Rabu, 09 November 2011

ANALISIS DATA EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN (EPP)


ANALISIS DATA
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN
 (EPP)
Oleh: Bambang Purnomo
KATA PENGANTAR


            Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyusun makalah ini.
             Makalah ini berupa pembahasan mengenai analisis data evaluasi program pendidikan.  Makalah ini disusun  dalam rangka untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Program Pendidikan (EPP)  dalam program pasca sarjana, program studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.
            Pembahasan dalam makalah ini penulis ambilkan dari berbagai sumber antara lain: buku-buku yang disarankan dan buku-buku lain, paparan dari Dr. Sumadi, M.Pd. dan materi-materi dari hasil unduhan di media internet.
            Penulis menyadari bahwa  tersusunnya karya tulis ini atas bantuan berbagai pihak dan masih sangat sederhana, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu dalam penulisan karya tulis ini dan semoga semua amal baik mereka menjadikan pahala dihadapan Allah Swt. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan guna penyempurnaan.
            Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ini barmanfaat dan dapat memenuhi tugas dalam menempuh mata kuliah Evaluasi Program Pendidikan (EPP).

BAB I
PENDAHULUAN
A. Pengertian
            Analisis adalah suatu proses menganalisa sesuatu dengan tujuan tertentu sehingga siapapun yang melakukan analisis pasti mereka memiliki tujuan mengapa mereka melakukannya.
            Analisis Program yaitu proses menganalisa suatu program setelah program itu dilaksanakan/diimplentasikan. Sehingga proses, hasil, pencapaian, pengaruh, hubungan atau dampak itu dapat diketahui, yang selanjutnya hasil analisis dapat digunakan untuk keperluan refleksi, kelanjutan program, pemberhentian program, peningkatan program maupun pembuatan program baru.
            Analisis Evaluasi Program Pendidikan adalah suatu proses analisis dari data-data yang diperoleh dari kegiatan evaluasi program-program yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Dalam hal ini setelah suatu program pendidikan dievaluasi lalu dilanjutkan dengan langkah-langkah analisisnya.
Model analisis yang dilakukan tentu akan dipengaruhi oleh jenis program pendidikan dan tujuan program pendidikan sehingga model evaluasi akan disesuaikan, demikian pula bagaimana cara menganalisisnya juga disesuaikan.
            Evaluasi  program pendidikan adalah suatu evaluasi  program yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Tentu saja hal ini juga pasti terkait dengan siapa (pembuat, penyusun, pelaksana program) dan tujuan program (untuk apa, untuk siapa). Dalam hal ini  evaluasi program program pendidikan dapat dilakukan antara lain oleh:
  1. Pemerintah (pusat, propinsi, kab, jajaran dinas, instansi). Dalam hal ini dapat dilakukan oleh Kementrian Pendidikan Nasional sampai tingkat sekolah).
  2. Swasta (para pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan)
  3. Kelompok (organisasi yang peduli pendidikan maupun kumpulan para pendidik atau yang berhubungan dengan pendidikan)
  4. Perorangan (hal ini biasanya dilakukan oleh para pendidik dalam pembelajaran dan para kepala sekolah dalam jajaran pembelajaran maupunmajerial).
Analisis evaluasi program pendidikan dilakukan dengan menyesuaikan model evaluasi yang sesuai dengan tujuan maupun jenis program yang ada.
B. Tujuan
            Makalah ini disusun memiliki tujuan antara lain sebagai berikut:
1.      Untuk meningkatkan kompetensi menulis karya tulis ilmiah bagi mahasiswa program pascasarjana.
2.      Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menggunakan media canggih laptop untuk mencari dan mengambil informasi melalui jejaring internet.
3.      Untuk memenuhi tugas menyusun makalah matakuliah Teknik Informatika dan Komputer (TIK) program pascasarjana jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.

BAB II
ANALISIS EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN

A. Jenis-Jenis Evaluasi        
Dalam dunia pendidikan program-program pendidikan dalam melakukan evaluasi antara lain sebagai berikut:
1.      Evalusi proses
2.      Evaluasi hasil
3.      Evaluasi pencapaian program
4.      Evaluasi pengaruh program
5.      Evaluasi program peningkatan/pengembangan
Evaluasi proses dalam dunia pendidikan dikaitkan dengan proses pembelajaran atau pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) kependidikan. Berkaitan dengan proses tersebut hal yang berhubungan adalah tempat/konteks, model/metode, alat/media yang digunakan, pendidik, peserta didik, kelompok belajar, motivasi, perhatian, sikap, aktifitas, kreatifitas, efektifitas dan perasaan dalam berinteraksi.
Evaluasi hasil dalam dunia pendidikan khususnya pembelajaran, dalam hal ini dikaitkan dengan materi, volume dan waktu. Evalusi dalam  pengertian ini dikaitkan dengan tes, ulangan, ujian dan evaluasi itu sendiri. Misalnya: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, ulangan kenaikan kelas, evaluasi belajar, ujian sekolah, ujian nasional.
Evaluasi pencapaian program pendidikan analisis datanya berupa analitik comparative antara program yang direncanakan dengan hasil setelah program itu dilaksanakan. Dalam hal ini hasil analisis dapat berupa besaran peningkatannnya, meminimalkan disparitas pada kondisi yang dituju, atau ketercapaian program yang telah dicanangkan. Sehingga dalam kesimpulannya, apakah program itu baik atau buruk, dapat dilaksanakan atau tidak, akan dilanjutkan atau tidak, atau  mungkin ada modifikasi untuk pengembangannya. Misalnya: Program bimbingan belajar songsong unas, Program moving class total, Program Jemput Jabat Senyum Sapa Salam (J2S3), Program Pengembangan Sekolah, Program Kerja Kepala sekolah, Program Pembelajaran Guru Mapel, Program Bimbingan dan Konseling, Program Pengembangan Diri, Program Ektrakurukuler, Program Kesiswaan, Program Pengajaran, Program Peningkatan Sarana Prasarana, Program KTSP, Program Pencapaian 8 SNP.
Evaluasi  pengaruh program pendidikan suatu yang dianalisis adalah data yang dilakukan oleh sebuah institusi pendidikan karena institusi telah melakukan suatu program untuk dilaksanakan, setelah itu ingin mendapatkan informasi apakah ada pengaruh terhadap sesuatu dengan digunakannya program pada suatu institusi tersebut. Misalnya: Program penyuluhan anti narkoba terhadap perilaku siswa di sekolah, Program BOS terhadap tingkat partisipasi masyarakat, Program pelatihan CTL/Pakem terhadap kualitas pembelajaran.
Evaluasi  Program Peningkatan/Pengembangan yang dianalisis adalah program-program pengembangan yang telah dan akan dilakukan untuk mengembangkan suatu institusi atau sejenisnya. Misalnya program program yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional antara lain sebagai berikut:
1.      Manajemen Berbasis Sekolah
  1. Perencanaan Pengembangan Sekolah
  2. Akreditasi Sekolah
  3. Implementasi SPM dan SNP
  4. Peran LPMP/BDK dan P4TK
  5. Peran Pengawas
  6. Manajemen pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah propinsi dan kabupaten
  7. Rencana Pembangunan Nasional Bidang Pendidikan, Renstra Kemendiknas, dan Renstra Kemenag)

B. Teknik Analisis Data
            Teknik analisis data dilakukan sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau untuk menguji hipotesis yang dirumuskan dalam proposal. Karena datanya kuantitatif, maka teknik analisis datanya menggunakan metode statistik yang sudah tersedia.Misalnya akan menguji hipotesis hubungan antar dua variable, bila datanya ordinal maka statistic yang digunakan adalah Korelasi Spearman Rank, sedangkan bila datanya intervalatau ratio digunakan Korelasi Pearson Product Moment. Bila ingin menguji signifikansi komparasi data dua sampel, datanya interval aatau ratio digunakan t-test dua sampel, bila datanya nominal digunakan Chi Kuadrat. Selanjutnya jika akan menguji hipotesis komparatif lebih dari dua sampel, datanya interval, digunakan analisis varian (Anava)
            Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Dengan pengamatan terus menerus tersebut mengakibatkan variasi data tinggi sekali. Data yang diperoleh pada umumnya adalah data kualitatif (walaupun tidak menolak data kuantitatif), sehingga teknik analisis datanya belum ada pola yang jelas. Oleh karena itu sering mengalami kesulitan dalam melakukan analisis. Seperti dinyatakan oleh Milies dan Huberman (1984), bahwa’the most serious and central difficulty in the use of qualitative data is that method of analysis are not well formulate’. Bahwa yang paling serius dan sulit dalam analisis data kualitatif adalah karena, metode anslisis belum dirumuskan dengan baik. Ada pernyataan lain, Susan Stainback menyatakan:’There are no guidelines in qualitative research for determining how much data and data analysis are necessary to support and assertion, conclusion, or theory’. Belum ada panduan dalam penelitian kualitatif untuk menentukan berapa banyak data dan analisis yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan atau teori. Selanjutnya Nasution menyatakan bahwa:
            Melakukan analisis adalah pekerjaan yang sulit, memerlukan kerja keras.  Analisis memerlukan daya kreatif serta kemampuan intelektual yang tingggi. Tidak ada cara tertentu yang dapat diikuti, untuk mengadakan analisis, sehingga setiap peneliti harus mencari sendiri metode yang dirasakan cocok dengan sifat penelitiannya Bahan yang sama bisa diklasifikasikan lain oleh peneliti yang berbeda’.
            Sehingga analisis data kualitatif perlu adanya data yang bervariatif misalnya data hasil wawancara, survey lapangan, dokumentasi foto, dokumentasi movie, dan data triangulasi yang semua itu untuk mendukung kualitas informasi yang disampaikan. Analisis data dilakukan dengan cara mengorganisakan berbagai data yang ada, menjabarkan kedalam unit-unit fungsinya, melakukan sintesa, menyusun ke dalampola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan pada orang lain atau pada instansi yang menugasinnya.
            Berdasarkan hal diatas, dapat dikemukakan bahwa, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit , melakukan sintesa, menyusun ke dalampola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami  oleh diri sendiri maupun orang lain.
Teknik analisis program pembelajaran yang meliputi analisis hasil pembelajaran maupun analisis proses pembelajaran mengikuti kurikulum yang berlaku
Dalam kurikulum tingkat satuan pelajaran dinyatakan bahwa hasil belajar terdiri dari 2 yaitu: hasil belajar berdasarkan penilaian hasil dan penilaian berdasarkan proses. Sehingga penilaian hasil dapat dilakukan dengan tes tertulis sedangkan, penilain proses dapat dilakukan dengan cara pengamatan, dokumentasi foto maupun movie, kuesioner, angket dan cara lain yang dapat memberikan gambaran tentang perose yang terjadi baik dari segi aktivitas siswa, managemen kelas, metode/model/teknik pembelajaran itu berlangsung.
        Menurut caranya dibagi menjadi 2 cara yaitu: dengan cara tes dan non-tes.
Dengan tes itu dilakukan untuk memperoleh hasil pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan pada setiap KD atau beberapa KD, dalam hal ini dikenal dengan ulangan harian, ulangan blok, tes formatif dan tes sumatif, ulangan tengah semester, ulangan semester dan ulangan kenaikan kelas, evaluasi tahap akhir dan atau ujian sekolah maupun ujian nasional.
        Dari data yang diperoleh dapat berupa data nilai kuantitatif maupun kualitatif. Data nilai kuantitatif semua penilaian yang dilakukan dengan satuan angka misalnya: nilai 0 – 10 atau nilai 0 – 100. Sedangkan data nilai kualitatif dapat berupa penilaian non-angka/data verbal misalnya: amat baik, baik, cukup, kurang, dan kurang sekali atau misalnya sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah.
        Untuk mengetahui hasil belajar dapat dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis dikelompokan dalam tes yang sifatnya subyektif dan tes yang sifatnya obyektif. Tes subyektif biasanya tes yang berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes untuk mengetahui perolehan hasil belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Ciri-cirinya pertanyannya didahului dengan kata-kata seperti; uraikan, jelaskan, mengapa, bagaimana, bandingkan, simpulkan, dan sebagainya. Tes obyektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara obyektif karena hasil tes dapat dilakukan oleh pihak lain yang tidak harus oleh pengajarnya atau yang membidangi materi yang diteskan. Macamnya adalah seperti; tes benar-salah (true-false), Tes pilihan ganda (Multiple choise test), Menjodohkan (matching test) dan Tes isian tertutup (Completion test). Macam-macam tes diatas biasanya untuk mengukur hasil belajar pada ranah kognitif, sedangkan ranah afektif tidak semudah ranah kognitifuntuk melakukan pengukuran. Pengukuran ranah afektif dalam hal ini misalnya sikap tidak dapat diukur sewaktu-waktu ( dalam arti pengukuran secara formal) karena perubahan tingkah laku tidak dapat berubah sewktu-waktu. Pengubahan sikap seseorang memerlukan waktu yang relatif lama termasuk pengembangan minat, penghargaan, serta nilai-nilai. Untuk itu perangkat pengukuran yang digunakan dapat mengunakan catatan-catatan pengamaten, kuesioner atau cara lain yang memungkin dapat dilakukan dan paling cocok dengan kondisi dari yang dinilai atau diukur.
        Ranah yang lain adalah ranah psikomotor. Pengukuran ranah ini untuk mengetahui terhadap hasil-hasil belajaryang berupa penampilan atau ketrampilan. Untuk mengukur hal ini dapat digunakan rubrik penilaian atau pengukuran dengan instrumen menurut skala Likert dengan skor dari kecil ke angka yang lebih besar jika memerlukan data kuantitatif atau data kualitatif dari paling rendah ke paling tinggi, atau dari sangat jelek ke sangat baik dan atau sebaliknnya.
        Hasil belajar adalah sesuatu pencapaian dari suatu kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar dapat diketahui dengan dua cara yaitu; dengan cara pengukuran (kegiatan menentukan kuantitas suatu obyek) dan dengan cara penilaian (kegiatan menentukan kualitas suatu obyek). Karena keduannya ada perbedaan yang prisipiil, kedua kegiatan dapat dikatakan ’dua’ atau dwi, Tetapi kedua kegiatan itu saling berhubungan maka kegiatan itu kadang disebut dengan sebutan’dwitunggal’.Dari pembahasan pengertian pengukuran dan penialain sifat suatu obyek seperti telah disebutkan diatas, bagaimanapun kegiatan tersebut harus dapat benar-benar mewakili sifat suatu obyek. Dengan kata lain skor atau nilai prestasi belajar dapat mewakili prestasi belajar yang sesunggguhnya.
        Kegiatan mengukur sifat suatu obyek adalah suatu kegiatan menentukan kuantitas sifat suatu obyek melalui aturan-aturan tertentu sehingga kuantitas yang diperoleh benar-benar mewakili sifat suatu obyek yang dimaksud. Kuantitas yang diperoleh dari suatu pengukuran sifat suatu obyek adalah skor, misalnya: 60, 57, 68, 89,75 59,76,75,75,90 dan sebagainya. Kuatitas pengukuran sifat suatu obyek dibedakan menjadi dua yaitu; kuantitas kontinu dan kuantitas niminal. Yang dimaksud skor kontinu adalah suatu kuantitas yang unit-unitnya mengalami perubahan secara berangsur-angsur, misalnya dari 60 menjadi 60,5 atau menjadi 59,5 dan seterusnya.
Adapun yang dimaksud dengan kuantitas nominal atau deskrit adalah suatu kuantitas yang unit-unitnya tidak dapat berubah-ubah dari 15 menjadi 15,5 siswa atau 14,5 siswa dan seterusnya. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dalam pengukuran  hasil belajar hanya mengenal kuantitas kontinu. Kuantitas kontinu diatur dalam dua skala yaitu; skala interval dan skala ordinal. Skala interval suatu skala yang tidak mengenal titik nol mutlak dan intervalnya sama, sedangkan skala ordinal adalah skala yang tidak mengenal titik nol mutlak dan intervalnya tidak sama. Suatu skala tidak mengenal titik nol mutlak maksudnya adanya suatu kuantitas dari sifat suatu obyek dalam skala tersebut tidak terukur oleh suatu alat pengukur, maka diberi angka nol. Tetapi bukan berarti tidak ada kuantitas sama sekali.
        Kegiatan menilai sifat suatu obyek adalah suatu kegiatan menentukan kuanlitas sifat suatu obyek. Kagiatan tersebut tidak lepas dari skor-skor sifat suatu obyek. Agar skor-skor itu bermakna maka perlu dibandingkan dengan suatu acuan-acuan yang relevan, yang sesuai dengan sifat suatu obyek, misalnya prestasi belajar siswa dalam penguasaan mata pelajaran tertentu. Kegiatan membandingkan harus dilakukan secara obyektif sehingga hasil perbandingan yang berupa makna atau kualitas benar-benar mewakili kualitas hasil belajar yang sesungguhnya. Misalnya; kualifikasinya amat baik, baik, cukup, kurang atau meragukan, amat kurang, atau gagal. 
        Kualitas atau nilai sifat suatu obyek akan ada apabila kuantitas dari sifat suatu obyek tersebut. Demikian pula, kuantitas suatu obyek tidak akan berarti jika kuantitas itu tidak diubah menjadi kualitas.
        Teknik analisis evaluasi program, teknik analisis program pencapaian dan analisis program pengembangan diawali dengan penyusunan program yang jelas dan tearah sehingga pada tahap mengevaluasinya sudah ada kriteria yang ditetapkan sehingga dengan kurun waktu yang telah ditentukan dapat mengumpulkan data-data yang diperlukan sesuai dengan keperluan masing-masing program.

C. Contoh Program Pendidikan
1. Delapan Standard Nasional Pendidikan
        a. Standard Sarana Prasarana
        b. Standard Isi
        c. Standard Proses
        d. Standard Penilaian
        e. Standard Kompetensi Lulusan
        f. Standard Pengelolaan
        g. Standard Pendidik dan Tenaga Kependidikan
        h. Standard Pembiayaan
2. Program/Rencana Pengembangan Sekolah
        a. Rencana Operasional (Renop) merupakan program tahunan.
        b. Rencana Strategis (Renstra) merupakan program 4 tahunan
3. Program Pembelajaran
        a. Unit lesson plan (terdiri beberapa RPP)
        b. Lesson plan (terdiri 1 RPP)

4. Program Analisis Hasil Pembelajaran
        a. Program Perbaikan
        b. Program Pengayaan
        c. Program  tindak lanjut
5. Program Bimbingan dan Konseling
        a. Program Bimbingan Klasikal
        b. Program Bimbingan Individual

            Dari program pendidikan yang ada belum banyak yang melakukan evaluasi terhadap program-program tersebut, sehingga banyak kesempatan untuk memperbaiki kinerja, meningkatkan profesionalisme melalui diantaranya menyusun, melakukan dan mengevaluasi program-program pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya.





BAB III
PENUTUP

        Analisis Evaluasi Program Pendidikan adalah suatu kegiatan menganalisis data dari evaluasi yang telah dilakukan terhadap program-program pendidikan. Adapun tujuan dari analisis evaluasi program pendidikan adalah untuk mengethaui tingkat keberhasilan program itu setelah dilaksanakan. Karena program adalah suatu kegiatan yang direncanakan dengan seksama, sehingga dengan kata lain analisis evaluasi program adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi keberhasilan dari suatu kegiatan yang direncanakan.














DAFTAR PUSTAKA

Ary,Donald, dkk. Introduction to Resarch in Education. Surabaya. Usaha Nasional (Karya terjemahan Arif Furchan).
Masidjo,1995, Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta.Penerbit: Kanisius.
Mico Pardosi. 2004. Belajar Sendiri Internet. Surabaya. Penerbit: Indah.
Nasution,S. 2008. Metode Reearch. Jakarta. PT Bumi Aksara
Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung. Penerbit Alfabeta.
Sugiyono, 2007. Statistik untuk Penelitian. Bandung. Penerbit Alfabeta.
Suharsismi Arikunto,2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. PT Bumi Aksara.




1 komentar: