Rabu, 09 November 2011

IMPLEMENTASI LESSON STUDY DI SMP NEGERI 2 ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN


IMPLEMENTASI LESSON STUDY
DI SMP NEGERI 2 ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN

Oleh: Bambang Purnomo

Abstract
      Increasing the school quality must be created effectively. One of the activity is how to optimize the learning process every lesson in a school. The effort has a goal how to rise the quality of education in Indonesia.
      SMP Negeri 2 Rowokele Kabuapten Kebumen is one of the youngest yunior high school in 2006. Because of this, the school has many things to improved so that it become the same as or has a similirrity with the others school in Kebumen Regency.
      Optimizing the learning process is one of the priority important program to develope the school with the limitedness. The media to rise the learning process by implementing the  lesson study and/or collaborrative learning in the learning process.
     

Key words: Laporan Pendidikan , Lesson study, Collaborative Learning.


I.  PENDAHULUAN

      SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen adalah salah satu SMP yang baru didirikan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kebumen nomor 421/606/kep/2006 tanggal 1 Juli 2006 dan berdasarkan Keputusan Bupati Kebumen nomor: 821.2/06/2006 tertanggal 25 Agustus 2006 baru memiliki kepala sekolah definitif. Sejak itu Bambang Purnomo, S.Pd, NIP 131840962, Lahir di Kebumen 25 April 1965, Guru SMP Negeri 2 Gombong Kabupaten Kebumen diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Rowokele yang selanjutnya sebagai penyusun laporan pelaksanaan Lesson Study tersebut.
      SMP Negeri 2 Rowokele yang pada bulan September 2006 yang baru memiliki 2 orang guru termasuk kepala sekolah, pada bulan Pebruari 2007 memiliki 13 guru PNS, 1 tenaga administrasi PNS, 3 guru GTT dan 4 orang PTT dan pada April 2007 mendapat tambahan tenaga 1 guru PNS, Kepala TU PNS sampai sekarang.
      SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen baru memiliki 7 rombongan belajara yang terdiri-gari: kelas 7 tiga rombongan belajar, kelas 8 dua rombongan belajar, dan kelas 9 dua rombongan belajar. Untuk mengoptimalkan pembagian tugas pembelajaran, jadwal pembelajaran disusun secara kolaboratif sehingga masing-masing guru dapat mencapai minimal 24 jam tatap muka pembelajaran.
      SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen sebagai institusi yang baru tentu banyak hal yang harus dibenahi antara lain: masalah status sekolah yang berangsur untuk ditingkatkan, masalah sarana prasarana yang perlu untuk dilengkapi secara bertahap, masalah keuangan yang belum semuanya terpenuhi masalah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang perlu ditingkatkan baik kwantits maupun kualitasnya dan masalah kualitas pembelajaran yang perlu untuk segera dioptimalkan.
      SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen didirikan didaerah perbukitan dan dekat dengan pegunungan yang memiliki udara yang cukup segar dan situasi dan kondisi yang cukup tenang dan kondusif untuk mendukung proses pembelajaran yang baik. Sekolah tersebut juga memiliki peserta didik yang berasal dari sekolah-sekolah dasar sekitarnya. Para siswa sebagian besar masih dalam kondisi belum optimal mengapa mereka belajar dan  perlu pemberian motivasi yang terus menerus dan dibangun wawasannya. Sebenarnya kecenderungan untuk menerima bimbingan dari bapak ibu guru cukup besar dan antusias jika pembelajaran dikemas sedemikian rupa sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. 
      Dengan kondisi yang demikian maka pengoptimalan proses pembelajaran adalah salah satu yang perlu dan mendesak untuk dioptimalkan. Media untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut adalah melalui Lesson Study berbasis sekolah. Kerena Lesson Study dapat memberikan tempat untuk saling berkolaborasi antar guru yang memiliki mapel yang sama atau guru antar mapel. Semua pelaku pendidikan memiliki persepsi yang sama akan dibawa kemana institusi tersebut.
      Dalam kondisi tertentu guru dapat melaksanakan pembelajaran collaborrative bersama guru mata pelajaran yang sama atau antar guru mata pelajaran. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengembangkan profesionalitas para guru khususnya guru-guru SMP Negeri 2 Rowokele.

II. LAPORAN KEGIATAN

A. Workshop Awal Tahun Pembelajaran
      Workshop dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pelatihan Managemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) pada hari Kamis, 26 Juli 2007 sampai dengan 28 Juli 2007 pada awal tahun pembelajaran 2007/2008. Peserta workshop terdiri dari Kepala sekolah, Perwakilan Guru, Perwakilan Tenaga Tata Usaha dan Komite SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen.
      Workshop tersebut dilakukan dalam rangka untuk menentukan Rencana kegiatan sekolah untuk mencapai tujuan sekolah dalam satu tahun maupun tujuan jangka panjang sekolah yang tertuang dalam visi dan misi sekolah.
      Tim sekolah bersama komite membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan rencana pengembangan sekolah dengan menyusun Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) yang hasilnya berupa Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (RAPBS) tahun 2007/2008.
      SMP Negeri 2 Rwowokele memiliki visi dan misi sebagai berikut:
Visi Sekolah ’Nurani lokal berwawasan global berdasarkan iman dan taqwa’.
Indikator Visi:
1.      Terwujudnya Proses Pembelajaran yang aktif , kreatif, efektif dan menyenangkan
2.      Terwujudnya hasil lulusan (out-put) yang semakin meningkat dari tahun ketahun
3.      Meningkatnya lulusan yang melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi..
4.      Terwujudnya pembinaan siswa baik intra maupun ekstra sesuai dengan budaya lokal.
5.      Terbinanya motivasi siswa untuk berwawasan global.
6.      Terbinanya pendidikan  keagamaan yang sesuai dengan budaya lokal.
7.      Terbinanya kebiasaan hidup sehat dan bugar.
8.      Terpenuhinya sarana dan prasarana.
9.      Terpenuhinya tenaga pendidik dan kependidikan yang memadai.
Misi Sekolah:
1.       Melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, efisien , menyenangkan dan dialogis.
2.       Melaksanakan peningkatan standar proses yang optimal.
3.       Meningkatkan jumlah siswa yang melanjutkan.
4.       Melaksanakan pembinaaan siswa baik intra maupun ekstra.
5.       Melaksanakan pemotivasian siswa terhadap dunia global.
6.       Melaksanakan kegiatan keagamaan dan pengamalan keagamaan
7.       Melaksanakan kegiatan pembiaasaan hidup baik dan teratur
8.       Meningkatkan sarana dan prasarana.
9.       Mengusulkan permohonan kelengkapan tenaga pendidik dan kependidikan.
       Untuk melaksanakan misi sekolah dalam hal melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, efisien , menyenangkan dan dialogis (misi 1) dan melaksanakan peningkatan standar proses yang optimal (misi 2) sekolah melaksanakannya melalui kegiatan lesson study pada setiap mapel untuk semua tingkatan kelas. Adapun lengkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Sosialisasi Lesson Study  
       Sosialisasi tentang lesson study dilaksanakan dalam forum koordinasi pada hari Senin, 6 Agustus 2007. Peserta yang hadir semua guru dan karyawan SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen. Yang isinya antara lain sosialisasi tentang adanya program lesson study yang merupakan model pengembangan profesi guru yang memiliki sekitar sepuluh langkah untuk dapat terlaksananya kegiatan ini. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut: Workshop lesson study, Penetapan research theme, Penentuan Topik/Materi/KD esensial, analisa buku-buku teks, Penyusunan lesson plan, Pemilihan media yang tepat, Pelaksanaan Research lesson, Revisi lessson plan, Re-learning dan Laporan kegiatan lesson study.

2. Sosialisasi Rambu-Rambu Pelaksanaan Lesson Study 
            Sosialisasi rambu-rambu pelaksanaan lessson study disampaikan dalam forum koordinasi rutin mingguan pada hari Senin, 22 Oktober 2007  merupakan lanjutan dari sosialisasi yang pertama yang masih bersifat teoritis, sedangkan pada sosialisasi yang kedua merupakan teknis pelaksanaannya dan himbauan kepada masing-masing guru untuk mengupayakan terimplementasinya program lesson study di SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen, walaupun program ini baru lahir secara premateur. Waktu pelaksanaan berdasarkan jadwal kolaboratif yang sudah tersusun sejak awal tahun pembelajaran 2007/2008. Pelaksanaan ini diharapkan terlaksanaan dengan dasar bahwa lesson study merupakan salah satu media untuk mengembangkan keprofesionalan para guru dan diharapkan kegiatan ini merupakan kebutuhan bagi semua guru yang ingin menigkatkan tingkat profesionalitasnya. Sosialisasi saat itu diberi judul ‘Rambu-Rambu Pelaksanaan Lesson Study’.

3. Collaborative Learning
            Collaborative learning dilaksanakan oleh guru yang jumlah jamnya pada setiap minggu tatap muka tidak mencapai 24 jam atau guru yang tidak memungkinkan melaksanakan program lesson study karena guru mapel tertentu hanya seorang. Dalam keadaan demikian guru tersebut dianjurkan melaksanakan pembelajaran collaborative antar guru mapel
                          
B. Research Theme ( Tujuan Jangka Panjang Sekolah)
      Dari hasil diskusi kelompok beberapa guru mata pelajaran yang juga dibahas dengan kepala sekolah disepakati tujuan jangka panjang sekolah yang berkaitan dengan kualitas standar proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Rowokele adalah sebagai berikut:
1.      Tertingkatnya keaktifan siswa dalam pembelajaran.
2.      Terlatihnya siswa untuk bekerjasama dalam pembelajaran
3.      Terbentuknya kemandirian siswa melalui pembelajaran.
      Research Theme tersebut diatas yang selanjutnya dikemas dalam setiap pembelajaran oleh semua guru mapel di semua kelas di SMP Negeri 2 Rowokele. Hal ini dilaksanakan dengan pembagian tugas mengajar kolaboratif/tim learning.

C. Pemilihan Topik/Pokok Bahasan/Materi/KD Essensial
      Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah kelompok guru mapel menentukan topik/pokok bahasan/materi/KD essensial. KD essensial dipilih karena urgen, tingkat keterpaikain tinggi, tingkat relevansi dengan mapel lain dan adanya kontinuitas dari materi tersebut. Sebagai contoh mapel IPA kelas 9  memilih materi persilangan monohibrid. Bahasa Inggris keles 9 memilih meteri teks procedure.

D. Text Book Analisis
      Tim lesson study mengalisis buku-buku teks yang mendukung materi tersebut diatas yang merupakan materi yang akan dibelajarakan. Buku teks tidak terpaku pada satu macam buku tetapi berdasarkan pencermatan dari berbagai sumber yang akan digunakan dalam menyusun rencana pembelajaran.

E. Lesson Plan
      Tahap ini Tim menyusun Rencana Pembelajaran (RP)/ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang pertama dengan memperhatikan detail-detail langkah dan waktu pelaksanaan pembelajaran. Jadi RPP tidak sekadar syarat administratif melainkan sebagi pemandu bagi guru penyaji dalam pembelajaran yang akan dilakukan.

F. Learning Media     
      Pemilihan media yang tepat guna merupakan hal yang menjadi alternatif yang dipertimbangkan selain kemempuan sekolah yang relatif sebagai sekolah baru yang sarara dan prasarananya sangatlah terbatas termasuk media pembelajaran tersebut. Sekolah menyarankan agar masing-masing guru meningkatkan kreatifitasnya sehingga dengan situasi dan kondisi yang ada guru tetap dapat menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas. Banyak temam-teman guru mengunakan media dari barabg bekas seperti botol dan gelas kemasan bekas, platik sedotan bekas, gambar-gambar dari majalah/surat kabar, dan juga sebagian ada yang memnfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Sebagai contoh Mapel IPA kelas 9 menggunakan sedotan, gelas dan botol kemasan airmineral bekas, mapel Bahasa Inggris menggunakan Magic Whist yang pembuatannya dilakukan oleh siswa sendiri dengan menggunakan gambar-gambar potongan dari majalah dan koran atau mereka menggambar sendiri yang digunakan dalam pembelajaran teks procedure, descriptive maupun report.   
Pemilihan media tidak harus mahal dan standar seperti yang didrop dari proyek-proyek pengadaan media dari pemerintah. Yang terpenting disini bagaimana para guru kreatif agar pembelajaran dapat berlangsung dengan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Sesuai dengan tujuan jangka panjang sekolah.

G. Research Lesson
      Tahap ini merupakan inti dari pelaksanaaan Lesson Study karena langkah ini merupakan implementasi dari langkah-langkah sebelumnya dan disinilah proses pembelajaran dikaji/diteliti. Kegiatan yang ada adalah learning, observing, dan discussing. Pembelajaran dilaksanakan oleh salah satu guru dalam tim yang ditunjuk. Pembelajaran harus mengikuti langkahg-langkah menurut RPP yang disusun oleh tim, untuk itu semua tim penyusun harus sudah mempelajarai dan mencermati RPP tersebut sebelum dilaksanakan research lesson. Bila perlu untuk dipeer-learningkan terlebih dahulu sehingga mungkin ada kemungkinan munculnya hal-hal yang diprediksi akan muncul pada pembelajaran sesungguhnya. RPP yang pertama dibelajarkan oleh guru yank ditunjuk oleh tim pada kelas tertentu.
      Tugas penyaji melaksanakan sesuai dengan skenario pembelajaran yang ada pada RPP yang disusun oleh tim sedangkan obsever bertugas mengamati jalannya pembelajaran. Catatan untuk bagi para observer bahwa yang diamati adalah perilaku siswa dalam pembelajaran yaitu keaktifannya, kerjasamanya dan kemandiriannya sesuai dengan tujuan jangka penjang yang akan dituju.

1. Research Lesson Siklus I

      Dalam pelaksanaan reseach lessson yang pertama, dilaksanakan doing, observing dan reflecting (seeing). Sebelum pelaksanaan research lesson yang pertama disarankan agar diawali dengan debriefing untuk menekankan kembali tentang tugas penyaji, tugas observer dan hal-hal yang mungkin muncul dalam pembelajaran dan antisipasinya. Setelah  researh lesson yang pertama dilakukan, langsung dilanjutkan dengan discussing. Diskusi dipimpin oleh seorang moderator. Kesempatan pertama diberikan pada penyaji agar merefleksikan pembelajaran yang baru saja dilakukan. Kemudian dilanjutkan para pengamat dan yang terakhir diberikan kepada pakar (knowledgeable other. Setelah semua memberikan laporannya, lalu didiskusikan  dan disimpulkan. Dari hasil simpulan yang ada merupakan pedoman untuk melakukan revisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan Reserch Lesson yang ke dua dan semua laporan dan komentar dicatat yang nantinya sebagai bahan pada saat merevisi RPP yang pertama menjadi RRP revisi untuk pelaksanaan Reserch Lesson siklus II. Pembelajaran pada research lesson disarankan dengan sangat untuk didokumentasikan dalam bentuk foto maupun movie.

2. Research Lesson Siklus II

      Reserch Lesson yang ke dua ini dibelajarkan oleh guru lain yang ditunjuk tim pada kelas yang beda dengan materi yang sama dengan RPP hasil revisi. Jarak waktu research lesson pertama  dan kedua masih dalam minggu yang sama karena jika selang waktunya terlalu lama dikawatirkan jadwal waktu pembelajaran kelas yang pertama dengan yang kedu sudah tidak sesuai dengan jadawal pelajaran. Dalam Reserch Lesson yang ke dua ini memungkinkan untuk menyelenggarakan open house reseach lesson yang pembelajarannya diamati oleh pengamat dari tim, pengamat dari non tim dan para pakar. Pelaksanaan research  lesson yang kedua pada dasarnya hampir sama dengan research  lesson yang pertama hanya ada perbedaan dari RPP, para observer, penyaji dan kelas yang berbeda tetapi proses secara garis besar sama dengan yang pertama. Dalam pelaksanaan diskusi pengamat guru mapel lain/tamu diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil pengamatannya dan jika mungkin masukan-masukan dari beberapa pakar pendidikan khususnya pakar lesson study. Dari catatan hasil diskusi sebagai bahan untuk memuliskan laporan pelaksanaan Lesson Study.

III. LAPORAN LESSON STUDY

A. Laporan Lesson Study Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
      Mata pelajaran IPA adalah mata pelajaran yang pertama kali mengimplementasikan kegiatan lessson study di SMP negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen. Mata pelajaran ini dimpu oleh Sarjan, S.Pd., Suwignyo, S.Pd, dan Robingah A.Md. Semua persiapan dan langkah-langkah dilaksanakan secara Tim sampai menghasilkan RPP yang disusun oleh TIM. Kemudian RPP dibelajarkan oleh Sarjan S.Pd. pada hari Selasa, 13 Nopember 2007 guru yang lain sebagai pengamat tarmasuk pada saat itu Kepala SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen, Bambang Purnomo, S.Pd. sebagai Knowledge-able other sekaligus observer. Berikut catatan hasil kegiatannya:

1. Research Lesson Siklus I
a. RPP pertama
Lesson studi Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa, tangal 13 Nopember jam ke 3 -4 atau pukul 8.50 sampai dengan 10.10 WIB pada kelas IXB dengan jumlah siswa 36 orang.. Pembelajaran dilaksanakan sesuai jam pelajaran awal tahun pelajaran 2007/2008 dengan tidak mengubah jadwal tetap sekolah. Lesson Study dilaksanakan oleh tim guru mata pelajaran di sekolah, salah satu sebagai penyaji sedang guru tim lainya sebagai observer . Adapun Tim lesson study adalah  Sarjan , S.Pd , Robingah, AMd., Bambang Purnomo, S.Pd. Langkah-langkah pelaksanaan siklus I adalah sebagai berikut:
Persiapan;
Penyunan RPP seminggu sebelum pembelajaran dimulai
Analisa RPP tentang kemungkinan kelemahan – kelemahan yang akan muncul dalam pembelajaran.
Pemilihan SK/KD serta materi esensial dalam pembelajaran sedangkan sk yang disajikan adalah SK:2 Kelangsungan hidup Organisme,dengan KD : 2.2. pewarisan sifat dengan topic pembelajaran Persilangan Monohibrid.
Pelaksanaan
Adapun penyaji pada siklus I ini adalah Sarjan, S.Pd./NIP 132072535, dengan observer Robingah, AMd./NIP 500137063 beserta Bambang Purnomo, S.Pd./NIP131840962 sekaligus sebagai pengamat sekolah. Sedangkan RP/RPP yang digunakan dalam penyajian siklus ini adalah sebagai berikut;


Selama pembelajaran observer antusias mengamati keaktipan siswa dalam melakukan pembelajaran mencatan kejadian – kejadian yang positip dan negative yang dilakukan siswa  sebagai bahan perbaikan  pelaksanaan siklus berikutnya. Selama pembelajaran observer tidak  mencampuri  penyaji tentang jalannya proses belajar mengajar saat itu. Adapun penyaji membimbing siswa sambil mengamati aktifitas siswa dalam pembelajaran serta memberi penghargaan pada kelompok siswa yang aktip dan kreatif. Setelah selesai jam pembelajaran guru penyaji memberi tugas laporan kepada siswa secara kelompok selama 1 dikumpulkan paling lambat pada jam pelajaran pada minggu berikutnya.

b. Catatan hasil
Pelaksanaan lesson studi siklusi I ini dapat direkam sebagai berikut;
Penyaji:
Sudah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perangkat yang disusun oleh tim dengan penuh hati-hati dan pembelajaran berjalan sampai akhir jam pelajaran selesai, selama pembelajaran siswa antausias melakukan pengamatan dengan alat yang sudah disediakan oleh kelompoknya masing – masing setelah selesai mengamati siswa/kelompok siswa mendiskusikan hasil pengamatannya kemudian mempresentasikan ternyata seluruh kelompok siswa mampu mempresentasikannya secara lesan didepan kelas. Ini menunjukan pembelajaran ini bisa  membangkitkan aktifitas  siswa.

Sayang lembar kerja percobaan yang dikutip dari buku sains biologi terlalu berbelit – belit sehingga  siswa sulit untuk memahaminya sehingga siswa dalam melakukan percobaan menjadi lambat.sehingga waktu yang disediakan tidak tepat. Siswa mengalami kesulitan saat menganalisa data pengamatan dan hanya 2 kelompok yang mampu mempresentasikan yaitu kelompok 5 dan kelompok 7, sedangkan kelompok lainnya belum sempat presentasi analisa data waktunya habis.

Guru dalam memancing aktifitas siswa masih ada kelemahan karena hasil presentasi siswa hanya dengan lesan sehingga peserta diskusi belum bisa melihat  hasil presentasi secara klasikal sehingga bimbingan untuk menentukan ratio fenotip dan genotif masih dianggap abtrak oleh sebagian siswa. Selain dari pada itu penegasan sifat dominant dan resesif perlu dipertajam sehinga siswa  lebih memahami materi yang abtrak ini menjadi kongkrit. Tapi  penyaji hanya melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran yang sudah disusun.
Observer
  1. Dari hasil para observer
  2. Perlu dipertegas tentang sifat dominant dan sifat resesif dengan mencampur zat warna/tares warna merah dengan merah dan zat warna merah dengan warna putih sehingga materi esensial  yang abstrak ini dapat dipahami oleh siswa.
  3. Perlu dituliskannya  tindakan essensial dalam RPP
  4. Skenario pembelajaran supaya dituliskan lebih jelas pada setiap penyusunan RPP  berikutnya.

2. Ressearch Lesson Siklus II

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Revisi

Langkah-langkah pelaksanaan siklus II adalah sebagai berikut:

Persiapan;
Merefisi RPP  dari refleksi pembelajaran pada siklus I yaitu dengan menuliskan kalimat
1) siswa/kelompok siswa mempresentasikan hasil pengamatannya dengan mengisi table yang disediakan guru dipapan tulis, setelah semua kelompok mempresentasikan dengan mengisi table,  kemudian penyaji membimbing siswa menganalisa data untuk menentukan perbandingan ratio genotif dan ratio fenotif baik dalam anggka maupun dalam prosentase.
2) Perlunya guru melakukan demontrasi dengan mencampur  air warna merah dengan air warna merah, kemudian mencampurkan air warna merah dengan air putih yang ternyata menjadi merah yang membuktikan warna merah menutupi/dominant terhadap warna putih.
3) Merevisi Lembar Kerja siswa supaya menjadi lebih simple dan mudah dipahami siswa sehingga pelaksanaan percobaan menjadi lebih cepat.
4) Mengubah criteria penilaian laporan siswa yang semula nilai maksimumnya 80 diubah menjadi 100, dengan asumsi  menyesuaikan. Penilaian maksimum siswa.
5) Memasukan tujuan jangka panjang sekolah dan tujuan pembelajaran dalam RPP.
6) Mengurangi uraian materi dalam RPP, dengan asumsi uraian materi lebih relevan dicetak tersendiri dalam buku belajar siswa.

Pelaksanaan
Lesson studi Siklus II dilaksanakan pada hari Kamis, tangal 15 Nopember jam ke 1- 2 atau pukul 7.25 sampai dengan 8.35 WIB pada kelas IXA dengan jumlah siswa 37 orang.. Pembelajaran dilaksanakan sesuai jam pelajaran awal tahun ajaran dengan tidak mengubah jadwal tetap sekolah. Lesson Study dilaksanakan dengan tim guru mata pelajaran di sekolah, salah satu sebagai penyaji sedang dua orang sebagai observer . Adapun Tim Lesson studi adalah  sama pada siklus I
Adapun penyaji pada siklus II ini adalah Robingah, AMd./NIP 500137063, dengan observer Sarjan, S.Pd./NIP 132072535  beserta Bambang Purnomo, S.Pd./NIP131840962 sekaligus sebagai pengamat sekolah. Sedangkan RP/RPP yang digunakan dalam penyajian siklus ini adalah sebagai berikut;


3. Rangkuman Catatan pada Forum Diskusi setelah Researh Lesson II
a. Penyaji: Robingah, S.Pd. menyatakan bahwa pembelajaran lebih berlangsung efektif dan kemampuan siswa mempresentasikan hasil lebih banyak dari research lessson I dan siswa lebih terarah dalam mendapatkan pengalaman belajar dan konsep-konsep lebih dapat diterima.
b. Observer guru mapel dalam tim: Sarjan, S.Pd. menyatakan bahwa kelompok-kelompok lebih cepat menyelesaikan tugasnya, terlihat lebih antusias, tujuan pembelajaran lebih cepat diterima dan lebih menyenangkan walupun masih ada 3 kelompok yang cara kerjanya kurang sistimatis sehingga selesainya agak lama dibanding kelompok lain yang bekerjanya lebih sistimatis dan efektif.
c. Gunarto, S.Pd.(guru bahasa jawa) pengamat dari guru lain menyatakan bahwa peningkatan keaktifan siswa sungguh lebih terlihat pada kegiatan lesson study.
d. Supini, S.Pd. (guru kesenian) pengamat guru lain menyatakan kegiatan lesson study mendukung anak untuk lebih kreatif, tidak pasif, berani tampil tanpa malu-malu.
e. Drs. Parjiyono (guru Pkn) pengamat dari guru lain menyatakan bahwa kegiatan lesson study dapat menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan walaupun masih ada siswa yang pasif.
f. Bambang Purnomo, S.Pd. (Kepala SMP Negri 2 Rowokele sekaligus sebagai Knowledgeable-other) menyatakan bahwa ada harapan yang sangat terbuka jika semua guru mata pelajaran memulai aktifitasnya diteliti salah satunya adalah melalui lesson study karena dengan lesson study masalah-masalah yang berkaitan dengan pembelajaran dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efeltif. Kegiatan lesson study yang dilaksanakan oleh tim guru-guru IPA SMP Negeri 2 Rowoekele adalah merupakan hal yang baru dan kegiatan ini semoga dapat diikuti oleh guru-guru lain dalam rangka mengembangkan profesionalitasnya. Dan silahkan  kegiatan ini dituliskan dalam format laporan leeson study maupun dalam format Penelitian Tindakan Kelas jika kegiatan ini dilaksanakan minimal dalam 2 siklus penelitian tindakan kelas. Selamat untuk tim guru IPA dan semoga guru-guru lain akan mengikuti jejaknya. Saya tunggu laporan tertulisnya. Terima kasih.







B. Dokumentasi Lesson Study










Gambar 1:Foto situasi Kepala SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen sedang mengadakan koordinasi sesuai jadwal koordinasi mingguan. Materi yang disampaikan antara lain tentang Lesson Study.
      Gambar 1 merupakan dokumantasi pada saat Bambang Purnomo, S.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten kebumen sedang melaksanakan koordinasi, informasi, instruksi, diskusi dan sosialisai. Materi pada saat itu diantaranya adalah lesson study. Sosialisasi tersebut disampaikan pada forum koordinasi rutin yang dilaksanakan pada setiap hari Senin pada jam terakhir. Jadwal koordinasi kurang lebih 1 jam pelajaran. Forum ini diikuti oleh semua guru dan karyawan SMP Negeri 2 Rowokele sebanyak 23 orang. Adapun acara pada forum tersebut biasanya diawali salam pembuka yang disampaikan olah kepala sekolah, dilanjutkan informasi terkini yang berkaitan dengan informasi terkini, sosialisasi program atau hal-hal baru yang berhubungan dengan kependidikan, pembelajaran dan peningkatan institusi serta program-program yang akan dilaksanakan, adakalanya disisipkan intruksi kepala sekolah selaku leader agar pendelegasian tugas lebih mantap dan diketahui oleh semua personil yang ada diinstitusi SMP Negeri 2 Rowokele, setelah itu dilanjutkan demgam diskusi. Dalam diskusi biasanya dibuka forum tanya jawab dari kita untuk kita dan pada akhir pertemuaan kita koordinasikan dalam bentuk simpulan-simpulan ataupun penegasan kembali pada haal-hal yang penting.

















Gambar 2: Foto guru dan karyawan dalam forum koordinasi, informasi, instruksi,  sosialisasi dan diskusi SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen.

      Sekolah Menengah Pertama  Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen baru memiliki 19 tenaga pendidik dan 6 tenaga kependidikan. Dari 19 tenaga pendidik terdiri dari 8 Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk kepala sekolah, 7 Calon Pegawai Negeri Sipil (cpns), 3 orang Guru Tidak Tetap (GTT), dan seorang guru agama budha. Sedang tenaga kependidikan yang ada terdiri dari  1 orang Kepala Tata Usaha PNS, 1 orang staf administrasi PNS dan 2 orang staf administrasi tidak tetap dan 2 orang penjaga tidak tetap. Semua pessrta dalam forum diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat, usulan, menginformasikan, menanggapi baik secara pribadi maupun atas nama beberapa guru atau karyawan. Forum ini diselenggakan dalam rangka membuka saluran komunikasi dalam institusi agar tidak tersumbat. Karena permasalahan yang kecil sekalipun bisa dibuka, dibahas dan dicarikan solusinya sehingga hal yang kecil tidak semakin membesar. Dan diyakini bahwa setiap institusi pasti memiliki masalah. Dan masalah tersebut muncul menurut situasi dan kondisi yang ada didalamnya.
















Gambar 3: Foto siswa kelas 9a dan 9b SMP Negeri 2 Rowokele dengan pembiasaan berbaris sebelum masuk kelas.

      Pembiasaan berbaris sebelum masuk kelas nampaknya hal yang sepele dan tidak memiliki kaitan dengan pembelajaran tetapi kalau kita gali lebih lanjut ternyata pembiasaan berbaris banyak memiliki segi positif. Hal-hal positif yang dapat diambil dari pembiasaan berbaris antara lain:

1. Bagi Siswa
      Berbaris dapat memberi pembelajaran pada siswa untuk hidup baik dan teratur, membiasakan budaya antri, yang mendapat giliran pertama adalah yang paling tertib dan rapih.
2. Bagi Guru
      Dapat digunakan oleh guru mapel pada saat itu untuk pemeriksaan singkat tetntang kehadiran, kerapihan dan ketertiban sehingga dapat mengefisienkan waktu pembelajaran.
3. Bagi Kepala Sekolah
      Dapat digunakan untuk pengawasan singkat secara umum tentang kesiapan guru maupun siswa pada setiap awal pembelajaran.
 












Gambar 4: Foto pada research lessson II yang selanjutnya pembelajaran disajikan oleh Robingah, A.Md. dan pada research lesson I disajikan oleh Sarjan, S.Pd.
     
      Dengan pembelajaran collaborrative melalui lesson study pembelajaran dapat berlangsung lebih baik dari pada selalu diajar oleh seorang guru. Melalui lesson study perencanaan pembelajaran dapat lebih aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan karena dengan lesson study semua skenario pembelajaran disusun secara tim dan prediksi-prediksi apa yang akan terjadi dalam pembelajaran dapat dintisipasi sejak dini. Bahkan pada research lesson II,  lesson plan yang sudah dirancang secara tim setelah diimplementasi, diamati, didiskusikan dan akhirnya direvisi untuk memperbaiki.kelemahan dan meningkatkan kualitas pembelajaran selanjutnya. Dengan demikian setelah research lesson II tim lesson study telah memiliki lesson plan yang sudah teruji dan dapat diikuti oleh guru-guru lain tentang keberhasilan dalam pembelajaran. Dapat diharapkan dengan kegiatan lesson study dapat meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran karena tujuan pembelajaran tidak sekadar pada tujuan pembelajaran pada materi tertentu pada saat itu tetapi pembelajaran diupayakan dapat mencapai tujuan jangka panjang sekolah, tujuan mata pelajaran tujuan pembelajaran itu sendiri.
















Gambar 5: Pembelajaran berlangsung dengan pengamat guru mapel lain yang pada research lesson I hanya diamati oleh guru dalam tim dan kepala sekolah.
      Kegiatan lesson study memberikan beberapa manfaat positif bagi para siswa, guru dalam tim baik secara kelompok maupun secara individual, guru lain , institusi. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:
1. Bagi Siswa
      Dengan lesson study siswa mendapat layanan pembelajaran yang lebih intensif dan terprogram sehingga kualitas pembelajaran lebih bermutu.
2. Bagi Guru Tim
      Dapat memberi kesempatan untuk saling berbagi dan saling memperbaiki diri sehingga profesionalitas nya dapat ditingkatkan.
3. Bagi guru lain
      Dapat memberi ajang belajar dengan memberi fenomena baru tentang pembelajaran yang selama ini sepertinya menganggap bahwa pembelajaran yang dilaksanakan dilaksanakan olehnya adalah yang paling baik sehingga dengan
4. Bagi Institusi
      Dapat menjadikan media peningkatan kualitas pembelajaran.

















Gambar 6: Bambang Purnomo, S.Pd. (Kepala SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen) ikut serta dalam mengamati pembelajaran.

      Dengan lesson study peran serta kepala sekolah dalam supervisi akan lebih terarah dan jelas dalam tujuannya. Dalam hal ini kepala sekolah selaku Knowlegable-Others lebih dsapat memebrikan bimbingan dalam peningkatan mutu pembelajaran yang merupakan salah satu dari Standar Nasional Pendidikan (SNP) yaitu pencapaian standar proses yang optimal yang juga merupakan misi dari SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen. Kepala sekolah selaku Supervisor dapat mengetahu dari dekat bagaimana proses berlangsung sehingga temuan-temuan yang baik dan positif dapat disampaiakan kepada guru lain sehingga dengan optimis perbaikan pembelajaran secara terencana dapat ditingkatkan kualitasnya secara bertahap. Dengan kualitas pembelajaran yeng meningkat dapat diharapkan pencapaian mutu dan hasil pembelajaran meningkat pula.
Gambar 7: Foto salah satu kelompok sedang melaksanakan eksperimen secara kelompok.

      Selain memberikan nuansa beda yang positif kegiatan secara kelompok memberikan hal berguna pada siswa karena kegiatan tersebut memberikan media pada siswa untuk berlatih bekerja sama dengan orang lain. Karena dapat bekerja sama dengan orang lain merupakan salah satu dari prasarat orang berhasil dalam hidupnya. Dan prasarat orang berhasil lainya jika individu memiliki motivasi tinggi yang ditunjukkan dalan keaktifan dan kreatifitas mereka dalam keseharian.
      Selain motivasi tinggi dan dapt bekerja sama ada satu hal lagi yang perlu untuk dikembangkan dan dimiliki oleh masing-masing individu para siswa adalah rasa percaya diri  atau dengan kata lain jiwa kemandirian siswa. Rasa percaya diri siswa dapat dilatihkan melalui pembelajaran yang dilaksanakan pada masing-masing mata pelajaran pada setiap pembelajaran yang disajikan oleh masing-masing guru mata pelajaran yang tentu saja kegiatannya disesuaikan dengan karakteristik dari masing-masing mata pelajaran tersebut. Sebaiknya setiap pembelajaran memberi kesempatan pada siswa agar dapat mengembangkan diri masing-masing individu sehingga jiwa kemandirianya akan terpatri.
Gambar 8: Foto siswa sedang menuliskan hasil ekperimennya di papan tulis.

      Ini salah satu kegiatan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dengan cara menyampaiakan atau mempresentasikan hasil mereka baik secara tertulis maupun lisan. Dan penyampaian atau presentasi dapat juga disampaiakan didepan teman-teman siswa dan ini merupakan salah satu pelatihan bagi siswa untuk terbiasa dapat menyampaikan didepan publik walaupun forum yang sesungguhnya akan lebih besar, luas dan heterogen. Dengan bekal yang cukup pembelajaran yang dilaksanakan eleh masing-masing guru mapel akan memberi manfaat pada siswa semasa dewasanya nanti.  Pembelajaran konvensional yang banyak dilaksanakan selama ini hanya mempunyai tijuan hanya pada hasil pembelajaran sehingga aspek-aspek lain yang seharusnya menjadi bekal hidup tidak terjangkau dan terpikirkan untuk dicapai pada setiap pembelajaran. Padahal yang paling penting tujuan pembelajaran seharusnya dapat memberikan bekal agar siswa dapat berhasil dalam hidupnya. Dan sekali lagi bekal orang yang berhasil paling tidak harus memiliki motivasi tinggi, dapat berkerjasama dengan orang atau bangsa lain serta memeiliki rasa percaya diri atau memiliki jiwa kemandirian.   
IV. PENUTUP
A. Simpulan
      Lesson study yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Rowokele merupakan upaya untuk mengimplementasikan pengetahuan baru yang diibaratkan bagai bayi yang lahir prematur untuk itu laporan berfungsi agar lesson study yang lahir prematur ini dapat tetap hidup dan diupayakan agar menjadi dewasa yang akhirnya benar-benar menjadi salah satu media pengelolaan peningkatan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen dalam rangka pencapaian standar proses sekaligus untuk mencapai tujuan jangka panjang sekolah, tujuan dari masing-masing mapel serta tujuan dari masing-masing pembelajaran. Pelaksanaan Lesson study di SMP Negeri 2 Rowokele telah merubah pembelajaran kearah yang lebih baik dan adanya peningkatan kualitas pembelajaran dari sebagian besar mata pelajaran.

B. Saran
      Lesson study dapat digunakan sebagai media peningkatan kualitas secara global dan terpadu sehingga memungkinkan untuk merubah karakteristik para siswa untuk menjadi manusia yang berhasil kelak pada dewasanya karena pembelajaran yang dilakukan telah memberikan bekal minimal dari ciri-ciri orang yang berhasil antara lain memiliki motivasi tinggi yang dipertunjukkan dengan keaktifan dan keatusiasan siswa yang tinggi dalam pembelajaran, dapat bekerja sama dan percaya diri. Semua ciri-ciri orang yang berhasil didapatkan dari pengalaman pembelajaran yang diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan.







DAFTAR PUSTAKA
Bambang Purnomo, S.Pd.. 2006. Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Inggris melalui Metode BangMoGI. Jurnal Pendidikan. Kebumen: STIE Putra Bangsa
Bambang Purnomo, S.Pd. 2006. Optimalisasi Pembelajaran Teks Report menggunakan Magic Whist melalui Metode BangMoGI. Penetitian Tindakan Kelas. Kebuman: Perpustakaan SMP Negeri 2 Gombong.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP dan MTs. Jakarta : Puskur Balitbang Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional.. 2002. Pendekatan Kontekstual. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.
DePorter,Bobbi,&Hernacki,Mike. 2005. Quantum Learning. Bandung: Mizan
Dinas P dan K Provisi Jawa Tengah. 2005  Buku Panduan Simposium Guru dan Kepala  SMP. Semarang:Satker Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Ditjen Dikdasmen. 2006.  Panduan Pelaksanaan Penelitian Kepala Sekolah dan Guru SMP. Semarang:Satker Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Mc Taggart,R. 1991. Action Research. Melbourne: Deakin University Press.
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomnor 025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor: 0443/P/1993 Nomor: 25 Tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Suharsimi Arikunto, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.
SMP Negeri 2 Rowokele. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP Negeri 2 Rowokele. Dokumen KTSP.
Umaedi, 1999.  Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Proyek Pelita, Dikmenum, Depdikbud.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dikmenum, Depdikbud.
Yoshida, M. (1999). Lesson Study: A Case Study of a Japanese Approach to Improving Instruction Through School-Based Teacher Development. Disertasi Doktoral yang tidak diterbitkan, The University of Chicago.(Terjemahan dari Muchlas Yusak, Widyaiswara LPMP Jateng tanggal 11 Juli 2007).



     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar