Rabu, 09 November 2011

GLOBAL VILLAGE

GLOBAL VILLAGE
 Oleh 
Bambang Purnomo
BAB I
  PENDAHULUAN
A. Pengertian
Desa Global adalah konsep mengenai perkembangan teknologi komunikasi di mana dunia dianailogikan menjadi sebuah desa yang sangat besar. Marshall McLuhan memperkenalkan konsep ini pada awal tahun 60-an dalam bukunya yang berjudul Understanding Media: Extension of A Man. Konsep ini berangkat dari pemikiran McLuhan bahwa suatu saat nanti informasi akan sangat terbuka dan dapat diakses oleh semua orang. Pada masa ini, mungkin pemikiran ini tidak terlalu aneh atau luar biasa, tapi pada tahun 60-an ketika saluran TV masih terbatas jangkauannya, internet belum ada, dan radio masih terbatas antardaerah, pemikiran McLuhan dianggap aneh dan radikal.
Desa Global menjelaskan bahwa tidak ada lagi batas waktu dan tempat yang jelas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat ke belahan dunia lain dalam waktu yang sangat singkat, menggunakan teknologi internet. McLuhan meramalkan pada saatnya nanti, manusia akan sangat tergantung pada teknologi, terutama teknologi komunikasi dan informasi. McLuhan memperkirakan apa yang kemudian terjadi pada masa sekarang, di abada ke-2o seperti saat ini.
McLuhan memperkirakan pada masa digital dan serba komputer tersebut, persepsi masyarakat akan mengarah kepada perubahan cara serta pola komunikasi. Bagaimana pada saat itu, masyarakat tidak akan menyadari bahwa mereka sedang mengalami sebuah revolusi komunikasi, yang berefek pada komunikasi antarpribadi. Di atas level komunikasi interpersonal yakni komunikasi antara dua-tiga orang, pada masa desa global benar-benar terjadi trend komunikasi akan ke arah komunikasi massa, yakni bersifat massal dan luas. Di mana pembicaraan akan suatu topik dapat menjadi konsumsi dan masukan bagi masyarakat luas, kecuali, tentu saja, hal-hal yang bersifat amat rahasia seperti rahasia perusahaan, rahasia negara, keamanan-ketahanan. Semua orang berhak untuk ikut dalam pembicaraan umum, dan juga berjak untuk mengkonsumsinya, tanpa terkecuali.
McLuhan menyatakan bahwa desa global terjadi sebagai akibat dari penyebaran informasi yang sangat cepat dan massive di masyarakat. Penyebaran yang cepat dan massive ini menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (media massa). manusia pada masa itu akan lebih menyukai komunikasi audiovisual yang ateraktif, informatif, dan menghibur. Bertentangan dengan “kekuatan” teknologi media massa, manusia tidak akan mengagumi internet seperti pada awal kehadirannya di tengah masyarakat, sekalipun Internet dapat menghubungkan satu orang dengan orang lainnya dalam tempat yang berjauhan, menyampaikan banyak pesan ke tempat yang berlainan dalam satu waktu bersamaan. Perkembangan konsep Desa Global. Seiring berjalannya waktu, konsep ini terus berkembang. konsep ini dianggap sesuai dengan keadaan masa kini, yakni teknologi komunikasi, salah satunya adalah internet, terbukti dapat menyatukan dunia. Perkembangan teknologi seperti yang dinyatakan dalam desa global, membawa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah orang selalu bisa mengetahui kabar terbaru yang terjadi di tempat lain, dapat berkomunikasi dan terhubung walau dalam jarak ribuan mill, mencari dan bertukar informasi. Adapun dampak negatifnya adalah kecanduan internet, orang tidak dapat hidup tanpa internet, orang yang lebih eksis di dunia maya dibandingkan dunia nyata, yang menggangu hubungan sosialnya dengan orang lain.

B. Tujuan
          Makalah ini disusun memiliki tujuan antara lain sebagai berikut:
1.     Untuk meningkatkan kompetensi menulis karya tulis ilmiah bagi mahasiswa program pascasarjana.
2.     Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menggunakan media canggih laptop untuk mencari dan mengambil informasi melalui jejaring internet.
3.     Untuk memenuhi tugas menyusun makalah matakuliah Teknik Informatika dan Komputer (TIK) program pascasarjana jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.




BAB II
PEMBAHASAN
A. Desa Global di Indonesia
Indonesia telah mengalami penglobalan dalam bidang informasi, sejak kemunculan internet pada pertengahan 90-an. Melalui internet dan televisi membuat masyarakat sumatera utara mengetahui apa yang sedang terjadi di Jakarta, begitu juga penduduk Jakarta yang dapat melihat apa yang sedang terjadi di Indonesia bagian Timur. Melalui internet, masyarakat antar satu kelompok dapat berhubungan dengan kelompok lain di dunia maya, contohnya komunitas pendukung batik sebagai warisan budaya bangsa dapat berkontek-kontekan dengan komunitas pendukung candi Borobudur sebagai salah satu dari tujuh keajabiaan dunia. Lewat blog atau milis, mahasiswa dapat bertukar data kuliah, informasi mengenai suatu peristiwa, bertukar pengalaman, maupun hal ringan untuk hiburan, semuanya dapat diakses melalui internet. Implementasi desa global ini, membuat masyarakat yang saling berjauhan dapat saling berkomunikasi dan saling mengamati, dimanfaatkan pemerintah pusat untuk menjangkau dan memonitor pemerintah daerah, apakah pemerintah daerah mengalami masalah, hambatan, apa perlu bantuan, dan sebagainya, tidak perlu langsung datang ke daerahnya yang jauh itu, hanya melalui telepon, internet, dan teknologi komunikasi lainnya. Desa global juga berlaku di pedesaan. "internet masuk desa" merupakan salah satu wujud desa global di Indonesia, terutama di pedesaan. Contohnya adalah desa Leuwiliang di Bogor, walaupun desa tersebut relatif jauh dari pusat kota, tetapi penduduknya tetap bisa merasakan jasa telekomunikasi menggunakan telepon. contoh lainnya adalah internet yang sudah terpasang di daerah Bojong, Kotamdaya Purwakarta, kota realtif kecil dua jam dari Bandung, suatu hal yang luar biasa, mengingat masyarakat Bojong belum lama dapat mengakses telepon, kehadiran internet dengan cepat menyusul, karena adanya perkembangan yang pesat di bidang teknologi dan komunikasi di Indonesia.

B. Dampak Desa Global
Menurut McLuhan, pada masa desa global terjadi, informasi dan komunikasi akan sangat terbuka, begitu juga dengan peran media massa dalam mentransformasi pesan. Dampak bagi masyarakat adalah masyarakat akan cenderung mempunyai persepsi yang sama karena memperoleh kesamaan kesempatan untuk mengakses informasi. Contoh dampak desa global bagi masyarakat adalah gempa yang terjadi di Sumatera Barat dapat menimbulkan kesan yang sama pada orang di Bandung atau di Samarinda. Persepsi mereka terhadap pemberitaan media massa akan cenderung sama, yaitu sedih, iba, ingin membantu, dan sebagainya. Hal ini tentunya membawa dampak positif bagi masyarakat, yakni membantu mempercepat masyarakat untuk mendapat informasi terbaru mengenai suatu peristiwa. Media massa juga membantu masyarakat untuk menolong korban gempa di pariaman dan sekitarnya, dengan pemberitaan bantuan untuk korban gempa, seperti "X peduli gempa padang", "dompet amal gempa padang" dan sebagainya. Ada juga dampak negatif dari menjadi nyatanya konsep desa global ini, yakni siapapun dapat mengakses apapun, misalnya anak kecil yang dapat mengakses berita kekerasan lewat tayangan televisi, atau melihat video porno di internet. Masyarakat sendiri yang harus bisa menyaring apa yang mereka anggap baik mereka. Sedangkan dampak desa global bagi media massa adalah berkembangnya industri media massa, baik media cetak, media interaktif, maupun media elektronik. banyaknya koran dalam bentuk on-line, yang dapat memperbaharui berita, melaporkan kejadian yang baru saja terjadi, langsung ditulisa dan dipublikasikan melalui media interaktif tersebut. selain itu, dampak desa global bagi media massa adalah berkembangnya media massa,tidak hanya sebagai industri yang berujung ekonomi, tetapi juga industri komunikasi dan informasi. Kemunculan teknologi seperti 3G, 4G, Wimax, situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, plurk tidak lepas dari kemunculan desa global.
C. Perkembangan desa global
Desa global masih terus berkembang, baik dari segi konseptual maupun aplikasi, karena Mcluhan tidak secara jelas menyatakan tanda-tanda keberakhiran desa global. Situs jejaring sosial yang sangat berkembang dan populer sekarang ini, seperti facebook, twitter, plurk, jelas merupakan bukti nyata perkembangan desa global di dunia, terutama di Indonesia. Desa global pada akhirnya tidak hanya menjadi konsep, tetapi lebih dari itu, mulai menjadi kenyataan yang tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan berhentinya desa global, misalnya saja dengan adanya Undang-Undang yang membatasi keterbukaan informasi melalui internet dan Televisi antar negara. Sejauh ini belum ada tanda-tanda akan ada UU seperti itu, bahkan adanya TV kabel membuat orang Indonesia dapat menonton apa yang ditonton orang Naigeria, Mali, atau Hongaria. Beberapa peneliti luar menyatakan bahwa perkembangan teknologi komunikasi dan informasi akan membawa kehancuran sendiri pada manusia itu sendiri, sebagian lagi menyatakan bahwa itu tidak akan terjadi selama manusia dapat mengontrol teknologi itu sendiri.
D. Contoh-Contoh Perkembangan Global
1. Wikipedia Didirikan oleh Jimmy Wales
·         Saya mendapatkan banyak tatapan aneh ketika saya mulai berbicara kepada orang-orang tentang Wikipedia.
·         Katakan saja beberapa jenis usaha yang berpandangan skeptis terhadap gagasan bahwa sukarelawan dari seluruh dunia dapat bersama-sama menciptakan sebuah kolam pengetahuan manusia yang luar biasa.
·         Tidak ada iklan. Tidak ada keuntungan. Tidak ada rencana.
·         Ini adalah situs ke-5 yang paling populer di dunia. Keempat situs lainnya telah dibangun dan dipelihara dengan investasi miliaran dolar, pegawai perusahaan dalam jumlah besar dan pemasaran tiada henti.
·         Tetapi, Wikipedia bukanlah sesuatu seperti situs web komersial. Ini adalah suatu ciptaan komunitas, ditulis oleh sukarelawan yang membuat satu tulisan pada suatu waktu. Anda adalah bagian dari komunitas kami. Dan saya menulis hari ini untuk meminta Anda melindungi dan mempertahankan Wikipedia.
·         Bersama, kita dapat tetap gratis dan bebas iklan. Kita dapat tetap terbuka - Anda dapat menggunakan informasi di Wikipedia dengan cara apapun yang anda inginkan. Kita dapat tetap berkembang - menyebarkan pengetahuan di mana pun, dan mengundang partisipasi dari semua orang.
·         Setiap tahun, pada saat ini, kami berbicara untuk meminta Anda dan orang lain di seluruh komunitas Wikipedia untuk membantu mempertahankan usaha gabungan kami dengan sumbangan sederhana 20$, 35$, 50$, atau lebih.
·         Jika anda menghargai Wikipedia sebagai suatu sumber informasi - dan sumber inspirasi - Saya harap anda akan memilih untuk bertindak sekarang juga.
·         Semua yang terbaik,
·         Jimmy Wales
·         Pendiri Wikipedia
·         P.S. Wikipedia adalah tentang kekuatan orang-orang seperti kita untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Orang-orang seperti kita menulis Wikipedia, satu kata pada suatu waktu. Orang-orang seperti kita mendanai proyek ini, satu sumbangan pada satu waktu. Ini adalah bukti dari potensi bersama kita untuk mengubah dunia.




2. Penduduk Terbanyak Tinggal di Pedesaan oleh Elwin Tobing

http://www.theindonesianinstitute.org/redline1.gif

http://www.theindonesianinstitute.org/whiteblock.gif
Pertama kali dipublikasikan di Suara Pembaruan 17 Maret 1995, tetapi tampaknya topik ini masih aktual dengan situasi dewas ini. Di Amerika Serikat sendiri, persentase penduduk yang menikmati 20% dari ekonomi meningkat sejak pasca perang dunia II. 
http://www.theindonesianinstitute.org/whiteblock.gif
Di manakah paling banyak penduduk dunia berdiam?  Jawabnya adalah di pedesaan.  Di wilayah Asia dan Afrika saja, 70 persen penduduknya (atau lebih 2 miliar jiwa) tinggal di pedesaan.  Dari data Human Development Report 1994, kurang lebih separuh penduduk pedesaan tersebut hidup di bawah garis kemiskinan.  Di Indonesia, dari 27 juta penduduk miskin pada 1990, sekitar 67 persen (18 juta jiwa) adalah penduduk pedesaan.
Kemiskinan memang telah diidentikkan dengan kondisi masyarakat pedesaan, seolah-olah kemiskinan itu telah menyatu dengan masyarakatnya.  Dengan demikian, bicara kemiskinan adalah bicara tentang pedesaan, dan sebaliknya, bicara tentang desa mau tidak mau bicara soal kemiskinan.
Sementara itu, memasuki abad ke 21, perkembangan revolusioner di bidang teknologi komunikasi dan informasi telah membawa dan mempercepat proses globalisasi dihampir semua bidang. Ini diperkuat dengan disepakatinya berbagai tatanan yang mengarah pada penyatuan aturan yang berlaku global.
Perkembangan-perkembangan tersebut telah membawa dunia pada suatu jarak dan ruang sempit sehingga menciptakan apa yang disebut global village (desa/kampung global).  Lalu, dengan terminologi “desa global”, apakah artinya dunia akan mengarah pada proses kemiskinan, seperti apa yang ditemukan di banyak pedesaan.
3. Output Globalisasi ?
Sejak Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) berdiri pada 1944 seta GATT (sekarang WTO) pada 1947, praktis dunia sudah memasuki globalisasi ekonomi, karena masalah pembangunan menjadi tanggung jawab internasional.  Bank Dunia mengucurkan dana pinjaman berbunga rendah bagi proyek-proyek pembangunan di berbagai negara untuk memajukan ekonominya, sedangkan IMF memberikan pinjaman bagi negara-negara yang mengalami kesulitan dalam neraca pembayaran luar negerinya dan GATT berfungsi untuk mengatur perdagangan global.
Akan tetapi, setelah separuh abad ketiga lembaga tersebut, dan dengan revolusi teknologi komunikasi yang mempercepat jalannya proses globalisasi, apakah kemiskinan mampu dientaskan atau dikurangi?  Fakta menunjukkan, secara absolut, jumlah kemiskinan terus membubung.  Jika pada 1978, penduduk dunia yang di bawah garis kemiskinan sekitar 800 juta jiwa, pada 1994, angka ini mencapai sekitar 1.300 juta jiwa.  Selain itu, pertisipasi penduduk miskin dalam ekonomi global juga telah menurun (lihat tabel).
Apa yang dilakukan ketiga institusi instrumen pembangunan global tersebut adalah cenderung menciptakan suatu perangkap kemiskinan (poverty trap) sehingga setiap upaya mengentaskan kemiskinan pada akhirnya justru akan memperbesar kemiskinan.
Bank Dunia, dalam laporannya yang dimuat di World Development Report 1978, memperkirakan bahwa pada tahun 2000, jumlah penduduk dunia yang berada di bawah garis kemiskinan akan mencapai 600 juta jiwa.  Tetapi fakta sekarang menunjukkan angka perkiraan tersebut jauh meleset, justru angka kemiskinan berlipat dua mencapai 1,3 miliar jiwa menjelang tahun 2000.
Melesetnya perkiraan Bank Dunia tersebut terutama disebabkan program penyesuaian struktural (Structural Adjustment Program SAP) yang diintrodusir sejak awal dekade 80-an.  Pada intinya, SAP ini menekankan bahwa pemerintah dunia ketiga harus melakukan pembaruan makro ekonomi dengan mengarahkan ekonomi ke arah export oriented, liberalisasi impor, pemotongan drastis dalam pembelanjaan negara termasuk subsidi bagi kesejahteraan umum, pendidikan maupun pangan.  Hal ini dilakukan sebagai syarat penjadwalan ulang utang-utang yang semakin lama semakin menumpuk, dan sebagai syarat pemberian utang baru.
Kenyataannya, meskipun angka-angka kuantitatif pertumbuhan ekonomi di negara berkembang menunjukkan kemajuan, tetapi kelaparan meluas, kualitas kesehatan penduduk semakin rendah dan angka kemiskinan semakin membengkak.  Hasil penelitian J. M. Tanski (The Impact of Crisis, Stabilization and Structural Adjustment on Women in Lima, Peru.  World Development, November 1994) menunjukkan bahwa program SAP yang diintrodusir di Peru memperburuk kehidupan kaum miskin, khususnya wanita (yang merupakan populasi terbesar dari penduduk miskin dunia, yaitu mencapai 70 persen).
Jadi mimpi indah globalisasi akan membawa masyarakat miskin (khususnya di dunia ketiga) ke arah kemakmuran, justru sebaliknya, kondisi kekurangan pangan, perumahan dan kondisi kesehatan yang buruk menjadi realitas kehidupan sehari-hari di sebagian besar penduduk dunia ketiga.
Memang ada perubahan mendasar dalam pendekatan yang dipakai PBB (melalui United Nations Development Programme – UNDP) untuk menilai kemajuan pembangunan sebuah negara, terutama setelah diperkenalkannya Human Development Report yang memuat Human Development Index (HDI) sejak 1990.  Penyesuaian ini juga disertai dengan seruan akan pentingnya komitmen terhadap pembangunan yang berlanjutan (sustainable development).
Akan tetapi, sepanjang struktur ekonomi secara global masih tetap sepenuhnya dikendalikan kelompok kaya (lihat tabel) dan institusi-institusi pembangunan global cenderung melegitimasi dan melestarikan struktur yang ada, kemajuan dan penyesuaian apapun yang dicapai tidak akan banyak membantu dalam mengentas kemiskinan, khususnya penduduk yang bermukim di dunia ketiga.
Sustainable development yang digalakkan akan berwujud sebagai sustainable exploitation (permerasan berkelanjutan).  Martin Khor Kok Peng (The Future of North-South Relations, Conflict or Cooperation, Third World Network 1992) secara panjang lebar menguraikan bahwa kemiskinan yang menimpa dunia ketiga tidak lepas dari pola hubungan utara-selatan yang sifatnya eksploitatif.
4. Landasan Rapuh
Haluan pembangunan global yang mengarah pada pelebaran jurang kaya-miskin juga secara tidak sengaja terjadi pada konteks pembangunan ekonomi di masing-masing negara.  Akibatnya, disparitas kehidupan kaum kaya dengan miskin semakin melebar.
Jika pada 1960, rasio pendapatan 20% penduduk terkaya terhadap 20% penduduk termiskin sekitar 30:1, maka pada 1989 rasio ini melonjak dua kali lipat menjadi 59:1.  Artinya, konsep-konsep pembangunan yang bertumpu pada industrialisasi, pertumbuhan ekonomi dan paradigma efek menetes ke bawah (trickled down effect) semuanya gagal mencapai satu hal paling penting: distribusi pendapatan (distribution of income).
Dalam hal lebih mikro, pembangunan pedesaan, tampaknya juga tidak banyak membantu, meskipun telah banyak pendekatan terhadap pembangunan pedesaan dikembangkan.
Pertama, pendekatan yang berorientasi pada milik (asset) yang berfokus pada kebijakan perbaikan tata milik tanah (land reform) serta membangun institusi yang bertujuan mengoptimalkan penggunaan asset tersebut.  Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa rakyat pedesaan hanya memiliki dua sumberdaya, yaitu tanah dan tenaga kerja.
Pedekatan kedua didasarkan pada strategi yang menimbulkan permintaan.  Karena tenaga kerja kaum miskin di pedesaan kebanyakan tidak terampil, maka strategi pembangunan yang meningkatkan permintaan akan tenaga kerja tidak terampil adalah strategi yang paling menguntungkan kaum miskin.  Misalnya adalah industri padat karya dan industri kecil.
Ketiga, kebijakan yang meningkatkan produktivitas.  Karena tenaga kerja merupakan asset utama kaum miskin maka asset itu perlu ditingkatkan dengan peningkatan mutu melalui investasi modal manusia (human capital) dan dengan memperkenalkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas.
Pendekatan-pendekatan di atas lazim disebut sebagai pendekatan “redistribusi sebelum pertumbuhan”.  Akan tetapi, dalam kenyataan yang terjadi adalah “pertumbuhan dengan sedikit redistribusi”.  Hal ini tidak mengerankan mengingat pola tersebut condong pada pendekatan top down.
Belakangan ini, pendekatan top down telah dikombinasikan dengan pendekatan bottom up yang memasukkan faktor inisiatif rakyat pedesaan sebagai variabel penting.  Misalnya, proyek Comillan di Bangladesh, proyek Pueblo di Meksiko dan program Inpres Desa Tertinggal (IDT) di Indonesia.
Akan tetapi, pola ini juga masih terjebak pada asumsi ekonomis bahwa pemenuhan kebutuhan material semata merupakan jawaban terhadap pengentasan kemiskinan, dan efektivitas pembangunan terjadi jika digerakkan dari atas.  Partisipasi rakyat miskin terkesan sebatas simbol dan retorika.
Dalam Human Development Report 1993 serta pada KTT Pembangunan Sosial Kopenhagen, masalah pertisipasi sangat ditekankan dalam pembangunan manusia.  Dalam laporan tersebut dinyatakan: “Perticipation means that people are closely involved in the economic, social, cultural and political processes that affect their lives.… People can participate as individuals or as groups.”
Ini tentu mengundang debat baru, yakni partisipasi sulit tanpa dukungan prakondisi yang memadai. Seseorang mustahil bisa berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi tanpa individu tersebut memiliki potensi yang dapat ditranformasikan menjadi bentuk yang nyata, seperti keahlian, modal dan pendidikan. Sebaliknya, untuk mencapai yang terakhir perlu ada partisipasi. Jadi seakan siklus. 
Dimanakah mata rantainya? Sedihnya, justru terletak pada politik. Kemauan politik dari para business dan political leaders yang punya keberpihakan pada golongan tertinggal dan miskin sangat rendah.
Tabel 
  Penguasaan Aset Ekonomi Antar Penduduk Dunia 1960-90 (%)
 
Indikator
20 % Penduduk Terkaya
20 % Penduduk Termiskin
 
 
1960-70
1990
Perolehan GNP
82,7
2,3
1,3
Perdagangan Dunia
81,2
1,3
0,9
Investasi Domestik
80,5
3,5
1,1
Tabungan Domestik
80,6
3,5
0,9
Pinjaman Komersial
94,6
0,3
0,2

6. KUBERMIMPI DESAKU MENJADI DESA GLOBAL 
Seperti biasa kujalani rutinitas kehidupan keseharian sebagai mana adanya dan selalu mensyukuri keadaan apa adanya. Aku seperti masyarakat umumnya punya cita-cita dan selalu mencoba berkarya dan berkarya dengan suatu perencanaan , masalah hasilnya yang kuasa sudah mengaturnya sesuai dengan apa yang mestinya harus terjadi.
Aku yang berlatar belakang keluarga petani, yang kebetulan telah dibiayai oleh keluarga sampai sarjana, yang mana faktanya harus kembali ke desa dan melakukan kegiatan Wirausaha ditengah kehidupan dan Alam Pedesaan yang sudah mulai terdesak oleh Budaya Perkotaan. Yang selalu aku pikirkan “ Bagaimana caranya menjalani kehidupan di Desa bisa memadukan antara kegiatan Pribadi dengan kegiatan Sosial Kemasyarakatan tidak berdalih menyalahkan kehidupan Sosial Budaya orang Bali “?, masih bisa menghadiri sangkepan, dan bisa mengikuti perkembangan teknologi serta berselancar bersama diarena perubahan yang selalu terjadi setiap detak nafas kehidupan. 
Disamping kegiatan usaha, aku juga cukup aktif mengikuti kegiatan Organisasi di Banjar, terkadang sering kegiatan usaha bertabrakan dengan sangkepan, sukaduka dan lain-lainnya. Dan tanpa kusadari Dalam kepenatan melakukan tugas rutin harian, memacu tidurku lebih cepat dari biasanya , dan aku tiba-tiba sudah ada dialam mimpi.
Dalam perjalanan mimpiku aku betul-betul sangat menikmati betapa tiba-tiba kondisi riil desaku dialam mimpi berubah menjadi Desa Global. Sangkepan yang dulunya dipimpin oleh Klian Banjar membahas rutinitas ayahan banjar, dedosan, piodalan, berubah suasana penyajiannya dengan sedikit sentuhan Teknologi Informasi yang berbasis Internet sehingga topiknya akan lebih mengembang kearah pembahasan tentang politik, ketenagakerjaan, ekonomi dan sosial budaya secara global, tidak saja terfokus di satu wilayah yang tertutup dengan perkembangan informasi dan komunikasi yang sudah mengglobal. bahkan Krama Banjar yang ada diluar atau di perantauan bahkan yang telah sukses di luar negeri tidak lagi bertanya apa yang bisa saya bisa sumbangkan untuk Banjar saya atau Desa saya ? Tidak ada alasan lagi untuk tidak berbuat untuk Banjar / Desa. Krama Banjar yang ada diluar sudah bisa secara aktif ikut melaksanakan sangkepan dengan media online / teleconference yang sekarang hanya dinikmati dalam acara-acara akbar Pemerintah maupun BUMN saja. Semua informasi kegiatan di Desa atau di Banjarnya bisa diinformasikan dengan dibuatnya website atau situs yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Dengan Teknologi Internet mereka bisa mengobati rindunya akan kampung halaman, tanpa mereka harus tercabut dari akar budaya yang telah melahirkan dan membesarkannya.
Begitu juga anak-anak muda yang dulunya tidak mau tinggal di Desa, dengan Penampilan Desa yang berubah, mereka mulai tertarik tinggal di Desa dengan berkreatifitas membuat kegiatan usaha, tanpa mereka harus kebingungan mencari informasi melalui media internet menawarkan produk mereka. Para petani juga tidak lagi kesulitan mencari informasi tentang benih dan informasi pemasaran produk pertanian mereka. Dengan Teknologi Internet praktis dari anak sekolahan dan anak-anak yang telah tamat SMA bisa mencari informasi Lowongan Kerja .
Dalam keasyikan menikmati alam mimpi tiba-tiba terbangun oleh hujan dan petir yang keras. Dan sesaat aku tersadar bahwa aku lagi bermimpi. Dalam hatiku kuberdoa semoga teman-teman, saudara, sahabat, krama, Lembaga Donor , terpanggil mewujudkannya . Sementara kulanjutkan tidurku …… , semoga untuk mimpi dalam episode berikutnya teman-teman bisa menyumbangkan mimpi-mimpi yang lainnya. 
7. SANGGAR TELEMATIKA BANJAR TEGALLINGGAH.
Apa yang ada dibenak anda saat anda mendengar kata Desa / Dusun / Banjar?
Yang terbayang saat ini dibenak masyarakat hampir kebanyakan memberikan kesan sesuatu yang terbelakang dengan SDM yang rata-rata tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan dan lain sebagainya.
Berbicara tentang kemiskinan dan mengatasi kemiskinan yang tampak dari usulan masih berkutat bantuan berupa RASKIN, BLT, masih berkutat pada urusan perut dan urusan fisik, yang belum menyentuh urusan Intelektual, Life Skill / ketrampilan dan Pemanfaatan Teknologi sebagai sarana Informasi dan Promosi.
Lembaga Banjar yang merupakan Lembaga Tradisional yang merupakan benteng terakhir dari Budaya masyarakat Bali, yang menjadi tulang punggung Pariwisata Budaya Bali. Berbicara Slogan Ajeg Bali terkesan yang tampak dari luar begitu berbicara tentang Lembaga Banjar sepertinya terbayang kesan Tradisional yang jauh dari sentuhan kemasan Teknologi mengajegkan nilai-nilai yang sudah semestinya ada suatu perubahan khususnya dalam hal Teknologi Informasi. Dan seperti telah kita ketahui, siapa yang pegang informasi, dia akan maju dan sukses.
Kecendrungan anak-anak muda lebih senang dan tertantang dengan variasi motor, dan senang akan dunia kebut-kebutan. Punya handphone generasi baru dengan canggih teknologi tapi tidak dipergunakan kepada suatu hal yang bisa meningkatkan ilmu pengetahuan, memperoleh informasi dan tentunya bisa menghasilkan tambahan pendapatan.
Bagi Anak-anak muda sekarang trend berkiprah kepartai dengan motivasi semua ingin serba cepat dan serba wah, tanpa dibekali ketrampilan yang cukup dan wawasan yang memadai, karena termotivasi gaji besar dan pekerjaan yang gampang, lupa pada esensi setelah duduk harus memperjuangkan aspirasi masyarakat, dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Dan kita sering melupakan artinya sebuah proses yang perlu waktu dan komitment.
Dalam menyongsong globalisasi, mau tidak mau, suka tidak suka kita semua dihadapkan pada suatu Persaingan Bebas/ Global. Dan teknologi yang mendukung untuk itu adalah salah satunya Teknologi Informasi / Internet. Berbicara tentang internet dan teknologi ini sering dikonotasikan sebagai suatu yang kurang baik, seperti contoh akses gambar porno dan hal-hal yang sifatnya negatif. Untuk itu pada moment ini bagaimana tentang pencitraan tersebut bisa dikurangi bahkan dihilangkan.
Misi yang sangat mendasar dan sangat memberi arti, apa yang diprogramkan oleh pihak Telkom, membuat Pilot Project meluncurkan Program Sanggar Telematika ( E- Banjar ) yang berbasis Teknologi Informasi / Internet, sehingga warga banjar atau warga desa khusus generasi mudanya / Seka Teruna yang ada bisa lebih cepat menguasai Teknologi Informasi, sehingga potensi yang ada di Desa bisa ditampilkan di Web E-Banjar. Dan yang lebih penting adalah dengan teknologi akan menambatkan pada muara akhir kesejahteraan masyarakat dengan harapan akan meningkat, dengan catatan asal dimanfaatkan secara benar.
Sudah saatnya mari bangkit dari tidur panjang dengan mimpi-mimpi indah, sementara kita harus menyiapkan mental generasi mendatang yang mau bekerja keras, tidak menjadi generasi yang Instan, apalagi bermental Priyayi …..!!!!!
Mari kawan ….., siapkan fisik dan mental kita untuk mengadakan perubahan mengusung paradigma baru di era modernisasi dan teknologi dan mari tunjukan bahwa kita bisa.
8. Layanan Puskesmas Karangduren
          [DATA DASAR] PUSKESMAS KARANGDUREN · Balung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. - *Balung* adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan Balung terletak di sebelah selatan Kabupaten Jember, seki 7 months ago. [PROGRAM LANSIA] PUSKESMAS KARANGDUREN PUSKESMAS KARANGDUREN: Jl. Gambirono No. 72 Desa Karangduren, Kecamatan Balung. Phone : +62-336-624441. View my complete profile Aktivasi Akun Member Baru - Selamat Datang di Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community! Anda atau seseorang menggunakan alamat email ini ( pkm.karangduren.pppm@blogger.com) 1 day ago. [PROGRAM PENGOBATAN] PUSKESMAS KARANGDUREN · [medicastore.com] Product Of The Day Medicastore 06-12 Desember 2010 - [image: product of the day] . PUSKESMAS KARANGDUREN: Jl. Gambirono No. 72 Desa Karangduren, Kecamatan Balung. Phone : +62-336-624441. View my complete profile Selanjutnya STM Negeri Langsa pindah pada lokasi yang baru di jalan Jendral Ahmad Yani Desa Paya Bujuk Seulemak Langsa Aceh Timur dan diresmikan oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. DR. Syarif Thaib pada tahun 1978. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. . MESIN DIESEL MESIN DIESEL Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas MESIN DIESEL 08 MESIN DIESEL 31 MESIN DIESEL adalah sejenis . Di Indonesia, anime Naruto ditayangkan oleh Global TV setiap hari Senin hingga Jumat pada pukul 18.30. Dua episode berurutan ditayangkan sekaligus, sehingga durasi penayangan menjadi satu jam. Kekacauan terjadi di desa Konoha dan korban banyak berjatuhan.akhirnya ada seseorang yang berhasil menyegel Kyuubi itu ke tubuh Naruto, seseorang yang berhasil menyegel siluman rubah ekor itu dikenal sebagai Yondaime Hokage,Hokage ke 4 atau Namikaze Minato yang tidak lain Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. One Piece (ワンピース wanpīsu) adalah sebuah anime dan manga tentang sekelompok bajak laut yang dipimpin oleh Monkey D. Luffy yang pergi mencari harta karun legendaris bernama One Piece. . Cerita Kuro Luffy, Nami dan Zoro pergi ke sebuah desa dan akhirnya mereka terlibat konflik dengan bajak laut Kuro. Mereka juga bertemu dengan seorang pemuda pemberani dari desa, Usopp dan Luffy mengajaknya bergabung karena melihat Desa Global adalah konsep mengenai perkembangan teknologi komunikasi di mana dunia dianailogikan maenjadih sebuah desa yang sangat besar. Marshall McLuhan memperkenalkan konsep
Pemanasan Global - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, Artikel utama untuk
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas. Radio Global FM 107.3 MHZ; Riau Pekanbaru Jl. Pramuka Km. 4, Mushalla Daarunnadwah, Desa Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari. The historic Blue Marble photograph, which helped bring environmentalism to the public eye. Salah satu contoh pertama adalah orang-orang Bishnois di Rajasthan, India, yang rela mati demi mencegah penebangan pohon-pohon di desa mereka atas perintah raja. Beberapa tokoh modern adalah John Muir dan Henry David Thoreau. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas lereng gunung Tambora, terdapat beberapa desa Letusan ketiga ini mempengaruhi iklim global
through an elected lurah or kepala desa approximately 10.5%. Indonesia Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Diakses pada 2007-03-25 ^ Volcanoes of Indonesia. Global Menurut Global Property Guide, kenaikan harga perumahan itu didorong rentetan pembelian oleh warga China yang ingin mengambil keuntungan dari pemulihan ekonomi yang kuat di kawasan tersebut. . Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/ Real_property Pulau Batam Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Pulau Batam adalah pulau di Provinsi Kepualauan Riau, di mana terdapat Kota Batam. Pulau ini merupakan pulau yang paling berdekatan dengan Negara Singapura,
Matthew Montague-Pollock, penerbit Global Property Guide, di situs web perusahaan mengatakan,"Kami ingin membawa perspektif yang sama yang dilakukan investor saham dengan investasi di perumahan internasional. . Sumber : http://id. wikipedia.org/wiki/Real_property Pulau Batam Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Pulau Batam adalah pulau di Provinsi Kepualauan Riau, di mana terdapat Kota Batam. Pulau ini merupakan pulau yang paling berdekatan dengan Negara Menurut Global Property Guide, kenaikan harga perumahan itu didorong rentetan pembelian oleh warga China yang ingin mengambil keuntungan dari pemulihan ekonomi yang kuat di kawasan tersebut. . Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Pulau Batam adalah pulau di Provinsi Kepualauan Riau, di mana terdapat Kota Batam. Pulau ini merupakan pulau yang paling berdekatan dengan Negara Singapura, terpisahkan oleh selat selebar 15 km, dan merupakan kawasan
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas. Desa di Indonesia, menurut Peraturan Pemerintah Nombor 57 Tahun 2005 tentang Versi tankoubonnya terbit sebanyak 12 jilid dan 1 jilid spesial yang berjudul How to Read 13 yang berisi tentang penjelasan dan profil tentang Death Note. Di Indonesia anime ini ditayangkan Global TV. . virus ini pernah menginfeksi di sebuah desa terpencil di Thailand dan satu – satunya orang yang tidak terinfeksi adalah seorang anak yang bernama Boy. anak itu diselamatkan oleh agen watari lainnya yang berinisial F dan menyuruhnya untuk menghubungi watari, Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas. Universiti Indo Global Mandiri; Universiti Bahasa Indonesia; Basa Jawa; Български; Català
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas. Kepala Desa ialah ketua desa di Indonesia. Tempoh jawatannya enam tahun yang boleh Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas RK)/anak kampung, yang semua itu merupakan bagian dari sebuah desa / Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas tahun 1912, pengawal nasional diciptakan sebagai angkatan polisi desa
Bottom of Form

9. Menuju Desa Global Mandiri
  • http://www.profildesa.com/dokdata/petakabbdg190x130.jpg
Kabupaten Bandung terdiri 277 desa dan kelurahan, tersebar di 31 kecamatan. Setiap desa memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan  untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sejauh ini, berbagai potensi di perdesaan itu belum optimal terpublikasikan oleh media massa, baik media cetak, radio maupun televisi. Informasi yang disampaikan pun baru sepotong-sepotong. Daya jangkau publikasinya juga masih terbatas secara geografis.
  • Keterbatasan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan internet. Melalui media internet, berbagai potensi desa dapat dipublikasikan secara global ke seluruh penjuru dunia.
Materi informasi juga dapat tersimpan secara permanen, sekaligus menjadi data base online. Isinya bisa diakses setiap waktu, kapan saja ketika diperlukan oleh para pengguna internet. Dengan demikian, berfungsi pula sebagai dokumentasi virtual yang mudah ditemukan saat diperlukan.
http://www.profildesa.com/dokdata/padi.jpg
  • http://www.profildesa.com/dokdata/internet190x130.jpg
Pembangunan situs Profil Desa ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan penginformasian beragam potensi desa. Isinya akan terus diperbarui sesuai perkembangan setiap desa.
Semoga kehadiran portal Profil Desa ini menjadi bahan referensi, sekaligus memberi kontribusi dalam mempercepat kemajuan desa. Sehingga keberadaan desa bisa menjadi bagian proses globalisasi, yang terus berkembang seiring dinamika zaman, namun tetap bertumpu pada potensi dan kearifan lokal.

10. Warta Desa
Pemerintah Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan sosial sejumlah Rp 1,94 miliar. Dana tersebut untuk peningkatan sumber daya manusia, sarana keagamaan, dan pengembangan ekonomi kerakyatan. Penyerahan bantuan dilakukan di Gedung Mochamad Toha, Soreang, pada Kamis 2 Desember 2010.
FINA Af'idatussofa (14) bukan siswa sekolah internasional dan bukan anak orang berada. Ia lahir sebagai anak petani di Desa Kalibening, tiga kilometer perjalanan arah selatan dari kota Salatiga menuju Kedungombo, Jawa Tengah. Karena orangtuanya tidak mampu, ia terpaksa melanjutkan sekolah di SMP Alternatif Qaryah Thayyibah di desanya. Namun, dalam soal kemampuan Fina boleh dipertandingkan dengan siswa sekolah-sekolah mahal yang kini menjamur di Jakarta.

MESKI bersekolah di desa dan menumpang di rumah kepala sekolahnya, bagi Fina internet bukan hal yang asing. Ia bisa mengakses internet kapan saja. Setiap pagi berlatih bahasa Inggris dalam English Morning. Ia pernah menjuarai penulisan artikel on line di kotanya. Ia juga berbakat dalam olah vokal meski ia mengatakan tidak ingin menjadi seorang penyanyi.

"Kalau menjadi penyanyi, pekerjaanku hanya menyanyi. Padahal, cita-citaku banyak. Aku ingin jadi presenter, aku ingin jadi penulis, pengarang lagu, ilmuwan, dan banyak lagi? Aku juga ingin berkeliling dunia," kata Fina.

SMP Alternatif Qaryah Thayyibah resmi terdaftar sebagai SMP Terbuka, sekolah yang sering diasosiasikan sebagai sekolah untuk menampung orang-orang miskin agar bisa mengikuti program wajib belajar sembilan tahun. Namun, siswa SMP Alternatif Qaryah Thayyibah sangat mencintai dan bangga dengan sekolahnya.

Pukul 06.00 sekolah sudah mulai dan baru berakhir pada pukul 13.30. Akan tetapi, jam sekolah itu terasa sangat pendek bagi murid-murid sekolah tersebut sehingga setelah makan siang mereka biasanya kembali lagi ke sekolah. Mereka belajar sambil bermain di sekolahnya sampai malam, bahkan tak jarang mereka menginap di sekolah.

Murid-murid SMP Qaryah Thayyibah memang sangat menikmati sekolahnya. Bersekolah merupakan sesuatu yang menyenangkan. Guru bukanlah penguasa otoriter di kelas, tetapi teman belajar. Mereka bebas berbicara dengan gurunya dalam bahasa Jawa ngoko, strata bahasa yang hanya pantas untuk berbicara informal dengan kawan akrab.

Di kelas mereka juga sangat bebas. Mereka bisa asyik mengerjakan soal-soal matematika dengan bersenda gurau, ada yang mengerjakan soal sambil bersenandung, yang lain bermain monopoli. Suasana bermain itu bahkan di taman kanak-kanak pun kini makin langka karena mereka dipaksa oleh gurunya untuk membaca dan menulis.

SMP Qaryah Thayyibah lahir dari keprihatinan Bahruddin melihat pendidikan di Tanah Air yang makin bobrok dan semakin mahal. Pada pertengahan tahun 2003 anak pertamanya, Hilmy, akan masuk SMP. Hilmy telah mendapatkan tempat di salah satu SMP favorit di Salatiga. Namun, Bahruddin terusik dengan anak-anak petani lainnya yang tidak mampu membayar uang masuk SMP negeri yang saat itu telah mencapai Rp 750.000, uang sekolah rata-rata Rp 35.000 per bulan, belum lagi uang seragam dan uang buku yang jumlahnya mencapai ratusan ribu rupiah.

"Saya mungkin mampu, tetapi bagaimana dengan orang-orang lain?" tuturnya. Bahruddin yang menjadi ketua rukun wilayah di kampungnya kemudian berinisiatif mengumpulkan warganya menawarkan gagasan, bagaimana jika mereka membuat sekolah sendiri dengan mendirikan SMP alternatif. Dari 30 tetangga yang dikumpulkan, 12 orang berani memasukkan anaknya ke sekolah coba-coba itu. Untuk menunjukkan keseriusannya, Bahruddin juga memasukkan Hilmy ke sekolah yang diangan-angankannya.

"Saya ingin membuat sekolah yang murah, tetapi berkualitas. Saya tidak berpikir saya akan bisa melahirkan anak yang hebat-hebat. Yang penting mereka bisa bersekolah," kata Bahruddin.

Bahruddin mengadopsi kurikulum SMP reguler di sekolahnya. Ia menyatakan tidak sanggup menyusun kurikulum sendiri. Lagi pula sekolah akan diakui sebagai sekolah berkualitas jika bisa memperoleh nilai yang baik dan mendapatkan ijazah yang diakui pemerintah. Karena itulah ia memilih format SMP Terbuka. Akan tetapi, ia mengubah kecenderungan SMP Terbuka sekadar sebagai lembaga untuk membagi-bagi ijazah dengan mengelola pendidikannya secara serius.

Sekolah itu menempati dua ruangan di rumah Bahruddin, yang sebelumnya digunakan untuk Sekretariat Organisasi Tani Qaryah Thayyibah. Jumlah guru yang mengajar sembilan orang, semuanya lulusan institut agama Islam negeri dan sebagian besar di antaranya para aktivis petani.

Guru pelajaran Matematika-nya seorang lulusan SMA yang kini mondok di pesantren. Akses internet gratis 24 jam diperoleh dari seorang pengusaha internet di Salatiga yang tertarik dengan gagasan Bahruddin. Dengan modal seadanya sekolah itu berjalan.

Ternyata pengakuan terhadap keberadaan SMP Alternatif Qaryah Thayyibah tidak perlu waktu lama. Nilai rata- rata ulangan murid SMP Qaryah Thayyibah jauh lebih baik daripada nilai rata-rata sekolah induknya, terutama untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
Sekolah itu juga tampil meyakinkan, mengimbangi sekolah-sekolah negeri dalam lomba cerdas cermat penguasaan materi pelajaran di Salatiga. Sekolah itu juga mewakili Salatiga dalam lomba motivasi belajar mandiri di tingkat provinsi, dikirim mewakili Salatiga untuk hadir dalam Konvensi Lingkungan Hidup Pemuda Asia Pasifik di Surabaya. Pada tes kenaikan kelas satu, nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Inggris siswa Qaryah Thayyibah mencapai 8,86.
SMP Alternatif Qaryah Thayyibah juga maju dalam berkesenian. Di bawah bimbingan guru musik, Soedjono, anak-anak sekolah bergabung dalam grup musik Suara Lintang. Kebolehan anak-anak itu dalam menyanyikan lagu mars dan himne sekolah dalam versi bahasa Inggris dan Indonesia bisa didengarkan ketika membuka alamat situs sekolah www.pendidikansalatiga.net/qaryah. Grup musik anak-anak desa kecil itu telah mendokumentasikan lagu tradisional anak dalam kaset, MP3, maupun video CD album Tembang Dolanan Tempo Doeloe yang diproduksi sekaligus untuk pencarian dana. Seluruh siswa bisa bermain gitar, yang menjadi keterampilan wajib di sekolah itu.

Sulit dibayangkan anak- anak petani sederhana itu masing-masing memiliki sebuah komputer, gitar, sepasang kamus bahasa Inggris-Indonesia dan Indonesia-Inggris, satu paket pelajaran Bahasa Inggris BBC di rumahnya. Semua itu tidak digratiskan. Anak-anak memiliki semua itu dengan mengelola uang saku bersama-sama sebesar Rp 3.000 yang diterima anak dari orangtuanya setiap hari. Uang sebesar Rp 1.000 dipergunakan untuk mengangsur pembelian komputer. Untuk sarapan pagi, minum susu, madu, dan makanan kecil tiap hari Rp 1.000, sedangkan Rp 1.000 lainnya untuk ditabung di sekolah. Tabungan sekolah itu dikembalikan untuk keperluan murid dalam bentuk gitar, kamus, dan lain-lainnya.

Tidak mengherankan jika anak-anak dan orangtua mereka bangga dengan sekolah itu. Betapa tidak, di sekolah yang berdekatan dengan rumah di sebuah desa kecil mereka mendapatkan banyak hal yang tidak diperoleh di sekolah-sekolah yang dikelola dengan logika dagang.
       Ismanto (43) menceritakan, anaknya sempat down saat mendaftar SLTP di Salatiga dua tahun lalu. Uang masuknya Rp 200.000, belum termasuk buku dan seragam. Tidak ada seorang murid pun ke sekolah dengan berjalan kaki selain anaknya, Emi Zubaiti (13). Bahkan Ismanto ikut menikmati komputer yang dikredit dari uang saku anaknya. Dibimbing anaknya, sekarang Ismanto mulai belajar komputer. "Tidak pernah terpikir, saya bisa membelikan komputer. Kini saya malah bisa ikut menikmati," kata Ismanto.

BAB III
PENUTUP
          Makalah yang berjudul Global village (Desa Global) disusun dalam rangka untuk memenuhi tugas menyusun makalah mata kuliah teknologi informasi dan komunikasi program studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan program Pascasarjana Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. 
          Demikian, semoga makalah ini dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan penilaian.










DAFTAR PUSTAKA
McLuhan, Marshall. 1968. War and Peace in the Global Vilage. USA: Bantam Book Inc.
1964. Understanding Media: Extension of Man. USA: A Signet Book.
1968. The Medium is The Message: An Inventory of Effect. USA: Bantam Book Inc.
http://www.profildesa.com/ tanggal 6 Desember 2010


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar