Rabu, 09 November 2011

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Khususnya Internet, di Sekolah di Indonesia


Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Khususnya Internet, di Sekolah di Indonesia
Oleh:
Bambang Purnomo

KATA PENGANTAR


            Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga soal ujian akhir semester dapat terjawab.
             Jawaban  ini disusun  dalam rangka untuk memenuhi tugas ujian akhir semester mata kuliah Teknik Informatika dan Komputer (TIK) program pasca sarjana, program studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.
            Jawaban ujian akhir semster ini merupakan jawaban dari pengetahuan secara komprehensif yang saya dapatkan selama semester 2 tahun pelajaran 2010/2011, bahan-bahan dari berbagai sumber antara lain: buku-buku yang disarankan dan buku-buku lain, paparan dari Profesor Dr. Supriyoko, S.D.U., M.Pd. dan materi-materi dari hasil unduhan di media internet.
            Akhirnya saya berharap semoga jawaban ini sesuai dengan jawaban yang diharapkan dan dapat memenuhi tugas dalam menempuh mata kuliah Teknologi Informatika dan Komputer (TIK).

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER

Mata Kuliah    :  TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER
Prog. Studi      :  PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN (PEP)
Program           :  MAGISTER KEPENDIDIKAN
Semester          :  SMT-2
W a k t u         :  7 HARI
S i f a t                   :  TAKE HOME EXAMINATION
Dosen              :  PROF. DR. KI SUPRIYOKO, S.D.U., M.PD.



SOAL:

Penerapan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia semakin sulit dihindarkan. Cepat atau lambat teknologi informasi dan komunikasi harus diterapkan di sekolah dan perguruan tinggi. Pertanyaannya adalah sbb:

1.      Sebutkan aspek positif dan negatif penerapan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia; dan seberapa mendesakkah penerapan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.
2.      Jelaskan konsep Saudara untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia dengan mengingat kondisi objektif yang ada.

        

KETERANGAN:
1.      Mahasiswa diminta menjawab soal sesuai dengan latar belakang tempat kerjanya
2.      Soal ini diberikan tgl 27 Januari 2011 dan jawaban dikumpulkan pada saat UAS (tgl
         4  Februari 2011)












JAWABAN SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER


Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Khususnya Internet, di Sekolah di Indonesia

Oleh: Bambang Purnomo

1.Sebutkan aspek positif dan negatif penerapan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia; dan seberapa mendesakkah penerapan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Jawaban:

     Sebelum menjawab pertanyaan tersebut diatas saya berikan ilustrasi pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), khususnya Internet, kepada sekolah-sekolah di Indonesia yang memberikan dampak kemajuan seperti yang terlihat pada gambar 1 di bawah ini:

KE
MA
JU
AN
POSITIF
 

           
T
I
K
SE
KO
LAH

 
NEGATIF
 








Gambar 1: Diagram  pengaruh TIK pada sekolah di Indonesia yang memberikan kemajuan tetapi berpeluang menimbulkan dampak positif dan negatif
           
Dari gambar 2 diatas diilustrasikan bahwa  Teknologi Informasi dan Komunikasi mempengaruhi kemajuan pada sekolah-sekolah di Indonesia dan telah menghasilkan kemajuan-kemajuan tetapi kemajuan itu bagai pedang bermata dua, satu ujungnya berdampak positif dan ujung yang lainnya  memberi ekses yang negatif. Hal ini terjadi tergantung bagaimana kemajuan tersebut disikapi oleh masing-masing individu di setiap tempat, saat dan kesempatan. Kalau kemajuan dimanfaatkan pada hal yang positif maka, akan positiflah dan bermanfaat kemajuan tersebut bagi pengguna dan kita semua. Tetapi jika kemajuan dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif maka, akan negatif dan mudhlorot-lah yang timbul. Kita dihadapkan kepada keduanya, mau memilih jalan yang lurus dan positif atau jalan bengkok berliku yang negatif.
Berikut aspek positif dan negatif dari penerapan teknologi informasi dan komunikasi, khusunya internet di sekolah-sekolah di Indonesia seperti dalam  tabel 1 di bawah ini:


ASPEK
POSITIF
NEGATIF
1. Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.

2. Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.

3. Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.

4. Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar/siswa.

5. Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran.

6. Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line.
Dengan tidak terbatasnya ruang, waktu dan materi yang ada maka memungkinkan sekali sebagian siswa mengakses hal-hal yang tidak mendidik misalnya: situs porno, game yang bersifat kekeras dan game-game yang dapat melalaikan belajar.
2. Dengan tidak adanya batasan waktu maka memungkinkan sebagian siswa lalai memanfaatkan waktu belajar, bermain, istirahat dan bekerja.
3. Sebagian siswa yang rendah motivasi belajarannya memilih topik-topik game atau situs yang mereka senangi.


4. Waktu untuk belajar pada sebagian siswa terpakai oleh kesenangan siswa yang kurang motivasinnya

5. Banyak juga perkembangan hal-hal yang baru sifatnya tidak mendidik

6. Gamepun sekarang juga bisa interaktif bahkan dapat digunakan untuk berjudi bagi sebagian siswa yang bermotivasi belajar rendah dan untuk memamtau anak-anak yang seperti tersebut sudah pandai berbohong dan belum memahami arti pentingnya belajar untuk kepentingan mereka.

            Sebenarnya, dengan berkembang-pesatnya arus globalisasi dan persaingan global kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, sudah sangat mendesak untuk diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, tetapi karena luasnya wilayah dengan penduduk yang besar dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang situasi dan kondisi masing-masing wilayah berbeda-beda dan sangat beragam. Dengan kondisi yang demikian maka faktor pendukung terhadap terselenggaranya jaringan internet masih menjumpai hambatan. Hambatan-hambatan itu antara lain: ada sekolah di daerah yang belum terdapat jaringan listrik, kemampuan pemerintah yang belum dapat mengembangkan internet di setiap sekolah din Indonesia berkaitan dengan biaya untuk pengadaannnya sangatlah terbatas, peran serta masyarakat yang sebagian wilayah masih rendah sehingga pengembangan sekolah juga menjumpai hambatan, sumber daya pendidik yang belum dimiliki oleh setiap sekolah di Indonesia, belum semua wilayah di Indonesia mendapatkan sarana dan prasarana jaringan internet, ada sebagian kelompok yang memandang bahwa internet belum menjadi kebutuhan pokok dalam hidupnya dan ada sebagian kelompok yang memandang teknologi tersebut haram Karena adanya kandungan hal-hal yang bersifat pornografi, pornoaksi dan pornovoisasi. Hal-hal yang tersebut diatas yang menghambat terhadap pengembangan internet disabagian sekolah-sekolah di Indonesia.

















2. Jelaskan konsep Saudara untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia dengan mengingat kondisi objektif yang ada.
Jawaban:
     Konsep untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet , yang dilakukan di sekolah di Indonesia pada umumya (Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen khusunya) antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Konsep untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, pada awalnya disosialisasikan kepada seluruh unsur yang terkait dengan institusi antara lain, para guru, karyawan, majelis sekolah, para siswa dan orang tua siswa.
2.      Dimasukan sebagai salah satu program prioritas pengembangan sekolah dalam hal ini pengembangan TIK.
3.      Mencari alternatif pembiayaan yang memungkinkan dapat mendukung tentang pengemnbangan tersebut, antara lain, usulan kepada pemerintah, usulan kepada orang tua siswa dan kepada sejumlah stake holder peduli pendidikan yang memungkinkan untuk pengembangan tersebut.
4.      Karena biaya yang cukup besar maka pengembangan dalam hal ini memerlukan tahapan-tahapan antara lain, pengadaan jaringan listrik, pengadaan komputer atau laptop dengan spesifikasi yang dapat digunakan untuk mengakses jaringan internet, pengadaan modem dan atau hot spot untuk mengembangkan efektifitas penggunaannya.
5.      Pengadaan komputer tersebut juga dilakukan melalui pertahapan untuk menuju kondisi ideal misalnya pentahapan tersebut dari pengadaan 8 komputer sehingga misalnya jumlah siswa dalam rombongan belajar sebanyak 40 siswa, 1 komputer untuk 5 siswa, berikutnya 12 komputer sehingga 1 komputer untuk 3 siswa, selanjutnya 20 komputer sehingga 1 komputer untuk 2 siswa, sampai 40 komputer sehingga satu siswa dapat mengunakan 1 komputer.
6.      Secara bertahap sekolah juga untuk mengadakan laptop untuk media pembelajaran guru sebagai sarana akses internet yang lebih efektif dibanding komputer duduk serta setiap ruang untuk dilengkapi dengan  LCD proyektor untuk sarana media  visual yang cukup baik dan efektif.
7.      Menyelenggarakan pelatihan berkaitan petugas untuk mengelola program internet tersebut dan juga sasaran pengguna di sekolah. Para siswa bimbingan dalam pembelajaran TIK, bapak, ibu guru dan karyawan melalui kegiatan workshop pemanfaatan TIK dalam jaringan internet si sekolah.
8.      Kerjasama dengan penyedia jasa internet sehingga jaringan dapat terkoneksi dengan kulaitas yang baik.
9.      Melakukan antisipasi dengan pembatasan akses internet yang berdampak negatif atau dengan kata lain meminimalkan aspek negatif yang kemungkinan muncul di sekolah.
10.  Merintis optimalisasi pengembangan internet sekolah untuk pembelajaran yang berkualitas.
       Berikut diberikan diagram konsep pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah seperti terlihat pada gambar 2 di bawah ini:
TIK
INTERNET
TIM PENGEMBANGAN SEK,  WARGA SEK,
MEJELIS
SOSIALISASSI, PLENO, PERSETUJUAN APBS
KTSP , RENSTRA, RENOP,APBS
PELAKSANAAN PROGRAM, APBSP, LKS
 


























EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN, TINDAK LANJUT
PENYUSUNAN KTSP, RENOP, DAN APBS TAHUN BERIKUTNYA
 











Gambar 2: Diagram Konsep Program Pengembangan Internet di sekolah.
            Dari gambar 2 diatas digambarkan alur bagaimana sebuah program internet masuk pada program pengembangan sekolah. Langkah awal mengidentifikasi program internet masuk sekolah dengan mempertimbangkan aspek positif dan negatifnya. Selanjutnya dari aspek positif dan negatifnya agendakan aspek positif yang didapat dan aspek negatif upayakan untuk diminimalisasikan bila mungkin ditiadakan. Setelah itu di bawa ke rapat Tim pengembang sekolah yang terdiri unsure, pendidik, tenaga kependidikan, majelis sekolah yang dituangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan melalui Rencana Strategis (Renstra) rencana pengembangan sekolah 4 tahuan dan Rencana Operasional (Renop) rencana pengembangan sekolah 1 tahunan. Dilanjutkan pada pembiayaan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ( RAPBS). Setelah RAPBS tersusun lalu dibawa pada rapat sosialisasi program pengembangan sekolah dan pembiayaannya dan keputusan diputuskan melalui pleno sekolah bersama seluruh orang tua siswa. Setelah dipuruskan dalam pleno selanjutnya program disahkan menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) yang merupakan pedoman bagi kepala sekolah melaksanakan seluruh kegiatan selama tahun pelajaran itu. Dalam perjalanannya sangat mungkin adanya kegiatan yang berubah untuk itu pada bulan April sekolah wajib melakukan perubahan APBS yang selanjutnya dinamakan APBSP. Setelah tahun plejaran selesai kepala sekolah wajib menyusun Laporan Keuangan Sekolah ( LKS) yang isinya pelaksanaan kegiatan dan biaya yang dibutuhkan selama tahuan pelajaran tersebut. Setelah itu kepala sekolah mengadakan evaluasi program pengembangan sekolah dan melakukan program tindak lanjut berdasarkan rekomendasi dari hasil evaluasi program yang selanjutnya dijadikan acuan pengembangan sekolah di tahun pelajaran berikutnya.
            Berkaitan pengembangan internet masuk sekolah itu dikaitkan dengan pengembangan KTSP dan berkaitan beberapa program pengembangan delapan standar nasional pendidikan antara lain adalah sebagai berikut: program peningkatan Standar Proses pembelajaran TIK, pengembangan Standar Sarana Prasarana, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Untuk itu setiap program pengembangan yang dilakukan di sekolah satu pengembangan dapat mencakup pengembangan lebih dari satu pengembangan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dengan peningkatan pencapaian Standar Nasional pendidikan diharapkan program pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM)  di suatu sekolah secara bertahap dapat ditingkatkan. 
            Demikianlah konsep bagaimana implementasi program internet di sekolah-sekolah di Indonesia.






Bottom of Form


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar