“PENUNTUN PRAKTIS MEMAHAMI FOTOGRAFI”
MOTTO !
“Menurut ilmu adalah wajib bagi
kaum muslimin dan muslimat”.
FOTOGRAFI
PENGANTAR
Pengertian :
Potret berasal
dari Bahasa Belanda. Artinya Melukis dengan cahaya.
Port =
Melukis.
Treat = Cahaya.
F o t o berasal dari Bahasa Inggeris.
Photo berasal dari Bahasa Inggeris Amerika.
Photografi ialah ilmu yang mempelajari seluk beluk foto.
Alat untuk memotret di sebut Kamera, Tustel.
Jenis-Jenis Merek : Kodak,
Canon, Agfo, Cerka, dll.
Foto Seni :
ialah kegiatan yang bergerak di bidang potret memotret.
Foto Suplay :
ialah mensuplay perlengkapan foto, baik yang meliputi menjual
dan membeli.
A. MACAM-MACAM KAMERA
1. Micro Hole Camera
Yakni kamera dengan lobang kecil. Belum ada lensa.
Jenis kamera ini adalah kamera tertua.
2. Box Kamera
Kamera dengan menggunakan
Kotak. Jenis ini yang pertama kalinya menggunakan
Lensa.
3. Baligh Camera
Yakni kamera yang dapat
dilipat.
NB. Jenis kamera dari
nomor 1 sampai 3 tergolong kamera kuno.
4. Reflex Camera
Yakni kamera yang
berbentuk 4 persegi, dimana caranya dapat dilihat dari atas, se-
dang lensanya terletak
dibagian bawah.
Jenis ini termasuk kamera
jenis peralihan, dari yang kuno kepada yang moderen.
5. Camera Mederen (Leica Sistem)
6. Pollaroid
Yakni Kamera yang sekaligus
jadi. Dan tidak punya filem negatif. Namun hasilnya
tidak tahan lama
(gambarnya cepat kabur).
7. Camera Instamatic
Camera ini adalah jenis
kamera yang kaku, namun sangat praktis. Sebagian orang
Menyebut sebagai kamera
mainnan. Kamera ini tidak memiliki aturan Jarak, Speed
dan diaframa. Jarak yang
baik untuk kamera ini antara 1-3 meter.
8. Micro Camera
Yakni kamera kecil. Kamera
ini sering sering digunakan oleh para intel dan agen-
agen rahasia. Bentuknya
kadang seperti Korek Api, Polpin dan yang lebih
mutakhir ini kadang berbentuk kancing baju dan
lain-lain.
9. Telescope Camera
Yakni kamera dengan lensa panjang. Kamera ini
dikhususkan untuk memotret jarak
jarak jauh. Biasanya
digunakan oleh para astronot dan laboratorium meteorologi dll
10. Wide Angle Camera
Kamera yang digunakan
untuk jarak dekat.
Misalnya : Melihat pori-pori kulit, melihat darah
dll.
11. Moving Camera
Adalah Kamera yang
digunakan untuk shoting filem. Kamera ini sangat mahal
filemnya. Sebab untuk
ukuran normal, setiap detiknya menghabiskan 24 filem.
Untuk ukuran cepat 10 sampai 16 filem per detik. Untuk
ukuran slow 10 sampai
30 filem per detik.
II. MEMELIHARA KAMERA :
- Jangan menyimpan kamera dalam keadaan terkokang. Sebab pada umumnya kamera buatan Jepang, onderdil dan alat penagkal kokangnya adalah plastik.Tapi Kamera keluarga Jerman biasanya alat kokangnya adalah Per. Sehingga kamera Jerman biasanya lebih awet. Kelebihan kamera Jepang, pada umumnya murah harganya.
- Jangan membersihkan lensa dengan kain., kertas atau tangan langsung, tapi gunakanlah alat khusus pembersih lensa. Lens Cleaner atau Lens Cleaning harganya ±Rp 800 per lembar. Modelnya persis sama dengan tisyu.
- Lensa harus selalu ditutup dengan Filter(UV atau O). Filter merupakan kaca mata dari lensa kamera. Sehingga kalau ada kotoran, maka lensa tetap aman. Filter UV untuk filem warna. O untuk filem Hitam putih. Jika kita tidak punya Filter dan lensa di tiup. Sebab udara yang keluar mengandung uap air. Gunakanlah Sikat khusus.
- Jangan pula meniup bagian dalam kamera, akan menimbulkan karat dan merusak kamera.
- Bila kamera digunakan di Pantai, maka kamera sebelum disimpan, hendaknya dibersihkan dengan minyak lensa. Disebut Oil Lens. Harganya ± Rp 1.500,-
- Simpanlah kamera dalam almari yang diberi lampu 5 watt. Ini menjaga agar lensa tidak bercendawa bila kedinginan. Demikian pula lampu dapat menjaga kelembapan kamera. Dan jika lampu terlalu panas, maka bagi Kamera Jepang yang menggunakan lem akan mudah rusak. Tapi jika rumah belum punya listrik, maka gunakanlah Silica Gel atau Silicon. Biasanya setiap pembelian Kamera ada silikonnya, maka mintalah silikon itu sebagai perlengkapan kamera.
PERLENGKAPAN KAMERA :
1. Tombol
2. Pengekang
3. Lensa
4. Pengintai
5. Watsu (tempat lampu blis) = blist lampu
6. Rewin / mengembalikan film
7. Diafraghma (Pengatur cahaya) panas
8. Pengatur jarak
9. Speed (pengatur kecepatan)
Ad. Diaframa :
Ialah perlengkapan kamera
yang mengatur banyak sedikitnya cahay masuk membakar film. Gambar :
- Kalau angka besar - lobangnya kecil
- Kalau angka kecil - lobangnya besar
Kalau waktu panas
gunakanlah lobang kecil \, sebab kalau yang digunakan lobang besar, maka praktis
filmnya bisa terbakar, demikian sebaliknya jika waktu mendung gunakanlah lobang
besar agar cahaya banyak yang masuk membakar film. Tapi jika mendung yang
digunakan lobang kecil, maka gambarnya akan kabur atau gelap, sebab
pembakarannya kurang.
Ukuran-Ukuran :
-
Untuk
udara di luar gunakan diaframa :
22 . 16 . 11 . 8 .
- Untuk udara sedang gunakan diaframa :
5,6.
4.
- Untuk udara/cuaca agak
gelap gunakan diaframa :
2,8.
1,7. 1,4.
Out Dor : ialah
pemotretan di luar ruangan dengan menggunakan sinar matahari langsung atau dengan
sinar lampu yang kuat.
In Dor : ialah pemotretan didalam ruangan ataupun diluar
ruangan dengan sinar yang lemah.(harus menggunakan blist).
Penggunaan Diaframa untuk pemotretan Out Dor di bagi :
-
Panas
-
Sedang
(mendung)
-
Hujan
1. Panas ada dua : (terbuka)
a. Panas dipantai -- Diaframa 22.
b. Panas Non pantai – Diaframa
16/11
2. Mendung (setengah terbuka )
Yaitu matahari tidak langsung
mengenai objeknya atau terhalang oleh awan, ini dapat
dibagi 2.
- Mendung terang . misalnya dibawah pohon kelapa. Difnya : 8 / 11.
- Mendung gelap. Misalnya dibawah pohon beringin. Atau dihalaman rumah. Difnya: 5,6.
3. Hujan : dibagi dua macam.
a. Hujan gerimis. Difnya : 4.
b. Hujan lebat. Difnya : 2,8.
Jadi out dor :
-
panas
terang =11.
-
Panas
agak gelap = 8.
-
Hampir
maghrib = 5,6.
Pengaturan diaframa untuk pemotretan in dor :
Pengaturan ditentukan oleh jarak antara fotografi dengan objeknya.
-
Semakin
dekat-lobang kamera dikecilkan, berarti angkanya besar.
-
Semakin
jauh-lobang kamera dibesarkan, berarti angkanya kecil.
Pengaturan diaframa biasanya sudah ada petunjuknya pada lambu blist. Tapi
pada umumnya pengaturannya sbb.
Jarak : 1 m menggunakan dif = 22.
1 – 2.m menggunakan
dif = 16.
2 – 3.m
menggunakan dif = 11.
3 – 4.m
menggunakan dif = 8.
4 – 5.m
menggunakan dif = 5,6.
5 - ....m
menggunakan dif = 4.
Jarak 3-5 meter dengan asa 100 asal menggunakan dif 5,6 sudah dianggap
bagus.
Khusus untuk ukuran pas foto biasanya menggunakan jarak 2 meter. Maka
pakailah diaframa 11 dan kecepatannya 60. Back raun untuk pas foto umumnya
menggunakan kain warna hijau/ abu-abu.
Jangkauan Blist hanya 10 meter.
Macam-macam blist :
1. Blist kecil = 2 batu kekuatannya = 5
meter.
2. Blist besar = 4 batu kekuatannya =10
meter.
3. Blist Combin = menggunakan Accu = 20
meter.
Bedanya : Asa 100 jarak 4 m. Difnya =5,6.
Asa 400 jarak 4 m. Difnya =11.
Istilah-istilah :
B N = Normal
B S = Hampir mendekati normal
B W = Terlalu
tipis (renggang)
B
H = Terlalu tebal
Ad. Pengaturan Kecepatan (speed).
Yaitu untuk mengatur kecepatan beberapa sinar
membakar film.
Pengaturan
spees biasanya tergantung pada :
1. Gerak objek/ subjek – sedang speednya
1/250.
2. Jarak jauh, speednya rendah.
3. Jarak dekat speednya tinggi.
Contoh : orang berlari speednya = 250.
orang yang berdiri statis = 60.
Orang yang berjalan/ bergerak = 125
Untuk berwarna lokasi out
dor kecepatan minium 250. Kalu BW (hitam putih) out
dor =125.
Kalau udara panas maka speednya = 500.
Urutan-urutan speed
biasanya :
B . 1- 2 – 4 – 8 – 15 – 30
– 60 – 125 – 250 – 500 – 1000
Kecepatan B gunanya untuk
memotret objek tang tenang (statis) dengan sinar yang
sangat minim.
Misalnya : Patung didalam
gua dengan menggunakan lampu lilin sebagai penerang,
Maka harus menggunakan
kecepatan B (F 10 detik).
Petunjuk Speed artinya :
B=cahaya yang membakar
film lamanya 10 detik (lensa membuka selama 10 detik)
1= lensa membuka selama 1
detik
2= lensa membuka selama ½
detik
4= lensa membuka selama ¼ detik
15= lensa membuka selama
1/15 detik
125= lensa membuka selama 1/125 detik.
Dan seterusnya.
PENGATUR JARAK
Gunanya untuk menentukan
jarak antara subjek dengan objeknya. Petunjuk jarak ini sangat menentukan
karena kalu jaraknya tak tepat, maka gambarnya akan kabur, dan tak bisa
diperbaiki.
Pengatur jarak pada pengaturannya .
Alat pengatur jarak ada 3 macam (sistem)
1. Sistem Kira-kira :
Dibutuhkan kira-kira yang wajar dan mendekati
kepada kebenaran. Caranya letakkan ukuran meternya pada garis petunjuk jarak
pada ba dan kamera.
2. Sistem Patah :
Yaitu suatu cara untuk mengatur jarak dengan
melihat gambar yang patah dan gambar yang tak putus. Apabila gambarnya putus
berarti jaraknya tak tepat.(tak sherp).Sistim patah ini hanya digunakan untuk
memotret jarak dekat. Misalnya memotret bunga anggrek dalam jarak 11 meter.
Sistim patah untuk jarak jauh menggunakan sistim jelas dan kabur, kalau
gambarnya kabur berarti jaraknya tidak sherp. Kalau sudah jelas berarti sudah
sherp.
Camera yang menggunakan sistim patah caranya sbb :
- Pada pengintai ditengah-tengahnya terdapat lobang kecil (bulatan kecil).
- Melalui bulatan kecil tersenut kita arahkan kepada objek.
- Putarlah lensa kamera hingga gambar tsb. Nampak utuh atau tidak patah.
- Jika gambarnya sudah utuh maka jaraknya sudah sherp/tepat.
Kesimpulan :
Sebaiknya pengukuran jarak dengan sistim patah
atau jelas dan kabur juga harus dicocokan dengan sistim kira-kira.
Jadi menggunakan sistim campuram.
3. Pengaturan jarak dengan sistem gambar doble
dan singgel. Caranya :
-
Melalui
alat pengintai mata diarahkan ketengah-tengah pengintai yakni kaca kuning yang
kabur terus menerobos mengenai objek.
-
Apabila
objeknya kelihatan 2 (doble) maka, jaraknya tak tepat.
-
Apabila objeknya hanya kelihatan 1(tunggal)
berarti jaraknya sudah sherp(tepat).
Jadi dengan sistim ini juga sebaiknya diimbangi
dengan sistim kira-kira.
Kesimpulan ;
Kelengkapan kamera yang paling penting dan paling
menentukan adalah pengaturan jarak.
BAHASA KAMERA
1. E.C.U. *Eye close up. Yakni
untuk memotret bagian kecil saja.misalnya : khusus mata,
gigi, telinga saja dll.
2. M.L.S. *Micle Long Short. Yakni foto ukuran ¾ badan
3. C.U. *Cloce Up .ini
untuk pas foto dll.
4.L.S. *Long Short. Ini untuk seluruh badan
dll.

![]() |
Dll.
atau tanda titik
. setelah
huruf terakhir berarti dua kali lipat.
F I L E M
1. Perhatikanlah setiap anda membeli film Tnggal Over Yard/tanggal masa
berlaku sampai
habisnya.
2. ukuran ketajaman film disebut asa (Amerika). Din (Jerman) dan Yis
(Jepang) dllnya.
3. Ukurannya :
Ukuran asa berbeda disebabkan
oleh pengaruh tebal tipisnya emulsi pada mika film tsb.





















Untuk panas dipantai sebaiknya gunakan film asa 50/60. Panas dikota atau di
gununggunakan 100/125. Kalau gelap dan didalam rumah gunakan asa 400.
MEMOTRET YANG BAIK :
- Jangan menantang matahari,kecuaili menggunakan (lensa Hood/cup) atau menggunakan CLY (lensa khusus).
Memotret dalam kaca/tivi.
-
Jangan
pakai blis.
-
Pakai
jarak 2,8.
-
Kecepatan
60.
-
Jarak
± 1 m.
- Harus tepat menggunakan film.
Kalau panas gunakan asa 50/60
Kalau sedang gunakan asa 100/125
Kalau gelap gunakan asa 400
- Tepat mengatur latar belakang (back raund)
- Tepat mengatur : Jarak, Diaframa, Speed.
- Sesuai ukuran dan pesanan (ECU/CU/MLS/LS).
Kunci Pemotretan :
-
In
Dor : dif 5,6 – jarak .2-5 m. –Speed. 60.
-
Out Dor : Panas dif .11/16. Speed 250.
Sedang dif. 8 .Speed 250.
Gelap dif. 5,6. Speed 125.
Pengaturan speed yang menggunakan
Rona Layar, Sliter, Shuluter speednya paling tinggi menggunakan 60, sebab kalau
menggunakan speed 125 gambarnya hanya kelihatan separuh. Dan kalau menggunakan
speed 250 yang jadi hanya ¼ nya.
Maka speednya biasanya diberi tanda silang merah.
Jadi hasil yang paling baik bagi kamera yang menggunakan Rona Logam dan
menggunakan bliz speednya 30. Untuk in dor dan menggunakan bliz gunakanlah
speed 60.
MACAM-MACAM FILM :
- Ukurannya : Kaset, Rol, Film Shet (dipotong-potong)
- Kegunaanya :-Film Standar digunakan untuk memotret biasa.
-Film orto-untuk mereproduksi.
3. Film Slide gunanya untuk membuat Slide
(harganyanya 5 kali harga fil biasa).
4. Film
Moving Camera-Untuk membuat gambar hidup.
Film negative = klise film. Sedang positif =
gambar jadi.
CUCI FILM :
Cuci film : ialah memproses film yang telah digunakan untuk memotret
sehingga menjadi film negatif (klise).
I. Obat Cuci Film :
Ada tiga macam : 1. Ontwiklaar.
2. Stop Bed.
3. Hypo.
Keterengan :
ad.-Ontwiklaar (Obat penimbul gambar), fungsinya menimbulkan gambar dari
mika film.
- Merek-merek ontwiklaar
yaitu :
a. Micro M.F.(bagus)
b. Minigrain (jelek) Rp
400,- per liter.
c. Agfa
- Cara mencampur micro
M.F.
Lihat saja pada petunjuknya.
1. Sediakan air hangat 32oC
sebanyak 500.cc/ ½ liter atau 2 ½ gelas minum.
2. Masukkan obat bungkus kecil(warna agak
coklat) kedalam air hangat kemudian diaduk-aduk sampai merata.
3. Masukan obat bungkus berwarna putih
kedalam campuran tadi. Aduk sampai merata.
4. Kemudian ditambah air dingin 500cc lagi
atau ½ liter.
5. Bila sudah dingin (18o C) baru
boleh digunakan.
Catatan :
-
Ontwiklaar
mudah rusak bila kena sinar putih.
-
Mudah
rusak kena suhu panas. Maka sebaiknya dimasukkan kedalam jeregen berwarna merah
gelap dan diletakkan disekitar bak air.
-
Ontwiklaar
merusak segala macam logam, maka tempatkan pada pelastik atau botol.
Ad. 2. Stop bad
Campuran 1 liter air dengan1 sendok makan
cuka-makan. Yang digunakan adalah
Air dingin, dan bila tak
ada cuka, maka kita gunakan saja air biasa.
Ad. 3. Hypo :
-
Mereknya
: - Acifix - Fixer
- Fixanol
Acifix dan Fixer tiap 1
dos berisi 1 bungkus. Sedang Fixanol ada zat pewarnanya
Berwarna biru. Ini gunanya
hanya untuk membedakan antara ontwiklaar dan hypo
(hipo baunya seperti obat kariting rambut).
III. PROSES MENCUCI FILM :
1. Masukan film kedalam rolnya.
2. Film dalam rol dimasukan :
a. Ontwiklaar = 8 menit
b. Stopbad
= 1-3 menit
c. Hypo
= 6 menit
3. Dari hypo film dimasukkan pada air
mengalir ± 1 jam(digoyang-goyangkan
diair).
4. Kemudian di isis (diangin-anginkan) hingga
kering.
Catatan I :
1 liter ontwiklaar biasanya untuk mencuci
15 rol.
Pengaturannya sbb.
- 1-5
rol = 8 menit - 11-15
rol = 10 menit
- 6-10
rol = 9 menit
Catatan II :
Bila
kurang lama direndam diair mengalir berakibat film mudah rusak dan bercendawan.
Catatan III :
Film
yang masih basah jangan di sentuh,sebab gampang rusak.
Catatan IV :
Waktu mengisis jangan sampai kena debu.
IV. ALAT CUCI FILM :
1. Rol Tank system.
2. Tank System : - TS 2 = 1 Rol. Tank system biasanya mereknya
- TS 4 = 2 Rol. Pater Son
(Jerman)

Caranya :
Dari rol film
yang ahli dipindahkan ke Rol Tank System (Digulung ke rol
tank system). Setelah berada
di rol tank system lalu dimasukan ke Tank
system. Tank systemnya lalu
ditutup.Setelah Tank System ditutup, maka
selanjutnya dimasukkan air kedalam TS sekedar
membasahi film lem. Dan
air tsb segera dibuang. Setelah air dalam TS
kosong barulah dimasukan :
1. Ontwiklaar salema 8 menit. Sambil
dikocok-kocok biar ontwiklaar
merata pada seluruh bagian film. Setelah 8 menit
baru ontwiklaarnya
di keluarkan dan diganti
dengan.
2. Stop Bad. (lamanya dalam TS 1-3 detik).Stop
Bad dikeluarkan baru kemudian dimasukan
3. Hypo. Lamanya 6 menit sampai 1 jam.
Catatan :
Panas/suhu
untuk film BW maksimal 18oC. Maka apabila udara atau air yang
digunakan terasa panas lebih dari 18oC, maka lakukanlah sebaiknya
pada malam hari. Dan kalau terpaksa bisa juga dilakukan siang hari, tapi
dibawah Tank system harus ditaruh air es (dipiring).
A F
D R U U K :
Afdruuk ialah : membuat gambar yang besarnya – besar filmnya. Misalnya film
3 x 4 di






Keterangan :
Kotak berukuran 35 x 35 x 40 (tingginya 40 cm).
K 1 : kaca bening = 9 x 14cm
K 2 :
kaca math glas ( burem/ susu = 34 x 34 )
L 1 : lampu putih 5 wt.
L 2 : lampu merah 5 wt.
S K : Skak laar.
2. Obatnya :
Obat afdruuk hampir sama
dengan obat cuci film, hanya lebih pekat/kental.
Obatnya : 1. Ontwiklaar.
2. Stop Bad.
3. Hypo.
Keterangan
: Merek ontwiklaar untuk afdruuk.
1. Super brom.
2. Super bromical.
3. Minigrain.
4. Agfa A 108.
5. Fuji.
Kalau ada beli saja Agfa A 108.
-
Cara
mencampurkan.
Sama seperti mencampur ontwiklaar pada cuci film.
-
Sifat.
Ontwiklaar untuk afdruuk mudah sekali rusak bila
kena sinar putih/suhu panas, maka untuk itu buatlah sedikit demi sedikit sesuai
keperluan.
3. Proses Afdruuk :
1. Letakkan film pada kaca
satu ( K 1 ) dengan posisi kertasnya yang mengkilap
menghadap sinar (menghadap kebawah).
2. Diatas filem diberi masker dengan ukuran
sebagai berikut :
Gambar ukuran 3 x 3 maskernya = 2 ½ x 2 ½ cm.
Gambar ukuran 3 x 4 maskernya = 2 ½ x 3 ½ cm.
Gambar ukuran 4 x 6 maskernya = 3 ½ x 5 ½ cm.dst.
3. Letakkan kertas afdruuk
diatas masker dengan posisi yang mengkilat menghadap
sinar
(ke bawah).
( Kertas yang mengkilat mengandung obat).
Jika posisi kertasnya terbalik, maka
tidak akan terjadi gambar.
4. Kertas afdruuk ditekan, kemudian lampu putih
dinyalakan, lamanya :
a. B N = 3 detik.
b. B S =
2 ½ detik.
c. B W = 8 – 12 detik.
d. B H =
1 detik.
e. BEW Soft =
1/20 detik.
f. BEW Hard= ± 30 detik.
5. Setelah disinari dengan
sinar putih kertas afdruuk di proses sebagai berikut :
a. Masuk ontwiklaar, lamanya sampai
gambarnya nampak jelas.
b.
Masuk ke Stop Bad lamanya 1-3 detik.
c. Masuk
ke hypo ± 7
menit – 1 jam.
d. Masuk ke air mengalir 6 s/d 12 jam.
e. Kemudian diisis dan dipotong menurut
selera.
HASIL PEMOTRETAN :
ADA 6 MACAM : 1. B N. Yaitu pemotretan yang
serba normal. Misalnya :
-
Panas terik dan terbuka.; 16-250.
- Di bawah pohon = dif 5,6. speed 250.
2. B S. Yaitu hasil pemotretan
mendekati normal. Misalnya :
-
Di bawah pohon beringin 8/22 – 250.
-
digubuk = 16/22 – 250.
3. B W. Hasil pemotretan dengan kebanyakan sinar, karena lubang
kamera
dibuka terlalu besar. Misalnya :-Panas terik – dif. 5,6 – 250.
Untuk
jadi BN = 16.- 250.
4. B H. Hasil pemotretan kurang sinar.
Misalnya : Dibawah pohon dif.
16-250.
Untuk jadi BN = 5,6. speed 250.
5. BEW Soft. Yakni hasil pemotretan
sangat kurang sinar, karena
lubang
dif terlalu kecil. Misalnya : Dalam
kamar tanpa bliz = 16-
250.
6. BEW Hard. Yakni pemotretan terlalu
banyak sinar. Misalnya :
-
Panas terik terbuka = 2,6 – 250. Untuk BNnya = 16.-250.
KERTAS AFDRUUK :
Macam-macam kertas afdruuk :
1. Ditinjau dari kondisinya ada 6 macam.
a. B N. b.
B S. c. B W. d. B H. e. BEW Soft.
f. BEW Hard.
2. Ditinjau
dari permukaan kertas ada 3 macam :
a. Gilap dengan kode 111.
b.
Kulit jeruk (SM) kode 119.
c. Doft
/ lenen Kode 117.
CARA MEMASANG FILEM :
Ada 3 macam : 1. dengan Q L.
2. dengan Kait.
3.
dengan Lubang.
KEGUNAAN KERTAS AFDRUUK :
- Kertas Gilap untuk :
a. Foto news (fotonya horisontal).
Misalnya : pada TV, Mas Media, dll.
b. Monster (Foto untuk contoh )mis. Iklan dll.
Misalnya
: Anggrek, Sepatu, Pot bunga dll.
- Kertas S M (Kulit jeruk) kode 119.
- Untuk mencetak gambar orng yang rombongan mis. 6
– 10 orang.
3. Kertas Doft/Lenin (117).
- Untuk pas foto.
Catatan :
- Untuk membeli kertas harus diketahui :
Merek, Suasana, Permukaan (111.117.119)
- Merek kertas afdruuk.
Zunow, Agfa, Orwo, Fuji, Tura, Ero.
- Masker dapat dibuat dari kertas manila berwarna
: hitam, biru, merah.
- Suasana ( BN. BS. BW.
BH. dll )
- Merek kertas yang baik
ialah Agfa.
- Untuk bisnis gunakan saja Zunow. BN 117.
- Untuk memotong kertas
sebaiknya pakailah benang (benang bulgur).
- Pada kertas afdruuk yang
mengkilap mengandung obat.
- Pada film yang mengkilap
tidak mengandung obat. Untuk memegang film
peganglah bagian yang mengkilap ini.
- Untuk memptret Penganten
gunakanlah film yang Asa 400.
- Self timer = memotret sendiri bukan dengan
camera otomatis.
FERGOOT : (FEKRUT
Ialah membesarkan
gambar lebih besar dari pada filemnya atau
mengecilkan gambar dari pada
filmnya.
ALATNYA : 1. Tiang
penyanggah.
2. Engsel naik turun.
3. Lensa Besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar