Rabu, 09 November 2011

OPTIMALISASI GAIN SCORE ACHIEVEMENT NILAI UJIAN NASIONAL MELALUI LUN

OPTIMALISASI GAIN SCORE ACHIEVEMENT
NILAI UJIAN NASIONAL MELALUI LUN
 Oleh 
Bambang Purnomo

ABSTRAK

Purnomo, Bambang. 2006. Optimalisasi Gain Score Achievement Nilai Ujian Nasional melalui Lun. Penelitian Tindakan Kelas.

Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian) adalah salah satu tujuan  dari proses pembelajaran menurut kurikulum 1994. Kenyataan yang ada perolehan nilai ujian nasional dari tahunketahun masih rendah khususnya mata pelajaran bahasa Inggris. Untuk memperoleh hasil yang optimal memerlukan langkah yang optimal dalam menghadapi ujian nasional karena persiapan kemampuan materi, mental dan sikap dalam menghadapi ujian nasional perlu dipersiapkan dan perlu diprogramkan dalam kegiatan-kegiatan yang bisa mendukung terhadap keberhasilan siswa dalam menempuh ujian nasional tersebut.
 Dari hasil pre-test activity menggunakan soal ujian nasional 2004/2005 diawal semester 1 tahun pelajaran 2005/2006  siswa kelas 3 SMP Negeri 2 Gombong memperoleh nilai awal sebagai berikut: kelas 3A mendapatkan nilai rata-rata kelas 5,88, kelas 3B mendapatkan nilai rata-rata kelas 5,76, kelas 3C mendapatkan nilai rata-rata kelas 5,75, kelas 3D mendapatkan rata-rata kelas 5,74  dan kelas 3E mendapatkan rata-rata kelas 5,73. Sehingga rata-rata awal seluruh siswa pada awal sebelum pembelajaran dimulai sebesar 5,77. Selanjutnya pada awal semester 2 tahun pelajaran 2005/2006 dengan soal yang sama dengan soal untuk pre-test activity nilai awal siswa pada awal sebelum proses pembelajaran pada semester 2 dimulai nilai rata-rata siswa sudah meningkat menjadi 6,71 dan pada akhir proses pembelajaran pada semester 2 nilai rata-rata siswa meningkat lagi menjadi 7,10.
Dari keadaan yang demikian Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian) perlu untuk dioptimalisasikan dengan tujuan agar pencapaian hasil ujian nasional yang sesungguhnya dapat optimal pula. Latihan Ujian Nasional (LUN) terprogram adalah salah satu langkah untuk mengefektifkan waktu belajar siswa sekaligus mengoptimalkan Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian) karena dari hasil analis hasil latihan ujian nasional, pembahasan yang dilakukan dengan tranparan siswa dapat mengetahui kondisinya masing-masing sehingga masing-masing individu berusaha untuk meningkat kemampuan dan saling berkompetisi. Dengan demikian sikap mental dan percaya diri siswa dapat terbangun yang hasilnya berupa usaha yang optimal dan sekaligus mengoptimalkan perolehan hasil belajar dalam hal ini Gain Score Achievement Ujian Nasional tahun pelajaran 2005/2006.


Key words:: Optimalisasi, Gain Score Achievement, LUN






ABSTRACT

Purnomo, Bambang. 2006. Optimalisasi Gain Score Achievement Nilai Ujian Nasional melalui Lun. Penelitian Tindakan Kelas.

            Gain Score Achievement is one of the goal of the learning process according Curriculum 1994. In fact that the gaining of the score achievement of the national examination especially is still low. To get the optimal score achievement needs preparing to be master  both in  material and mental in order to support in gaining of the national examination score achievement.

            Based on the data of the pre-test activity score that used the English national examination sum in semester 1 in 2005/2006 the third students of  SMP Negeri 2 Gombong shows the scores: class 3a gets the average score 5,88, class 3b gets the average score 5,76, class 3c gets the average score 5,75, class 3 gets the average score 5,5,74,  and class 3 gets the average score 5,73. So the average modality of the students in the beginning in semester 1 in 2005/2006 before the learning activity started  is 5,77. And then in the beginning of semester 2 in 2005/2006 by using the same sum the score become 6,71 and in the end  of the semester 2 the average score becomes 7,10.

            Based on the condition, Gain Score Achievement of the national examination needs to be optimized in order to the gaining of the score in the real national examination can be optimized too.  The program of Latihan Ujian Nasional (LUN) is one of the activities to create the student studying time effectively and also able to optimize the gaining of the national examination score achievement. The analyzing and discussing the result of Latihan Ujian Nasional (LUN) are able to motivate, increase the positive and optimistic attitude  to face the national examination event. By the best condition of the students in the examination, the optimizing gain score achievement can be realized in 2005/2006.



Key words:: Optimalisasi, Gain Score Achievement, LUN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian) adalah salah satu dari tujuan pembelajaran  Sekolah Menengah Pertama dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris bahkan masyarakat masih menilai bahwa keberhasilan sekolah dilihat dari hasil perolehan nilai Ujian Nasional. Dalam rangka memacu para penyelenggara dan satuan pendidikan untuk meningkatkan kinerjanya dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu, pemerintah menetapkan standar nasional pendidikan yang memuat kriteria minimal tentang komponen pendidikan. Dengan menggunakan standar nasional pendidikan sebagai acuan setiap satuan pendidikan diharapkan dapat mengembangkan pendidikannya secara optimal sesuai dengan karakteristik dan kekhasan programnya. Sejalan dengan itu, Pemerintah membentuk Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang bertanggung jawab kepada Menteri Pendidikan Nasional. Badan tersebut merupakan lembaga mandiri, profesional, dan independen yang mengemban misi untuk mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan
            . Untuk mengetahui kemampuan awal siswa  saya melakukan Test awal (Pre-Test Activity) sebelum pembelajaran semester 1 tahun pelajaran 2005/2006 dilaksanakan. Pre-Test Activity diteskan siswa kelas 3A, 3B, 3C, 3D dan 3E dengan menggunakan soal UNAS tahun pelajaran 2004/2005 dengan kode B.ING(C2)/P2/2004/2005 hasilnya adalah sebagai berikut: kelas 3A mendapatkan nilai rata-rata kelas 5,88 dengan nilai tertinggi 8,10 dan nilai terendah 4,00 serta standar deviasi 0.83, kelas 3B mendapatkan nilai rata-rata kelas 5,76 dengan nilai tertinggi 7,60 dan nilai terendah 4,00 serta standar deviasi 0,86, kelas 3C mendapatkan nilai rata-rata kelas 5,75 dengan nilai tertinggi 7,20 dan nilai terendah 4,00 serta standar deviasi 0,84, kelas 3D mendapatkan rata-rata kelas 5,74 dengan nilai tertinggi 7,10 dan nilai terendah 4,00 serta standar deviasi 0,89 dan kelas 3E mendapatkan rata-rata kelas 5,73 dengan nilai tertinggi 7,10 dan nilai terendah 4,00 serta standar deviasi 0,91. Sehingga rata-rata pre-test- activity ( nilai awal sebelum pembelajaran dimulai)  sebesar 5,77. Dan selanjutnya pada akhir semester 1 saya adakan post- test activity karena saya ingin tahu berapa perolehan hasil belajar selama semester 1. Berdasarkan data nilai yang ada rata-rata nilai kelas 3a sebesar 6,07, 3b sebesar 6,84. 3c sebesar 6,63, 3d sebesar 6,89 dan 3e sebesar 7,14 sehingga diperolah daya serap selama semester 1 sebesar 6,71. Daya serap semester 1 sebesar 6,71 saya jadikan Nilai Pre-test activity (nilai awal sebelum pembelajaran semester 2 tahun pembelajaran 2005/2006 dimulai). Selisih post-test activity (N1)dikurangi  pre-test activty ( No) sama dengan perolehan hasil pembelajaran selama 1 semester.  Sehingga N1 – N0 = Perolehan hasil belajar dalam hal ini 6,71 -  5,77 =  0,94. Angka 0,94 itulah yang merupakan perolehan pembelajaran saya selama 1 semester.
            Dengan keadaan yang demikian Gain Score Achievement menjadi hal yang sangat penting karena kriteria kelulusan seorang siswa salah satunya ditentukan oleh nilai Unjian Nasional. Pada tahun pelajaran 2004/2005 siswa yang dinyatakan lulus jika nilai Ujian Nasional minimal mendapat nilai 4,26 dan pada tahun pembelajaran 2005/2006 siswa yang dinyatakan lulus jika nilai Ujian Nasional minimal 4,26 dengan nilai rata-rata semua mapel tidak kurang dari 4,50.
            Dengan keadaan Nilai awal (N0) sebeasr 6,71 dan daya serap rata-rata nilai ulangan harian sebesar 6,95 dan tuntutan nilai minimal Ujian Nasional dalam hal ini saya fokuskan pada mapel Bahasa Inggris adalah hal yang sangat penting untuk mencari solusi dan upaya untuk mengoptimalkan PBM untuk meningkatkan perolehan hasil belajar dalam rangka memecahkan masalah tersebut dengan tidak mengabaikan tuntutan kompetensi siswa yang harus dimiliki.
            Sebagai salah satu alternatif kegiatan untuk mengoptimalkan Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian) siswa adalah dengan penyelenggaraan Latihan Ujian Nasional dan optimalisasi pembahasan soal-soal Ujian Nasional beserta analisis perolehan hasil belajar siswa dari Latihan-Latihan Ujian Nasional.

1. Identifikasi Masalah
            Dari berbagai masalah yang ada, terdapat identifikasi masalah yang mendasari kegiatan ini yaitu pencapain nilai Ujian Nasional (Gain Score Achievement)/GSA merupakan masalah yang penting dan perlu untuk dioptimalisasikan dan perlu pula langkah-langkah  proses pembelajaran yang optimal.

2. Rumusan Masalah
            Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas, maka secara spesifik masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut:
  1. Bagaimana meningkatkan Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian)?
  2. Bagimanakah mengefektifkan pelaksanaan Latihan Ujian Nasional dan pembahasan dan analisis hasil perolehan nilainya.

Dua masalah tersebut akan diintegrasikan sehingga merupakan suatu pemecahan masalah untuk meningkatkan Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian). Sehingga masalah tersebut saya rumuskan ”Dapatkah pelaksanaan Latihan Ujian Nasional yang terprogram mengoptimalkan Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian)?”

B. Ruang Lingkup
            Penelitian ini mencakup keefektifan pelaksanaan Latihan Ujian Nasional yang terprogram dan pembahasanya untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar, Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian) dalam hal ini nilai Ujian Nasional.
.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Umum
Secara umum kegiatan ini untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran.



2. Tujuan Khusus
            Kegiatan ini memiliki tujuan khusus antara lain:
  1. Mengoptimalkan mutu kelulusan siswa.
  2. Mengoptimalkan Gain Score Achievement nilai Ujian Nasional.
  3. Mengoptimalkan daya serap sekolah.
.
3. Indikator Keberhasilan
 Berdasarkan tujuan kegiatan tersebut di atas, maka perlu pula ditetapkan indikator keberhasilan kegiatan ini sebagai berikut:
  1. Adanya peningkatan pencapaian nilai rata-rata LUN dari siklus ke siklus berikutnya.
  2. Adanya selisih positif antara nilai pencapaian hasil belajar (soal Ujian Nasional 2004/2005)/ N1 dikurangi nilai awal( Pre-test activity)/N0. Dengan kata lain N1-N0 lebih dari atau sama dengan 5,77.
  3. Adanya selisih positif antara hasil nilai rata-rata sekolah dari  Ujian Nasional 2005/2006 (N1)  dikurangi nilai awal( Pre-test activity)/N0. Dengan kata lain N1-N0 lebih dari atau sama dengan 5,77.

4. Manfaat Kegiatan
a. Bagi Guru
            1) Meningkatkan proses pembelajaran.
            2) Meningkatkan profesionalisme.
b. Bagi Siswa
            1)  Meningkatkan intensitas belajar siswa di sekolah sekolah.
            2) Mengoptimalkan waktu yang ada menjelang Ujian Nasional (soal pusat).
3) Meningkatkan percaya diri siswa dalam mengerjakan soal-soal Ujian Nasional.

D. Sajian Definisi
1. Kompetensi
            Kurikulum 2004 menyebutkan bahwa kompetensi merupakan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsinten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten dalam arti memiliki pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.

2. Model Kompetensi
Sejauh ini terdapat sejumlah model kompetensi yang berhubungan dengan bidang bahasa yang melihat kompetensi berbahasa dari berbagai perspektif. Dalam kurikulum ini model kompetensi berbahasa yang digunakan adalah model yang dimotivasi oleh pertimbangan-pertimbangan pedagogi bahasa yang telah berkembang atau berevolusi sejak model Canale dan Swain kurang lebih sejak tiga puluh tahun yang lalu.
Salah satu model terkini yang ada di dalam literatur pendidikan bahasa adalah yang dikemukakan oleh Celce-Murcia, Dornyei dan Thurrell (1995) yang kompatibel dengan pandangan teoritis bahwa bahasa adalah komunikasi, bukan sekedar seperangkat aturan. Implikasinya adalah bahwa model kompetensi berbahasa yang dirumuskan adalah model yang menyiapkan siswa untuk berkomunikasi dengan bahasa untuk berpartisipasi dalam masyarakat pengguna bahasa. Model ini dirumuskan sebagai Communicative Competence atau Kompetensi Komunikatif (KK) yang direpresentasikan dalam Celce-Murcia et al. (1995:10) sebagai berikut :
     




           Sociocultural
          Competence



     Discourse Competence

















                                                                                                                                     Linguistic                               Actional
                                                                                                                                  Competence                         Competence


       Strategic
     Competence

                        Gambar 1: Model Kompetensi Komunikatif (dari Celce-Murcia et al.)
            Kompetensi utama yang dituju adalah kompetensi wacana(Discourse Competence) yang didukung oleh kompetensi linguistik (Linguistic Competence), Kompetensi sosiokultural(Sociocultural Competence) dan Kompetensi Tindak Tutur(Actional Competence). Kompetensi reading comprehension ada di dalam Actional Competence.
3. Latihan Ujian Nasional ( LUN )
            Latihan Ujian Nasional ( LUN ) adalah suatu kegiatan terprogram khusus untuk menghadapai Ujian Nasional yang bertujuan mengoptimalkan proses pembelajaran dan meningkatkan hasil pembalajaran. Bentuknya adalah pelaksanaan Latian Ujian Nasional dan optimalisasi pembahasan soal-soal Ujian Nasional.

4. Yang Pertama dan Yang Terakhir
            Pengemasan suatu pembelajaran agar dapat memberikan pembelajaran yang optiomal salah satunya adalah dengan banyak memberikan sutu jeda-jeda pembelajaran. Misalnya dalam satu semester diadakan pembelajaran tanpa adanya penilaian dan penilaian hanya diadakan diakhir semester hal ini akan lebih baik jika kita lebih banyak mengadakan suatu penilaian tentu waktu jeda perlu kita programkan. Latihan Ujian Nasional  adalah salah satu langkah untuk mengoptimalkan proses dan penilaian karena program itu untuk membuat jeda-jeda dalam proses pembelajaran sehingga waktu yang pertama dan yang terakhir lebih banyak dengan demikian memori otak kita akan lebih banyak menerima masukan (in-put). Berikut pendapat Bobbi DePorter& Mike Hernacki, bahwa saat terbaik memori anda adalah yang pertama dan yang terakhir seperti dibawah ini:
            Ketika anda sedang belajar, atau berada dalam kelas . atau di sebuah         pertemuan, saat terbaik Anda untuk mengingat informasi yang Anda baca   atau dengar adalah saat-sat pertama sese atau terakhir sesi.
 


            Bobbi DePorter& Mike Hernacki, Quantum Learning, (Bandung: PT Mizan           Pustaka, 2005), hal. 214
 
BAB II
LAPORAN KEGIATAN

A. Penyusunan Program Pembelajaran
    1. Seting Penelitian
                        Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gombong Kabupaten Kebumen pada semester 2 tahun pelajaran 2005/2006 di kelas 3A, 3B, 3C, 3D, dan 3E masing masing kelas terdiri dari 40 orang siswa kecuali kelas 3A hanya 39 orang karena 1 orang siswa tersebut pindah sekolah sehingga jumlah siswa seluruhnya 199 orang siswa. Kondisi kepandaian masing-masing kelas relatif sama karena pembagian kelas itu diratakan. Dengan data nilai rata-rata paralel dari Pre-Test Activity (N0) sebelum pembelajaran pada semester 2 tahun pembelajaran 2005/2006 dilaksanakan adalah  sebesar 6,71 yang sebelumnya pada awal semester 1 tahun pembelajaran 2005/2006 modalitas awal siswa  rata-ratanya sebesar 5,77.

     2. Desain Penelitian
                        Desain penelitian dengan Latihan Ujian Nasional terprogram dilaksanakan 3 siklus yakni: siklus I dilaksanakan pada Latihan Ujian Nasional I ( LUN I ) dan pembahasannya, siklus II dilaksanakan pada Latihan Ujian Nasional II ( LUN II ) dan pembahasanya dan siklus III. Dilaksanakan pada Latihan Ujian Nasional III dan pembahasannya.. Adapun pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2005/2006. Berikut desain penelitian saya bagi dalam beberapa tahapan yakni:
            a. Persipan (preparing)            : Februari  2006
            b. Perencanaan (planning)        : Maret  2006
            c. Pelaksanaan (acting)            : Siklus I  Maret minggu ke 3 s/d April mingu ke 1  2006
                                                               : Siklus II April minggu ke 2 s/d minggu ke 4
                                                               : Siklus III Mei minggu ke 1 2006
            d. Pelaporan (Reporting)         :  Juni 2006 pengumpulan dan                                                                                            analisis data-data yang ada.
                                                             :   Juli 2006  penulisan, penjilidan                                                                                   dan pelaporan penelitian
         Dan masing-masing siklus memiliki 4 kegiatan yang meliputi:
   1). Perencanaan(Planning)
   2). Tindakan(Acting)
   3). Pengamatan(Observing)
   4). Refleksi(Reflecting)

            a. Siklus I : Latihan Ujian Nasional I ( LUN I )

                        Kegiatan  pada siklus I adalah diawali dengan pelaksanaan Latihan             Ujian   Nasional I  pada tanggal 11 Maret 2006. Tahapan pada siklus ini         adalah sebagai berikut:
1)      Perencanaan ( Planning ), meliputi:
a)      Penyusunan soal LUN I.
b)      Menyusun program rencana pelaksanaan dan anggaran.
c)      Menyusun jadwal pelaksanaan.
d)     Menyiapkan instrumen penilaian.

2)      Pelaksanaan Tindakan ( Acting )
Pelaksanaan Latihan Ujian Nasional I ( LUN ) dilaksanakan pada tanggal  9 sampai dengan 11 Maret  2006, untuk mapel Bahasa Inggris dilaksanakan mulai pukul 07.00 – 09.00 tanggal 11 Maret 2006. Setelah kegiatan LUN I siswa pelajaran biasa setelah istirahat I yaitu pada pukul 09.30 sampai jadwal waktu pelajaran usai. Pengawasan dilakukan oleh dua pengawas. Satu ruang terdiri 40 siswa dengan duduknya urut sesuai dengan nomor Ujian Nasional seperti pada daftar nominatif sementara. Menggerjakannya menggunakan Lembar Jawab Komputer ( LJK ) agar siswa berlatih mengerjakan di LJK. Sedangkan mengoreksinya menggunakan dengan cara manual.
3)      Pengamatan(Observing)
Selama kegiatan dilakukan siswa melaksanakan LUN I dengan serius  walaupun ada sebagian kecil siswa yang sesekali melukukan kegiatan yang tidak produktif misalnya: tengok kanan, kiri, dan kebelakang. Karena duduknya seperti duduk pada pelajaran biasa memungkinkan kesempatan siswa untuk melakukan kerjasama walaupun dalam kelas itu sudah dipasang pengawas sebanyak dua orang.

4)      Refleksi(Reflecting)
Refleksi pada siklus I ini saya lakukan koreksi lembar jawab siswa untuk mengetahui Gain Score Achievment dari nilai LUN I. Hasilnya adalah sebagai berikut: Rata-rata kelas paralel nilai Bahasa Inggris LUN I adalah 6,56, rata-rata kelas 3a adalah 6,53, kelas 3b adalah 7,04, kelas 3c adalah 6,44, kelas 3d adalah 6,13 dan kelas 3e adalah 6,65. Siswa mendapatkan nilai dibawah 4,26 ada 4 siswa kelas 3c 2 siswa dan 3d 2 siswa sedangkan kelas yang lain semua siswa memiliki nilai LUN I diatas 4,26. Disamping pembahasan soal LUN I dalam siklus ini masih dilanjtkan dengan kegiatan KBM seperti biasa sambil meberikan materi yang belum dibahas yaitu masih ada satu tema pada waktu itu yang belum dibahas. Kekurangan dan kelebihan yang terjadi, selanjutnya menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan tindakan pada siklus II.

            b. Siklus II : Latihan Ujian Nasional II ( LUN II )
                        Kegiatan  pada siklus II adalah diawali dengan pelaksanaan Latihan           Ujian Nasional II  pada tanggal 13 April 2006. Tahapan pada siklus ini adalah          sebagai berikut:
1). Perencanaan ( Planning ), meliputi:
a)      Penyiapan soal setingkat LUN II.( soal dari Tim widya krama )
b)      Menyusun program rencana pelaksanaan dan anggaran.
c)      Menyusun jadwal pelaksanaan.
d)     Menyiapkan instrumen penilaian.

2). Pelaksanaan Tindakan ( Acting )
Pelaksanaan Latihan Ujian Nasional II ( LUN II ) dilaksanakan pada tanggal  11 sampai dengan 13 April  2006, untuk mapel Bahasa Inggris dilaksanakan mulai pukul 08.00 – 10.00 tanggal 13 Maret 2006. Setelah kegiatan LUN II siswa diperkenankan belajar dirumah karena pada waktu itu bertepatan dengan kegiatan tengah semester 2 tahun pelajaran 2005/2006. Pengawasan dilakukan oleh dua pengawas. Satu ruang terdiri 20 siswa dengan duduknya sudah diatur satu-satu dengan sudah diberi nomor tempat duduk berdasar  Daftar Nominatif Sementara (DNS). Mengerjakannya menggunakan Lembar Jawab Komputer ( LJK ) agar siswa lebih mantap dalam berlatih mengerjakan di LJK. Sedangkan mengoreksinya menggunakan jasa Tim koreksi dari Primagama.
3). Pengamatan(Observing)
Selama kegiatan dilakukan siswa melaksanakan LUN II dengan lebih serius  dengan kecil sekali kesempatan melakukan kegiatan  yang tidak produktif misalnya: tengok kanan, kiri, dan kebelakang. Karena duduknya sudah diatur satu-satu dan kemungkinan siswa melakukan  kerjasama bisa diminimalkan karena setiap ruangan  dipasang pengawas sebanyak dua orang dengan dibekali lebih sebagai pengawas. Secara umum kegiatan  Latihan Ujian Nasional II (LUN II) berjalan lancar, tertib dan aman dan lebih baik dari pelaksanaan LUN I pada siklus I.

4). Refleksi(Reflecting)
Refleksi pada siklus II ini saya lakukan koreksi lembar jawab siswa untuk mengetahui Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian)  dari nilai LUN II. Hasilnya adalah sebagai berikut: Rata-rata kelas paralel nilai Bahasa Inggris LUN II adalah 6,85, rata-rata kelas 3a adalah 6,88, kelas 3b adalah 6,70, kelas 3c adalah 6,69, kelas 3d adalah 6,90 dan kelas 3e adalah 7,09. Siswa mendapatkan nilai dibawah 4,26 ada 6 siswa kelas 3b 1 siawa kelas 3c 3 siswa dan 3d 2 siswa sedangkan kelas 3a dan 3e  semua siswa memiliki nilai LUN II diatas 4,26. Kekurangan dan kelebihan yang terjadi, selanjutnya menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan tindakan pada siklus III.

            c. Siklus III : Latihan Ujian Nasional III ( LUN III )

                        Kegiatan  pada siklus III adalah diawali dengan pelaksanaan Latihan          Ujian Nasional III  pada tanggal 4 Mei 2006. Tahapan pada siklus ini adalah sebagai berikut:
1). Perencanaan ( Planning ), meliputi:
e)      Penyiapan soal setingkat LUN III.( soal dibuat sekolah )
f)       Menyusun program rencana pelaksanaan dan anggaran.
g)      Menyusun jadwal pelaksanaan.
h)      Menyiapkan instrumen penilaian.

2). Pelaksanaan Tindakan ( Acting )
Pelaksanaan Latihan Ujian Nasional III ( LUN III ) dilaksanakan pada tanggal  4 sampai dengan 5 Mei  2006, untuk mapel Bahasa Inggris dilaksanakan mulai pukul 09.30 – 11.30 tanggal 4 Mei 2006. Setelah kegiatan LUN III siswa diperkenankan belajar dirumah karena pada waktu itu bertepatan dengan kegiatan mengoreksi hasil Ujian Nasional ( soal dibuat sekolah ) tahun pelajaran 2005/2006. Pengawasan dilakukan oleh dua pengawas. Satu ruang terdiri 20 siswa dengan duduknya sudah diatur satu-satu dengan sudah diberi nomor tempat duduk berdasar  Daftar Nominatif Tetap (DNT). Mengerjakannya  diatas Lembar Jawab Komputer ( LJK ) agar siswa lebih mantap dan tidak ragu-ragu lagi dalam mengerjakan di LJK. Sedangkan mengoreksinya dilaksanakan secara manual.

3). Pengamatan(Observing)
Selama kegiatan dilakukan siswa melaksanakan LUN III dengan lebih serius  dengan kecil sekali kesempatan melakukan kegiatan  yang tidak produktif misalnya: tengok kanan, kiri, dan kebelakang. Karena duduknya sudah diatur satu-satu dan kemungkinan siswa melakukan  kerjasama bisa diminimalkan karena setiap ruangan  dipasang pengawas sebanyak dua orang dengan dibekali lebih sebagai pengawas. Secara umum kegiatan  Latihan Ujian Nasional III (LUN III )  berjalan lancar, tertib dan aman dan lebih baik dari pelaksanaan LUN II pada siklus II. Saya boleh katakan standar pelaksanaan sudah menggunakan standar pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2005/2006 yang sesungguhnya..
4). Refleksi(Reflecting)
Refleksi pada siklus III ini saya lakukan koreksi lembar jawab siswa untuk mengetahui Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian)  dari nilai LUN III. Hasilnya adalah sebagai berikut: Rata-rata kelas paralel nilai Bahasa Inggris LUN III adalah 7,43, rata-rata kelas 3a adalah 7,48, kelas 3b adalah 7,75, kelas 3c adalah 7,25, kelas 3d adalah 7,12 dan kelas 3e adalah 7,54. Semua siswa mendapatkan nilai diatas 4,26. Perolehan nilai tertinggi kelas 3a 8,67 dan nilai terendahnya 5,33. Perolehan nilai tertinggi kelas 3b 9,33 dan nilai terendahnya 4,833. Perolehan nilai tertinggi kelas 3c 9,33 dan nilai terendahnya 5,33. Perolehan nilai tertinggi kelas 3d 9.00 dan nilai terendahnya 4,67. Perolehan nilai tertinggi kelas 3e 8,83 dan nilai terendahnya 5,00. Karena tingkat efektifitas dan sudah adanya perbaikan proses pelaksanaan maupun perbaikan hasil Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian)  dari LUN I, LUN II dan LUN III maka saya hentikan sampai dengan siklus III. Kekurangan dan kelebihan yang terjadi, selanjutnya menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun program  pelaksanaan optimalisasi bimbingan belajar pasca Ujian Nasional dari tanggal 8 mei sampai 20 Juni 2006 dan program Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) selanjutnya..

B. Penyajian Program Pembelajaran
            Karena Latihan Ujian Nasional (LUN) adalah bentuk optimalisasi kegiatan terpogram dalam rangka menyiapkan sikap dan mental serta untuk meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri untuk menyiapkan para siswa dalam kondisi siap menempuh Ujian Nasional dengan penuh percaya diri dan optimis untuk berhasil.
            Kegiatan terprogram ini disajikan dalam bentuk kegiatan tes. Selanjutnya hasil tes dianalisis tingkat pencapaianya baik secara klasikal maupun individual dalam bentuk analisis hasil Latihan Ujian Nasional. Kemudian diadakan pembahasan dengan penjelasan kembali pada soal-soal atau meteri yang sebagian besar siswa menjawab salah. Kegiatan ini dilakukan bersiklus dengan masing-masing siklus mengalami perbaikan proses baik dalam hal penyiapan alat tes maupun intensitas bimbingan. Bahkan setelah siklus ketiga selesai diputuskan untuk diadakan program optimalisasi pembelajarn pasca ujian nasional dengan program bimbingan pengayaan untuk semua siswa dan program perbaikan untuk siswa yang berada pada peringkat 40 dari bawah dari 199 siswa.
            Dengan ilmu AMBAK yang diberikan siswa dan diaplikasikan dalam memutuskan suatu hal itu dilakukan adalah hal yang sangat positif untuk terus dipupuk dan dikembangkan. Dengan demikian siswa tidak segan lagi untuk melakukan aktivitas yang mereka yakini bahwa aktifitas tersebut bermanfaat bagi diri mereka. Dan juga adanya upaya untuk menjadikan waktu yang dimiliki menjadi waktu emas bagi siswa dengan menanamkan prinsip” Jadikanlah bukan satnya menjadi inilah saatnya”.  Dengan demikian kondisi siswa dipersiapkan dalam kondisi yang optimal baik dari kemampuan materi maupun mental menghadapi ujian nasional yang sesungguhnya.

C. Penilaian Proses Hasil Pembelajaran
            Penilaian hasil pembelajaran dilaksanakan setelah siswa melaksanakan Latihan Ujian Nasional (LUN) melalui analisis hasil nilai latihan ujian nasional dan penilaian proses pada saat pembelajaran/pembahasan soal berlangsung.           

BAB III
LAPORAN HASIL
A. Hasil Kegiatan
            Berikut adalah paparan hasil analisis prolehan nilai-nilai hasil pembelajaran kelas SMP Negeri 2 Gombong 3 semester 2  tahun pelajaran 2005/2006. Adapun data-data analisis yang saya himpun antara lain: data rekapitulasi rata-rata nilai ulangan harian sampai dengan tengah semester 2 tahum pembelajaran 2005/2006, data rekapitulasi nilai-nilai Latihan Ujian Nasional (LUN), data rekapitulasi nilai-nilai post-test activity dan data rekapitulasi nilai perolehan hasil belajar selama satu tahun pelajaran 2005/2006.

1. Data 1: Rekapitulasi Nilai Rata-Rata Ulangan Harian (Uh) s/d Tengah sem.2 2006
KLAS
UH I
UH II
UH III
RT RT
3A
7.43
7.43
7.56
7.47
3B
7.18
7.81
7.88
7.62
3C
7.02
7.28
7.54
7.28
3D
6.82
6.15
7.53
6.83
3E
7.52
6.73
7.89
7.38
RT-RT
7.19
7.08
7.68
7.32









Grafik 1
 

























2. Data 2: Rekapitulasi Nilai-Nilai Latihan UjianNasioanl ( LUN )


3A
6.53
6.88
7.48
6.96
3A
7.04
6.7
7.75
7.16
3C
6.44
6.69
7.25
6.79
3D
6.13
6.9
7.12
6.72
3E
6.65
7.09
7.54
7.09
RT-RT
6.56
6.85
7.43
6.95


Grafik 2

 





















3. Data 3: Rekapitulasi Nilai  Pre Test Activity dan Nilai-Nilai Post-Test Activity






KELAS
PRE I
POS I
POS II
RT-RT
3A
5.88
6.07
6.90
6.28
3B
5.76
6.84
7.33
6.64
3C
5.75
6.63
7.12
6.50
3D
5.74
6.89
6.90
6.51
3E
5.73
7.14
7.23
6.70
RT RT
5.77
6.71
7.10
6.53

Grafik 3

 





















4. Data 4: Rekapitulasi Perolehan Hasil Belajar


KELAS
RT RT
N. UNAS
N1-N0
HB
PRE-TEST I
2005/2006
3A
5.88
7.57
1.69
1.69
3B
5.76
7.90
2.14
2.14
3C
5.75
7.63
1.88
1.88
3D
5.74
7.09
1.35
1.35
3E
5.73
7.52
1.79
1.79
RT RT
5.77
7.54
1.77
1.77

Grafik 4














B.  Pembahasan
            Dari data-data diatas  bahwa proses pembelajaran terlihat adanya indikator keberhasilan yaitu:
  1. Data A.1
Data tersebut menunjukkan adanya penambahan perolehan yang melebihi target pada masing–masing kelas  dan secara paralel nilai  hasil ulangan harian I  sebesar 7,19 , Ulangan harian II sebesar 7,08 dan ulangan harian III sebesar 7,68. Sehingga nilai rata-rata ulangan harian kelas paralel sebesar 7,32.  Dari data yang ada dapat dihitung besarnya perolehan terhadap nilai target minimal Bahasa Inggris kelas 3 sebesar 6,77 pada semester 2 dengan rumus sebagai berikut: ( NH rt-rt paralel – T  ) = Perolehen Target, (7,32 – 6,77) = 0,55. Sedangkan Perolehan hasil belajar terhadap rata-rata paralel ulangan harian ( NH rt-rt paralel – No ) = Perolehan hasil belajar, (7,32 – 5,77) = 1,55. Dapat dikatakan bahwa perolehan hasil pembelajaran sebesar 1,55. Angka 1,55 saya katakan sebagai angka besarnya nilai pencapaian proses.

  1. Data A.2
Data A.2  merupakan data rekapitulasi nilai Latihan Ujian Nasional (LUN) yang meliputi Latihan Ujian Nasional I (LUN I), Latihan Ujian Nasional II (LUN II)  dan Latihan Ujian Nasional III (LUN III). Latihan Ujian Nasional I (LUN I) dan pembahasan soalnya merupakan siklus I yang nilai rata-rata paralelnya sebesar 6,56 terdiri dari nilai rata-rata kelas 3a sebesar 6,53 , kelas 3b sebesar 7,04, kelas 3c sebesar 6,44, kelas 3d sebesar 6,13 dan kelas 3e sebesar 6,65. Latihan Ujian Nasional II ( LUN II ) dan pembahasan soalnya merupakan siklus II yang nilai rata-rata paralelnya sebesar 6,85 terdiri dari nilai rata-rata kelas 3a sebesar 6,88 , kelas 3b sebesar 6,70, kelas 3c sebesar 6,69, kelas 3d sebesar 6,90 dan kelas 3e sebesar 7,09. Latihan Ujian Nasional III ( LUN III ) dan pembahasan soalnya merupakan siklus II yang nilai rata-rata paralelnya sebesar 7,43 terdiri dari nilai rata-rata kelas 3a sebesar 7,48 , kelas 3b sebesar 7,75, kelas 3c sebesar 7,25, kelas 3d sebesar 7,12 dan kelas 3e sebesar 7,54.  Jadi perolehan hasil pembelajaran sampai dengan Siklus III penelitian menunjukkan angka sebagai berikut: (Nilai rt-rt LUN III – 5,77) = Perolehan pembelajaran sampai dengan akhir semester 2 tahun pelajaran berdasarkan nilai LUN III  sebesar 7,43 – 5,77 = 1,66. Dan ini saya katakan besarnya hasil proses pembelajaran yang saya lakukan.

  1. Data A.3
Data tersebut saya peroleh dari menghitung nilai rata-rata Pre-Test Activity (N0), nilai rata-rata Post-Test Activity I (N1), nilai rata-rata Post-Test Activity II (N2). Pre-Test Activity (N0) yaitu test yang dilakukan pada awal tahun pembelajaran sebe,um proses dimulai. Soal yang saya gunakan soal Ujian Nasional tahun 2004/2005. Soal yang digunakan untuk tes awal Pre-Test Activity untuk memperolah data kemampuan awal siswa (N0), soal tes pada akhir semester 1 tahun pelajaran 2005/2006 Post-Test Activity I untuk memperolah besarnya hasil proses pembejaran selama sati semester (N1), Soal tes untuk  Post-Test Activity II untuk memeperolah besarnya hasil pembelajaran selama satu tahun (N2) ketiganya menggunakan soal yang sama yaitu soal Ujian Nasional than 2004/2005. Hasil nilai rata-rata parallel  menunjukkan N0 sebesar 5,77, N1 sebesar 6,71 dan N2 sebesar 7,10. Jadi hasil perolehan selama satu semester berdasarkan selisih N1 – N0 sama dengan 6,71 dikurangi 5,77 sama dengan 0,94. Dikatakan bahwa perolehan hasil pembelajaran yang saya lakukan selama satu semester sebesar 0,94 dan hasil perolehan selama satu tahun  berdasarkan selisih N2 – N0 sama dengan 7,10 dikurangi 5,77 sama dengan 1,33. Dikatakan bahwa perolehan hasil pembelajaran yang saya lakukan selama satu tahunpembelajaran  sebesar 0,94. Selanjutnya perolehan hasil pembelajaran yang sesungguhnya adalah diperolah dari hasil rata-rata paralel Gain Score Achievement ujian nasional tahun pelajaran 2005/2006.

  1. Data A.4
Data A.4  merupakan data rekapitulasi perolehan hasil pembelajaran bahasa Inggris kelas 3 SMP Negeri 2 Gombong tahun pelajaran   2005/2006 selama satu tahun. Kelas 3a memperolah rata-rata kelas sebesar 7,57 sehingga perolehan hasil belajar kelas 3a sebesar 7,57 – 5,88 = 1,69. Kelas 3b memperolah rata-rata kelas sebesar 7.90 sehingga perolehan hasil belajar kelas 3b sebesar 7,90 – 5,76 = 2,14. Kelas 3c memperolah rata-rata kelas sebesar 7,69 sehingga perolehan hasil belajar kelas 3a sebesar 7,69 – 5,75 = 1,35. Kelas 3d memperolah rata-rata kelas sebesar 7,09 sehingga perolehan hasil belajar kelas 3b sebesar 7,09 – 5,74 = 1,35. Kelas 3e memperolah rata-rata kelas sebesar 7,52 sehingga perolehan hasil belajar kelas 3e sebesar 7,52–5,73 = 1,79. Daya serap sekolah sebesar jumlah perolehan rata-rata kelas dibagi dengan jumlah kelas paralel yaitu sebesar  7.54. Sehingga perolehan hasil belajar sekolah sebesar selisih perolehan hasil belajar dikurangi rata-rata nilai awal paralel sehingga perolehan hasil belajar 7,54 – 5,77 = 1,77.  

            Dengan demikian optimalisasi pelaksanaan Latihan Ujian Nasional telah mengoptimalkan perolehan hasil pembelajaran siswa selama 1 tahun pelajaran sebesar 1,77  Untuk itu kegiatan tersebut  perlu untuk dilaksanakan dengan proses yang lebih baik dengan memperhatikan hal yang positif untuk dilanjutkan dan ditingkatkan dan hal yang negatif untuk dihilangkan atau diminimalkan di tahun-tahun mendatang selama bentuk soal Ujian Nasional masih sama.
  
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
            Salah satu alternatif kegiatan positif untuk mengoptimalkan perolehan hasil ujian nasional Gain Score Achievement adalah dengan melaksanakan Latihan Ujian Nasional secara terprogram.
            Pelaksanaan Latihan Ujian Nasional telah berhasil mengoptimalkan hasil perolehan nilai Ujian Nasional Gain Score Achievement dan berhasil memberikan motivasi belajar dan menigkatkan percaya diri siswa dalam menghadapi Ujian Nasional yang sesungguhnya.-

B. Saran
 Pelaksanaan Latihan Ujian Nasional sebaiknya dilaksanakan oleh setiap sekolah menjelang waktu-waktu pelaksanaan Ujian Nasional atau waktu-waktu terakhir siswa duduk dikelas 3 SMP.  
Refleksi, evaluasi kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan proses pelaksanaan Latihan Ujian Nasional perlu dilaksanakan demi perbaikan pada masa-masa mendatang sehingga Gain Score Achievement dapat ditingkatkan secara bertahap.


DAFTAR PUSTAKA

Agustin Helena I.R, Dra., M.A., PhD. 2004. Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa Inggris. Jakarta : Dirjendikdasmen.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1999. Kurikulum 1994 dan Suplemennya. Jakarta : Depdikbud.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP dan MTs. Jakarta : Puskur Balitbang Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pendekatan Kontekstual. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.
DePorter,Bobbi,&Hernacki,Mike. 2005. Quantum Learning. Bandung: Mizan
Djawanto PS,S.E. 2000. Pokok-pokok Metode Riset dan Bimbingan Teknis Penulisan Skripsi. Yogyakata : Liberty Yogyakarta.
Purnomo, Bambang, S.Pd. 2003. Hasil Perolehan Proses Pembelajaran Guru Yang Positif akan Meningkatkan Profesionalisme.  Laporan Hasil Penelitian.
Priyono, Andreas, Drs. , Dipl,Art,M.Sc.Ed. dan Drs. H. Djunaedi. 2001. Petunjuk Praktis Classroom Based Action Reseach. Semarang : Proyek Perluasan dan Peningkatan Mutu SLTP Jateng.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar