Rabu, 09 November 2011

Reciprocal Relationship between Education and Information Technology


Hubungan Timbal Balik antara Pendidikan dan Teknologi Informatika
(Reciprocal Relationship between Education and Information Technology)
Oleh:
Bambang Purnomo

KATA PENGANTAR


            Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyusun makalah ini.
             Makalah ini berupa pembahasan mengenai E-Learning.  Makalah ini disusun  dalam rangka untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Informatika dan Komputer (TIK) program pasca sarjana, program studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.
            Pembahasan dalam makalah ini penulis ambilkan dari berbagai sumber antara lain: buku-buku yang disarankan dan buku-buku lain, paparan dari Profesor Dr. Supriyoko, S.D.U., M.Pd. dan materi-materi dari hasil unduhan di media internet.
            Penulis menyadari bahwa  tersusunnya karya tulis ini atas bantuan berbagai pihak dan masih sangat sederhana, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu dalam penulisan karya tulis ini dan semoga semua amal baik mereka menjadikan pahala dihadapan Allah Swt. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan guna penyempurnaan.
            Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ini barmanfaat dan dapat memenuhi tugas dalam menempuh mata kuliah Teknologi Informatika dan Komputer (TIK).


SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER

Mata Kuliah    :  TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER
Prog. Studi      :  PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN (PEP)
Program           :  MAGISTER KEPENDIDIKAN
Semester          :  SMT-2
W a k t u         :  7 HARI
S i f a t                   :  TAKE HOME EXAMINATION
Dosen              :  PROF. DR. KI SUPRIYOKO, S.D.U., M.PD.



SOAL:

Penerapan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia semakin sulit dihindarkan. Cepat atau lambat teknologi informasi dan komunikasi harus diterapkan di sekolah dan perguruan tinggi. Pertanyaannya adalah sbb:

1.      Sebutkan aspek positif dan negatif penerapan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia; dan seberapa mendesakkah penerapan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.
2.      Jelaskan konsep Saudara untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia dengan mengingat kondisi objektif yang ada.

        

KETERANGAN:
1.      Mahasiswa diminta menjawab soal sesuai dengan latar belakang tempat kerjanya
2.      Soal ini diberikan tgl 27 Januari 2011 dan jawaban dikumpulkan pada saat UAS (tgl
         4  Februari 2011)












JAWABAN SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER


Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Khususnya Internet, di Sekolah-Sekolah di Indonesia

Oleh: Bambang Purnomo

1.Sebutkan aspek positif dan negatif penerapan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia; dan seberapa mendesakkah penerapan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Jawaban:

     Sebelum menjawab pertanyaan tersebut diatas saya berikan ilustrasi pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), khususnya Internet, kepada sekolah-sekolah di Indonesia yang memberikan dampak kemajuan seperti yang terlihat pada gambar 1 di bawah ini:

KE
MA
JU
AN
POSITIF


           
T
I
K
SE
KO
LAH


NEGATIF









Gambar 1: Diagram  pengaruh TIK pada sekolah di Indonesia yang memberikan kemajuan tetapi memberikan  dampak positif dan negatif
           
Dari gambar 2 diatas diilustrasikan bahwa  Teknologi Informasi dan Komunikasi mempengaruhi kemajuan pada sekolah-sekolah di Indonesia dan telah menghasilkan kemajuan-kemajuan tetapi kemajuan itu bagai pedang bermata dua, satu ujungnya berdampak positif dan ujung yang lainnya  memberi ekses yang negatif. Hal ini terjadi tergantung bagaimana kemajuan tersebut disikapi oleh masing-masing individu di setiap tempat, saat dan kesempatan. Kalau kemajuan dimanfaatkan pada hal yang positif maka, akan positiflah dan bermanfaat kemajuan tersebut bagi pengguna dan kita semua. Tetapi jika kemajuan dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif maka, akan negatif dan mudhlorot-lah yang timbul. Kita dihadapkan kepada keduanya, mau memilih jalan yang lurus dan positif atau jalan bengkok berliku yang negatif.
Berikut aspek positif dan negatif dari penerapan teknologi informasi dan komunikasi, khusunya internet di sekolah-sekolah di Indonesia seperti dalam  tabel 1 di bawah ini:

ASPEK
POSITIF
NEGATIF
1. Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.


2. Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.



3. Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.
4. Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar/siswa.

5. Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran.

6. Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line.
Dengan tidak terbatasnya ruang, waktu dan materi yang ada maka memungkinkan sekali sebagian siswa mengakses hal-hal yang tidak mendidik misalnya: situs porno, game yang bersifat kekeras dn game-game yang dapat melalaikan belajar.

2. Dengan tidak adanya batasan waktu maka memungkinkan sebagian siswa lalai memanfaatkan waktu belajar, bermain, istirahat dan bekerja.



3. Sebagian siswa yang rendah motivasi belajarannya memilih topik-topik game atau situs yang mereka senangi.

4. Waktu untuk belajar pada sebagian siswa terpakai oleh kesenangan siswa yang kurang motivasinnya

5. Banyak juga perkembangan hal-hal yang baru sifatnya tidak mendidik

6. Gamepun sekarang juga bisa interaktif bahkan dapat digunakan untuk berjudi bagi sebagian siswa yang bermotivasi belajar rendah dan untuk memamtau anak-anak yang seperti tersebut sudah pandai berbohong dan belum memahami arti pentingnya belajar untuk kepentingan mereka.


            Sebenarnya, dengan berkembang-pesatnya arus globalisasi dan persaingan global kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, sudah sangat mendesak untuk diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, tetapi karena luasnya wilayah dengan penduduk yang besar dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang situasi dan kondisi masing-masing wilayah berbeda-beda dan sangat beragam. Dengan kondisi yang demikian maka faktor pendukung terhadap terselenggaranya jaringan internet masih menjumpai hambatan. Hambatan-hambatan itu antara lain: ada sekolah di daerah yang belum terdapat jaringan listrik, kemampuan pemerintah yang belum dapat mengembangkan internet di setiap sekolah din Indonesia berkaitan dengan biaya untuk pengadaannnya sangatlah terbatas, peran serta masyarakat yang sebagian wilayah masih rendah sehingga pengembangan sekolah juga menjumpai hambatan, sumber daya pendidik yang belum dimiliki oleh setiap sekolah di Indonesia, belum semua wilayah di Indonesia mendapatkan sarana dan prasarana jaringan internet, ada sebagian kelompok yang memandang bahwa internet belum menjadi kebutuhan pokok dalam hidupnya dan ada sebagian kelompok yang memandang teknologi tersebut haram Karena adanya kandungan hal-hal yang bersifat pornografi, pornoaksi dan pornovoisasi. Hal-hal yang tersebut diatas yang menghambat terhadap pengembangan internet disabagian sekolah-sekolah di Indonesia.


2. Jelaskan konsep Saudara untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia dengan mengingat kondisi objektif yang ada.

Jawaban:
     Konsep untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet , yang dilakukan di sekolah yang saya pimpin (Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kabupaten Kebumen) antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Konsep untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, pada awalnya disosialisasikan kepada seluruh unsur yang terkait dengan institusi antara lain, para guru, karyawan, majelis sekolah, para siswa dan orang tua siswa.
2.      Dimasukan sebagai salah satu program prioritas pengembangan sekolah dalam hal ini pengembangan TIK.
3.      Mencari alternatif pembiayaan yang memungkinkan dapat mendukung tentang pengemnbangan tersebut, antara lain, usulan kepada pemerintah, usulan kepada orang tua siswa dan kepada sejumlah stake holder peduli pendidikan yang memuungkinkan untuk memerikan bantuan pendanaan tersebut.
4.      Karena biaya yang cukup besar maka pengembangan dalam hal ini memerlukan tahapan-tahapan antara lain, pengadaan jaringan listrik, pengadaan komputer atau laptop dengan specifikasi yang dapat digunakan untuk mengakses jaringan internet, pengadaan modem dan atau hot spot untuk mengembangkan efektifitas penggunaannya.
5.      Pengadaan komputer tersebut juga dilakukan melalui pertahapan untuk menuju kondisi ideal misalnya pentahapan tersebut dari pengadaan 8 komputer sehingga misalnya jumlah siswa dalam rombongan belajar sebanyak 40 siswa, 1 komputer untuk 5 siswa, berikutnya 12 komputer sehingga 1 komputer untuk 3 siswa, selanjutnya 20 komputer sehingga 1 komputer untuk 2 siswa, sampai 40 komputer sehingga satu siswa dapat mengunakan 1 komputer.
6.      Secara bertahap sekolah juga untuk mengadakan laptop untuk media pembelajaran guru sebagai sarana akses internet yang lebih efektif dibanding komputer duduk serta setiap ruang untuk dilengkapi dengan LCD proyektor untuk sarana media  visual yang cukup baik dan efektif.











            Ilustrasi hubungan timbal balik antara teknologi informatika mempengaruhi pendidikan, sebaliknya pendidikan mempengaruhi teknologi informatika. Adapun diagram hubungan dapat digambarkan seperti pada gambar 1 di bawah ini:







TIK
SEKOLAH DAN PT


RECIPROCAL RELATIONSHIP








Gambar 1: Diagram hubungan timbal-balik (reciprocal relationship) antara teknologi infirmatika mempengaruhi pendidikan dan sebaliknya pendidikan mempengaruhi teknologi informatika.

            Dari gambar 1 diatas dapat dijelaskan bahwa teknologi informasi yang selama ini berkembang adalah buah hasil pendidikan, sebaliknya pendidikan dapat maju dengan pesat karena dipengaruhi oleh teknologi yang ada dan berkembang sperti teknologi informtika seperti sekarang ini. Jadi keduanya saling mendukung dan saling mempengaruhi baik dilihat dari dampak positif maupun dampak negatif karena perkembangan keduanya.
            Dari berkembang teknologi informatika dan komputer dewasa ini membawa dampak yang luar biasa terhadap dunia pendidikan. Pembelajaran konvensional mengartikan bahwa pembelajaran terjadi jika ada guru memberi ceramah didepan murid, di dalam kelas yang dibatasi oleh ruang kelas, ada kursi, meja, papan tulis, kapur dan buku-buku pegangan guru mapun buku siswa. Dewasa ini pembelajaran dapat dilakukan tidak harus di kelas formalseperti di sekolah-sekolah akan tetapi pembelajaran dapat dilakukan melalui belajar jarak jauh, belajar melalui media CD pembelajaran, pembelajaran dilakukan dengan media televisi, internet maupun e-learning.
            Dengan demikian berkembangnya pendidikan yang berkualitas mempengaruhi juga kecepatan berkembangnya teknologi informatika sehingga pembelajaran modern diciptakan untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas pembelajaran yang berlangsung juga sekaligus pendidikan untuk mempelajarai dan mengembangkan teknologi informatika secara terus-menerus dan berkesinambungan. Jadi keduanya sudah tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainya karena keduanya sangat memiliki hubungan yang sangat erat untuk saling mempengaruhi dan untuk saling dipengaruhi.

POSITIF
Teknologi Informatika
+
Pendidikan


Kemajuan
NEGATIF







Gambar 2: Diagram  dampak kemajuan yang muncul akibat kemajuan teknologi informatika dan pendidikan atau sebaliknya akibat kemajuan pendidikan dan teknologi informatika.

           
Dari gambar 2 diatas diilustrasikan bahwa teknologi informatika dan pendidikan telah menghasilkan kemajuan-kemajuan atas keduanya tetapi kemajuan itu bagai setali dua uang, di sebelah berdampak positif dan sebelahnya lagi member ekses yang negatif. Hal ini terjadi tergantung bagaimana kemajuan tersebut disikapi oleh masing-masing individu di setiap tempat, saat dan kesempatan. Kalau kemajuan dimanfaatkan pada hal yang positif maka, akan positiflah dan bermanfaat kemajuan tersebut bagi pengguna dan kita semua. Tetapi jika kemajuan dimanfaatkan untuk hal-hal yang negative maka, akan negatif dan mudhlorot-lah yang timbul. Kita dihadapkan kepada keduanya, mau memilih jalan yang lurus dan positif atau jalan bengkok berliku yang negatif.
Demikian berikut dijelaskan beberapa kemajuan dari teknologi informatika dan pendidikan:

1. Pendidikan jarak Jauh "On-Line"
Pendidikan adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas SDM. Karena itu, kualitas pendidikan pada semua jenjang dan jenis harus ditingkatkan. Kendati keadaan perekonomian kita saat ini sedang dilanda krisis dan resesi, tetapi sektor pendidikan harus tetap mendapat prioritas. Sebab, kalau tidak, kualitas SDM semakin terpuruk, yang pada gilirannya membuat bangsa kita semakin tertinggal. Memang tepat apa yang ditayangkan dalam layanan iklan sosial di televisi bahwa kita harus tetap sekolah meskipun keadaan sangat sulit.
Untuk mengenyam pendidikan, terutama jenjang pendidikan menengah dan tinggi tidak selalu harus pergi ke sekolah atau kampus, yang berdaya tampung sangat terbatas. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan pemanfaatan jaringan internet maupun intranet, dimungkinkan untuk bisa memperoleh pendidikan jarak jauh. Atau, apa yang disebut dengan pendidikan jarak jauh on-line, seperti dilakukan negara-negara maju. Apa lagi Indonesia merupakan negara yang terdiri atas beribu-ribu pulau dengan jumlah populasi penduduk yang sangat banyak, sangat tepat untuk menjalankan pendidikan jarak jauh on-line.
Masyarakat yang berada di Irian Jaya atau Timor Timur tidak usah jauh-jauh datang ke Jakarta hanya untuk mendapatkan pendidikan. Mereka cukup duduk di depan komputer dan dengan jari-jari bisa belajar dengan membuka internet. Dunia pendidikan, ilmu pengetahuan dan berbagai sumber informasi ada di ujung jari.
Keunggulan Dan Kelemahan

Pendidikan jarak jauh on-line melalui internet ini sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia. Mengingat luas Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan jumlah penduduk yang sangat banyak, tidak mungkin tertampung di sekolah atau universitas yang sudah ada sekali pun. Dengan sarana pendidikan seperti ini dimungkinkan pencapaian upaya pemerataan distribusi pendidikan ke seluruh wilayah Tanah Air.
Sarana pendidikan jarak jauh ini memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan. Sebagaimana dikemukakan Victor L. Magdaraog, Vice President SGV-Development Dimension International dalam seminar On-Line Learning yang diselenggarakan STMB dan PT Telkom di Bandung baru-baru ini.
Beberapa keunggulan program pembelajaran jarak jauh on-line ini adalah pertama, dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru Tanah Air dengan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas, karena tidak memerlukan ruang kelas. Guru dan murid tidak perlu bertatap muka secara langsung dalam ruang kelas, karena yang digunakan adalah fasilitas komputer yang dihubungkan dengan internet atau intranet. Sehingga, dengan belajar seperti ini akan mengurangi biaya operasional pendidikan, seperti biaya pembangunan dan pemeliharaan gedung, transportasi, pemondokan, kertas, alat tulis dan sebagainya.
Kedua, tidak terbatas oleh waktu. Pembelajar dapat menentukan kapan saja waktu untuk belajar, sesuai dengan ketersediaan waktu masing-masing. Proses pembelajaran ini sangat cocok diterapkan bagi karyawan/pegawai. Proses pendidikan tidak perlu mengganggu waktu bekerja mereka. Sehingga, karyawan/pegawai masih tetap berkontribusi bagi perusahaan tempat mereka bekerja.
Ketiga, pembelajar dapat memilih topik atau bahan ajar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing. Hal ini sangat baik karena dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Seperti diyakini kaum pendidik, bahwa pembelajar akan sangat efektif manakala sesuai dengan keinginan dan kebutuhan peserta didik.
Keempat, lama waktu belajar juga bergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar. Kalau si pembelajar telah mencapai tujuan pembelajaran, ia dapat menghentikannya. Sebaliknya, apabila si pembelajar masih memerlukan waktu untuk mengulangi kembali subjek pembelajarananya, dia bisa langsung mengulanginya tanpa tergantung pada pembelajar lain atau pengajar.
Kelima adalah keakuratan dan kekinian materi pembelajaran. Mengingat, materi pembelajaran disimpan dalam komputer, berarti materi itu mudah diperbarui sesuai dengan perkembangan iptek. Kaum pembelajar dapat menanyakan hal-hal yang kurang dipahami secara langsung kepada pengajar, sehingga keakuratan jawaban dapat terjamin.
Keenam, pembelajar jarak jauh ini dapat dilaksanakan secara interaktif, sehingga menarik perhatian pembelajar.
Selain keunggulan-keunggulan tersebut, ada beberapa kelemahan yang mungkin timbul dalam sistem belajar jarak jauh on-line ini. Pertama, tingginya kemungkinan gangguan belajar. Karena sifat cara pendidikan jarak jauh ini merupakan belajar mandiri, sehingga kemungkinan terjadi gangguan selama belajar sangat mungkin, hal ini bergantung pada motivasi masing-masing pembelajar. Demikian pula dengan kemungkinan terhentinya program pembelajaran.
Kedua, kesulitan mendapat penjelasan pengajar/fasilitator yang sesegera mungkin apabila si pembelajar mendapatkan kesulitan. Si pembelajar harus menunggu pengajar untuk membuka internetnya.
Ketiga, adalah pemahaman pembelajar terhadap bahan ajar. Bisa saja terjadi kesalahan visi dan persepsi terhadap tujuan yang ditentukan. Si pembelajar merasa bahwa dia telah mencapai tujuan pembelajaran; sedangkan pengajar/fasilitator masih menganggap belum tercapai sepenuhnya. Tetapi, kesalahan visi dan persepsi ini dapat ditanggulangi, karena setiap akhir paket pembelajaran diadakan evaluasi dan refleksi.oek dan Kendala
Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan tersebar di berbagai wilayah Nusantara, serta keterbatasan daya tampung sekolah dan lembaga pendidikan lain, sehingga tidak mungkin dapat menampung semua sumber daya yang ingin belajar. Prospek pendidikan jarak jauh on-line merupakan suatu alternatif yang cukup cerah. Selain itu, perkembangan masa depan telekomunikasi Indonesia sangat mendukung terciptanya fasilitas untuk pembelajaran jarak jauh on-line ini.
Menurut perhitungan Hexindo Consult, jumlah pelanggan internet di Indonesia sampai akhir 1997 berjumlah 50.000. Sedangkan jumlah perusahaan penyelenggara jasa internet atau internet service provider yang berizin sebanyak 44 perusahaan walaupun yang aktif berjumlah 33 (SWA, edisi 17-30 September 1998). Munculnya bisnis berbagai tempat akses internet umum menunjukkan betapa besar dan antusias masyarakat terhadap jasa internet. Hal ini menunjukkan perkembangan yang cukup cerah terhadap daya dukung terciptanya pendidikan jarak jauh on-line.
Sektor telekomunikasi Indonesia pada abad ke-21 meluncurkan program Nusantara 21 yang bertujuan mengembangkan archipelago super lane dan mengembangkan nusantara multimedia community access centers untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat. Program ini menggabungkan seluruh sistem jaringan telekomunikasi, yaitu satelit, kabel serat optik, seluler, TV kabel, dan broadcast dalam satu konfigurasi jaringan. Jaringan ini terkoneksi langsung dengan jaringan internasional yang berkoneksi secara superhighway (SWA, edisi 17-30 September 1998). Program ini sangat mendukung terciptanya program pembelajaran jarak jauh on-line, karena akan memudahkan masyarakat untuk mengakses program pendidikan yang didistribusikan melalui jaringan internet.
Namun demikian, ada beberapa kendala penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh on-line ini. Pertama, pengguna jasa internet masih sedikit. Meskipun bisnis internet sudah cukup berkembang pesat, tetapi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa, itu berarti dapat dikatakan jumlah 50.000 pelanggan masih sangat sedikit.
Kedua, jumlah perusahaan internet service provider juga dirasakan masih kurang, sehingga saat ini masih banyak perusahaan internet service provider yang bandwidth-nya sudah penuh sesak. Hal ini akan menghambat terjadinya proses pembelajaran jarak jauh on-line.
Ketiga, mengubah paradigma pendidikan konvensional tatap muka dalam kelas menjadi belajar mandiri dalam menghadapi komputer tidaklah mudah. Hal ini memerlukan proses pengedukasian masyarakat secara terus-menerus.
Keempat, harga perangkat komputer masih dirasakan sangat mahal. Meksipun ada beberapa kelemahan dalam sistem pembelajaran jarak jauh on-line dan kendala dalam penyelenggaraannya, tetapi mengingat keunggulan dan prospek penyelenggaraan ke depan serta untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat secara luas, -- terutama bagi mereka yang tidak tertampung dalam ruang belajar di kelas, atau masyarakat yang masih jauh dari pusat pendidikan -- program itu perlu bagi penyelenggara pendidikan untuk menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh on-line ini.
Penyelenggara pendidikan harus sudah memulai memikirkan kembali isi (content) dalam proses pembelajaran jarak jauh on-line secara tepat. Kiranya dengan acara belajar jarak jauh on-line ini cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mengangkat harkat dan martabat bangsa secara keseluruhan dapat tercapai.
Manusia Indonesia di mana pun berada tetap eksis menjadi yang berkualitas unggul, tangguh, kreatif dan berdaya saing tinggi. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, bukan hanya karena jumlah penduduknya melainkan karena ditopang oleh sistem pendidikan yang berkualitas.


2. E-Learning/ PembelajaranElektronik

Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.


Plus Minus E-learning

Seperti Sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.

Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents writer", designer e-learning dan pemrogram komputer.

Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah :

1. melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir
2. mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya
3. mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.


Sejarah dan Perkembangan E-learning

E-pembelajaran atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut:
(1) Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.

(2) Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.

(3) Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.

(4) Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

3. Pengembangan bahan ajar berbasis web
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat pesat, menurut catatan www.internetworldstats.com/ saat ini ada satu milyard pengguna internet di dunia. Penetrasi internet di Asia adalah 10%, sedangkan di Amerika mencapai 67%. Indonesia menduduki urutan ke 13 pengguna internet dunia dengan jumlah pengguna internet tahun 2006, sebanyak 18 juta orang. Angka itu mencapai 10 kali lebih besar dibanding lima tahun lalu. Tidak berlebihan apabila ada yang mengatakan bahwa TIK membawa gelombang baru menuju perubahan besar dalam sejarah kebudayaan manusia.

Tinsiri memberi perumpamaan yang sangat baik dalam menghadapi perkembangan TIK. Ia mengatakan, apabila TIK tersebut diibaratkan arus badai, maka setidak-tidaknya ada tiga kemungkinan sikap kita menghadapinya, yaitu mencoba bertahan melawan arus, hanyut terbawa arus, atau memanfaatkan arus. Dalam perumpamaan ini, sikap yang paling tepat adalah yang terakhir, memanfaatkan arus sebagai sumber energi. Demikian pula dalam dunia pendidikan. Arus TIK telah masuk ke dunia pendidikan. Hadirnya TIK di sekolah, di ruang kelas, di rumah, bahkan di kamar tidur siswa, tidak lagi dapat dibendung. Hadirnya TIK bukan lagi sebuah pilihan, kita memilih ataupun tidak, era TIK telah hadir.

TIK mempunyai potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Pada blue print TIK Depdiknas, stidak-tidaknya disebutkan ada tujuh fungsi TIK dalam pendidikan, yakni sebagai sumber belajar, alat bantu belajar, fasilitas pembelajaran, standard kompetensi, sistem administrasi, pendukung keputusan, sebagai infrastruktur.

Keuntungan -keuntungan Memanfaatkan Pembelajaran Berbasis Komputer dan Jaringan
    • Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity).
    • Sedangkan manfaat pembelajaran elektronik menurut A. W. Bates (Bates, 1995) dan K. Wulf (Wulf, 1996) terdiri atas 4 hal, yaitu:
    • Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
    • Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience).
    • Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
4. CD Multimedia Interaktif
CD interaktif dapat digunakan pada pembelajaran di sekolah sebab cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa terutama komputer. Terdapat dua istilah dalam perkembangan CD interaktif ini yaitu Computer Based Instructuion (CBI) dan Computer Assisted Instructuion (CAI) Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multi media terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound, animasi, video, teks dan grafis. Beberapa model multimedia interaktif di antaranya:
  • Model Drill: Model drills dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu starategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penciptan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
  • Model Tutorial: Program CBI tutorial dalam merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat lunak berupa program komputer yang berisi materi pelajaran. Metode Tutorial dalam CAI pola dasarnya mengikuti pengajaran Berprograma tipe Branching yaitu informasi/mata pelajaran disajikan dalam unit – unit kecil, lalu disusul dengan pertanyaan. Respon siswa dianalisis oleh komputer (Diperbandingkan dengan jawaban yang diintegrasikan oleh penulis program) dan umpan baliknya yang benar diberikan. (Nana Sudjana & Ahmad Rivai:139). Program ini juga menuntut siswa untuk mengaplikasikan ide dan pengetahuan yang dimilikinya secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.
  • Model Simulasi: Model simulasi dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu starategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penciptan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
  • Model Games: Model permainan ini dikembangkan berdasarkan atas “pembelajaran menyenangkan”, di mana peserta didik akan dihadapkan pada beberapa petunjuk dan aturan permainan. Dalam konteks pembelajaran sering disebut dengan Instructional Games (Eleanor.L Criswell, 1989: 20)
Pada umumnya tipe penyajian yang banyak digunakan adalah “tutorial”. Tutorial ini membimbing siswa secara tuntas menguasai materi dengan cepat dan menarik. Setiap siswa cenderung memiliki perbedaan penguasaan materi tergantung dari kemampuan yang dimilikinya. Penggunaan tutorial melalui CD interaktif lebih efektif untuk mengajarkan penguasaan Software kepada siswa dibandingkan dengan mengajarkan hardware. Misalnya tutorial Microsoft Office Word, Access, Excel, dan Power Point. Kelebihan lain dari CD interaktif ini adalah siswa dapat belajar secara mandiri, tidak harus tergantung kepada guru/instruktur. Siswa dapat memulai belajar kapan saja dan dapat mengakhiri sesuai dengan keinginannya. Selain itu, materi-materi yang diajarkan dalam CD tersebut dapat langsung dipraktekkan oleh siswa terhadap siftware tersebut. Terdapat juga fungsi repeat, bermanfaat untuk mengulangi materi secara berulang-ulang untuk penguasaan secara menyeluruh.
5.  Video Pembelajaran.
Selain CD interaktif, video termasuk media yang dapat digunakan untuk pembelajaran di SD. Video ini bersifat interaktif-tutorial membimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui visualisasi. Siswa juga dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktek sesuai yang diajarkan dalam video. Penggunaan CD interaktif di SD cocok untuk mengajarkan suatu proses. Misalnya cara penyerbukan pada tumbukan, teknik okulasi, pembelahan sel, proses respirasi dan lain-lain.
6. Internet
Internet, singkatan dari interconection and networking, adalah jaringan informasi global, yaitu,“the largest global network of computers, that enables people throughout the world to connect with each other¨. Internet diluncurkan pertama kali oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962.
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. “Through independent study, students become doers, as well as thinkers” (Cobine, 1997). Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan, data statistik, (Gordin et. al., 1995). Informasi yang diberikan server-computers itu dapat berasal dari commercial businesses (.com), goverment services (.gov), nonprofit organizations (.org), educational institutions (.edu), atau artistic and cultural groups (.arts)
Siswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan pembelajaran dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kehidupan nyatanya (real life). Siswa dan guru tidak perlu hadir secara fisik di kelas (classroom meeting), karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan secara online. Siswa dapat belajar bekerjasama (collaborative) satu sama lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar. Selain mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya.
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
  1. Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.
  2. Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.
  3. Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.
  4. Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar/siswa.
  5. Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran.
  6. Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line.
Perkembangan/kemajuan teknologi internet yang sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk di dalamnya untuk pendidikan/pembelajaran. Berbagai percobaan untuk mengembangkan perangkat lunak (program aplikasi) yang dapat menunjang upaya peningkatan mutu pendidikan/pembelajaran terus dilakukan. Perangkat lunak yang telah dihasilkan akan memungkinkan para pengembang pembelajaran (instructional developers) bekerjasama dengan ahli materi (content specialists) mengemas materi pembelajaran elektronik (online learning material).  Pembelajaran melalui internet di Sekolah Dasar dapat diberikan dalam beberapa format (Wulf, 1996), di antaranya adalah: (1) Electronic mail (delivery of course materials, sending in assignments, getting and giving feedback, using a course listserv., i.e., electronic discussion group, (2) Bulletin boards/newsgroups for discussion of special group, (3) Downloading of course materials or tutorials, (4) Interactive tutorials on the Web, dan (5) Real time, interactive conferencing using MOO (Multiuser Object Oriented) systems or Internet Relay Chat.
Setelah bahan pembelajaran elektronik dikemas dan dimasukkan ke dalam jaringan sehingga dapat diakses melalui internet, maka kegiatan berikutnya yang perlu dilakukan adalah mensosialisasikan ketersediaan program pembelajaran tersebut agar dapat diketahui oleh masyarakat luas khususnya para calon peserta didik. Para guru juga perlu diberikan pelatihan agar mereka mampu mengelola dengan baik penyelenggaraan kegiatan pembelajaran melalui intenet. Karakteristik/potensi internet sebagaimana yang telah diuraikan di atas tentunya masih dapat diperkaya lagi dengan yang lainnya.  Namun, setidak-tidaknya ketiga karakteristik/potensi internet tersebut dipandang sudah memadai sebagai dasar pertimbangan untuk penyelenggaraan kegiatan pembelajaran melalui internet.
Sumber:
Adaptasi dan disarikan dari : Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional.2008. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar. Materi Diklat Calon Pengawas Sekolah/Pengawas Sekolah. Jakarta







DAFTAR PUSTAKA

Koesnandar, Pengembangan Bahan Belajar Berbasis Web, h ttp:
//www.teknologipendidikan.net /? p=44
Riche Chintia Johan, Pembelajaran Berbasis Web, dalam Dr. Rusman, M.Pd (Ed),
Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pembelajaran,Universitas Pendidikan Indonesia, 2009
Rusman, Dr, M.Pd., Pemanfaatan Internet Untuk Pembelajaran, dalam Dr. Rusman, M.Pd (Ed), Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam
Pembelajaran, Universitas Pendidikan Indonesia, 2009
S u h a r i y a n t o , Pembelajaran Berbasis Ict (Information And Communication
Technology) Megister Teknologi Pendidikan, FKIP UNILA 2009
Toto Fathoni,E-Lear ning,
Widyo Nugroho, dkk, Perancangan Media Video Pembelajaran Berbasis Web



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar