatan kecil tersenut kita arahkan kepada objek.
    3. Putarlah lensa kamera hingga gambar tsb. Nampak utuh atau tidak patah.
    4. Jika gambarnya sudah utuh maka jaraknya sudah sherp/tepat.
Kesimpulan :
Sebaiknya pengukuran jarak dengan sistim patah atau jelas dan kabur juga harus dicocokan dengan sistim kira-kira.
Jadi menggunakan sistim campuram.
3.      Pengaturan jarak dengan sistem gambar doble dan singgel. Caranya :
-          Melalui alat pengintai mata diarahkan ketengah-tengah pengintai yakni kaca kuning yang kabur terus menerobos mengenai objek.
-          Apabila objeknya kelihatan 2 (doble) maka, jaraknya tak tepat.
-           Apabila objeknya hanya kelihatan 1(tunggal) berarti jaraknya sudah sherp(tepat).
Jadi dengan sistim ini juga sebaiknya diimbangi dengan sistim kira-kira.
Kesimpulan ;
Kelengkapan kamera yang paling penting dan paling menentukan adalah pengaturan jarak.

BAHASA KAMERA
1. E.C.U. *Eye close up. Yakni untuk memotret bagian kecil saja.misalnya : khusus mata,
                                         gigi, telinga saja dll.
2. M.L.S. *Micle Long Short. Yakni foto ukuran ¾ badan
3. C.U.                *Cloce Up .ini untuk pas foto dll.
4.L.S.       *Long Short. Ini untuk seluruh badan dll.

Untuk ukuran jarak ini dapat dilihat pada tanda yang telah ada pada bagian kamera. Misalnya tanda m : 1.2.3.5.7.11. tanda                (jarak maksimal) atau tanda gambar :





                                                                                      Dll.
atau tanda titik  . setelah huruf terakhir berarti dua kali lipat.

F I L E M
1. Perhatikanlah setiap anda membeli film Tnggal Over Yard/tanggal masa berlaku sampai
    habisnya.
2. ukuran ketajaman film disebut asa (Amerika). Din (Jerman) dan Yis (Jepang) dllnya.
3. Ukurannya :
    Ukuran asa berbeda disebabkan oleh pengaruh tebal tipisnya emulsi pada mika film tsb.
     Misalnya :                                       emulsi
            Ini rol film :                                                                 mika film.

Untuk panas dipantai sebaiknya gunakan film asa 50/60. Panas dikota atau di gununggunakan 100/125. Kalau gelap dan didalam rumah gunakan asa 400.
MEMOTRET YANG BAIK :
  1. Jangan menantang matahari,kecuaili menggunakan (lensa Hood/cup) atau menggunakan CLY (lensa khusus).
Memotret dalam kaca/tivi.
-          Jangan pakai blis.
-          Pakai jarak 2,8.
-          Kecepatan 60.
-          Jarak ± 1 m.
  1. Harus tepat menggunakan film.
Kalau panas gunakan asa 50/60
Kalau sedang gunakan asa 100/125
Kalau gelap gunakan asa 400
  1. Tepat mengatur latar belakang (back raund)
  2. Tepat mengatur  : Jarak, Diaframa, Speed.
  3. Sesuai ukuran dan pesanan (ECU/CU/MLS/LS).
Kunci Pemotretan :
-          In Dor : dif 5,6 – jarak .2-5 m. –Speed. 60.
-          Out Dor : Panas dif .11/16. Speed 250.
          Sedang dif. 8 .Speed 250.
           Gelap dif. 5,6. Speed 125.
Pengaturan speed yang menggunakan Rona Layar, Sliter, Shuluter speednya paling tinggi menggunakan 60, sebab kalau menggunakan speed 125 gambarnya hanya kelihatan separuh. Dan kalau menggunakan speed 250 yang jadi hanya ¼ nya.
Maka speednya biasanya diberi tanda silang merah.
Jadi hasil yang paling baik bagi kamera yang menggunakan Rona Logam dan menggunakan bliz speednya 30. Untuk in dor dan menggunakan bliz gunakanlah speed 60.

MACAM-MACAM FILM :
  1. Ukurannya : Kaset, Rol, Film Shet (dipotong-potong)
  2. Kegunaanya :-Film Standar digunakan untuk memotret biasa.
          -Film orto-untuk mereproduksi.
      3.    Film Slide gunanya untuk membuat Slide (harganyanya 5 kali harga fil biasa).
      4.    Film Moving Camera-Untuk membuat gambar hidup.
             Film negative = klise film. Sedang positif = gambar jadi.

CUCI FILM :
Cuci film : ialah memproses film yang telah digunakan untuk memotret sehingga menjadi film negatif (klise).
I. Obat Cuci Film :
    Ada tiga macam : 1. Ontwiklaar.
                                 2. Stop Bed.
                                 3. Hypo.
            Keterengan :
ad.-Ontwiklaar (Obat penimbul gambar), fungsinya menimbulkan gambar dari mika film.
            - Merek-merek ontwiklaar yaitu :
            a. Micro M.F.(bagus)
            b. Minigrain (jelek) Rp 400,- per liter.
            c. Agfa
            - Cara mencampur micro M.F.
               Lihat saja pada petunjuknya.
1.      Sediakan air hangat 32oC sebanyak 500.cc/ ½ liter atau 2 ½ gelas minum.
2.      Masukkan obat bungkus kecil(warna agak coklat) kedalam air hangat kemudian diaduk-aduk sampai merata.
3.      Masukan obat bungkus berwarna putih kedalam campuran tadi. Aduk sampai merata.
4.      Kemudian ditambah air dingin 500cc lagi atau ½ liter.
5.      Bila sudah dingin (18o C) baru boleh digunakan.
Catatan :
-          Ontwiklaar mudah rusak bila kena sinar putih.
-          Mudah rusak kena suhu panas. Maka sebaiknya dimasukkan kedalam jeregen berwarna merah gelap dan diletakkan disekitar bak air.
-          Ontwiklaar merusak segala macam logam, maka tempatkan pada pelastik atau botol.
Ad. 2. Stop bad
            Campuran 1 liter air dengan1 sendok makan cuka-makan. Yang digunakan adalah
            Air dingin, dan bila tak ada cuka, maka kita gunakan saja air biasa.
Ad. 3. Hypo :
-          Mereknya : - Acifix                       - Fixer
 - Fixanol
            Acifix dan Fixer tiap 1 dos berisi 1 bungkus. Sedang Fixanol ada zat pewarnanya
            Berwarna biru. Ini gunanya hanya untuk membedakan antara ontwiklaar dan hypo
(hipo baunya seperti obat kariting rambut).
III. PROSES MENCUCI FILM :
1.      Masukan film kedalam rolnya.
2.      Film dalam rol dimasukan :
a.       Ontwiklaar = 8 menit
b.      Stopbad     = 1-3 menit
c.       Hypo         = 6 menit
3.      Dari hypo film dimasukkan pada air mengalir ± 1 jam(digoyang-goyangkan diair).
4.      Kemudian di isis (diangin-anginkan) hingga kering.
Catatan I :
      1 liter ontwiklaar biasanya untuk mencuci 15 rol.
Pengaturannya sbb.
      - 1-5 rol = 8 menit                   - 11-15 rol = 10 menit
      - 6-10 rol = 9 menit
Catatan II :
      Bila kurang lama direndam diair mengalir berakibat film mudah rusak dan bercendawan.
Catatan III :
      Film yang masih basah jangan di sentuh,sebab gampang rusak.
Catatan IV :
      Waktu mengisis jangan sampai kena debu.
IV. ALAT CUCI FILM :
1.      Rol Tank system.
2.      Tank System : - TS 2 = 1 Rol.      Tank system biasanya mereknya
      - TS 4 = 2 Rol.      Pater Son (Jerman)
                              - TS 6 = 3 Rol.
            Caranya :
                        Dari rol film yang ahli dipindahkan ke Rol Tank System (Digulung ke rol
tank system). Setelah berada di rol tank system lalu dimasukan ke Tank
system. Tank systemnya lalu ditutup.Setelah Tank System ditutup, maka
 selanjutnya dimasukkan air kedalam TS sekedar membasahi film lem. Dan
 air tsb segera dibuang. Setelah air dalam TS kosong barulah dimasukan :
1.      Ontwiklaar salema 8 menit. Sambil dikocok-kocok biar ontwiklaar
 merata pada seluruh bagian film. Setelah 8 menit baru ontwiklaarnya
di keluarkan dan diganti dengan.
2.      Stop Bad. (lamanya dalam TS 1-3 detik).Stop Bad dikeluarkan baru kemudian dimasukan
3.      Hypo. Lamanya 6 menit sampai 1 jam.
Catatan :
            Panas/suhu untuk film BW maksimal 18oC. Maka apabila udara atau air yang digunakan terasa panas lebih dari 18oC, maka lakukanlah sebaiknya pada malam hari. Dan kalau terpaksa bisa juga dilakukan siang hari, tapi dibawah Tank system harus ditaruh air es (dipiring).
           
A F  D R U U K :
Afdruuk ialah : membuat gambar yang besarnya – besar filmnya. Misalnya film 3 x 4 di
                          Buat gambarnya 3 x 4 juga.           K 1
1. Alatnya :                                                                    SK.      


                                                            K 2.
                                                            L.1.    L.2.
 Keterangan  :
Kotak berukuran 35 x 35 x 40 (tingginya 40 cm).
K 1      : kaca bening = 9 x 14cm
K 2      : kaca math glas ( burem/ susu = 34 x 34 )
L 1       : lampu putih 5 wt.
L 2       : lampu merah 5 wt.
S K      : Skak laar.

2. Obatnya :
            Obat afdruuk hampir sama dengan obat cuci film, hanya lebih pekat/kental.
            Obatnya : 1. Ontwiklaar.
                             2. Stop Bad.
                             3. Hypo.
                        Keterangan  : Merek ontwiklaar untuk afdruuk.
1.      Super brom.
2.      Super bromical.
3.      Minigrain.
4.      Agfa A 108.
5.      Fuji.
Kalau ada beli saja Agfa A 108.
-          Cara mencampurkan.
Sama seperti mencampur ontwiklaar pada cuci film.
-          Sifat.
Ontwiklaar untuk afdruuk mudah sekali rusak bila kena sinar putih/suhu panas, maka untuk itu buatlah sedikit demi sedikit sesuai keperluan.

3. Proses Afdruuk :
            1. Letakkan film pada kaca satu ( K 1 ) dengan posisi kertasnya yang mengkilap
     menghadap sinar (menghadap kebawah).
2. Diatas filem diberi masker dengan ukuran sebagai berikut :
Gambar ukuran 3 x 3 maskernya = 2 ½ x 2 ½ cm.
Gambar ukuran 3 x 4 maskernya = 2 ½ x 3 ½ cm.
Gambar ukuran 4 x 6 maskernya = 3 ½ x 5 ½ cm.dst.
            3. Letakkan kertas afdruuk diatas masker dengan posisi yang mengkilat menghadap
                sinar (ke bawah).
                ( Kertas yang mengkilat mengandung obat). Jika posisi kertasnya terbalik, maka
                tidak akan terjadi gambar.
            4. Kertas afdruuk ditekan, kemudian lampu putih dinyalakan, lamanya :
               a. B N           = 3 detik.
               b. B S           = 2 ½ detik.
               c. B W          = 8 – 12 detik.
               d. B H          = 1 detik.
               e. BEW Soft            = 1/20 detik.
               f. BEW Hard= ± 30 detik.
            5. Setelah disinari dengan sinar putih kertas afdruuk di proses sebagai berikut :
               a. Masuk ontwiklaar, lamanya sampai gambarnya nampak jelas.
               b. Masuk ke Stop Bad lamanya 1-3 detik.
               c. Masuk ke hypo ± 7 menit – 1 jam.
               d. Masuk ke air mengalir 6 s/d 12 jam.
               e. Kemudian diisis dan dipotong menurut selera.

HASIL PEMOTRETAN :
ADA 6 MACAM : 1. B N. Yaitu pemotretan yang serba normal. Misalnya :
                                    - Panas terik dan terbuka.; 16-250.
                                    - Di bawah pohon = dif 5,6. speed 250.
                                2. B S. Yaitu hasil pemotretan mendekati normal. Misalnya :
                                    - Di bawah pohon beringin 8/22 – 250.
                                    - digubuk = 16/22 – 250.
                                3. B W. Hasil pemotretan dengan kebanyakan sinar, karena lubang
                                    kamera dibuka terlalu besar. Misalnya :-Panas terik – dif. 5,6 – 250.
                                    Untuk jadi BN = 16.- 250.
                                4. B H. Hasil pemotretan kurang sinar. Misalnya : Dibawah pohon dif.
                                    16-250. Untuk jadi BN = 5,6. speed 250.
                                5. BEW Soft. Yakni hasil pemotretan sangat kurang sinar, karena
                                    lubang dif  terlalu kecil. Misalnya : Dalam kamar tanpa bliz = 16-
                                    250.
                                6. BEW Hard. Yakni pemotretan terlalu banyak sinar. Misalnya :
                                    - Panas terik terbuka = 2,6 – 250. Untuk BNnya = 16.-250.

KERTAS AFDRUUK :
Macam-macam kertas afdruuk :
1.      Ditinjau dari kondisinya ada 6 macam.
a. B N.       b. B S.             c. B W.            d. B H.                        e. BEW Soft.
f. BEW Hard.
            2.   Ditinjau dari permukaan kertas ada 3 macam :
                  a. Gilap dengan kode 111.
                 b. Kulit jeruk (SM) kode 119.
                 c. Doft / lenen Kode 117.
CARA MEMASANG FILEM :
Ada 3 macam  : 1. dengan Q L.
                          2. dengan Kait.
                          3. dengan Lubang.
KEGUNAAN KERTAS AFDRUUK :
  1. Kertas Gilap untuk :
a. Foto news (fotonya horisontal).
            Misalnya : pada TV, Mas Media, dll.
b. Monster (Foto untuk contoh )mis. Iklan dll.
            Misalnya : Anggrek, Sepatu, Pot bunga dll.
  1. Kertas S M (Kulit jeruk) kode 119.
- Untuk mencetak gambar orng yang rombongan mis. 6 – 10 orang.
      3. Kertas Doft/Lenin (117).
            - Untuk pas foto.
Catatan :
            - Untuk membeli kertas harus diketahui :
               Merek, Suasana, Permukaan (111.117.119)
            - Merek kertas afdruuk.
               Zunow, Agfa, Orwo, Fuji, Tura, Ero.
            - Masker dapat dibuat dari kertas manila berwarna : hitam, biru, merah.
            - Suasana ( BN. BS. BW. BH. dll )
            - Merek kertas yang baik ialah Agfa.
            - Untuk bisnis gunakan saja Zunow. BN 117.
            - Untuk memotong kertas sebaiknya pakailah benang (benang bulgur).
            - Pada kertas afdruuk yang mengkilap mengandung obat.
            - Pada film yang mengkilap tidak mengandung obat. Untuk memegang film
               peganglah bagian yang mengkilap ini.
            - Untuk memptret Penganten gunakanlah film yang Asa 400.
            - Self timer = memotret sendiri bukan dengan camera otomatis.
FERGOOT : (FEKRUT
                        Ialah membesarkan gambar lebih besar dari pada filemnya atau
mengecilkan gambar dari pada filmnya.
ALATNYA : 1. Tiang penyanggah.
                       2. Engsel naik turun.
                       3. Lensa Besar.
    


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar