Rabu, 05 Mei 2010

Upaya Meningkatkan Hasil Ujian Nasional melalui The Small Group Intensive Guidancing Model

Upaya Meningkatkan Hasil Ujian Nasional
melalui
The Small Group Intensive Guidancing Model
Oleh: Bambang Purnomo
ABSTRACT
Guidancing to face the national examination is one of the goal of the learning process. In fact that the gaining of the score achievement of the national examination ,especially English is still low. To get the optimal score achievement needs preparing to be master both inmaterial and mental in order to support in gaining of the national examination score achievement in quality and quantity.
Based on the condition, Gain Score Achievement of the national examination needs to be optimized in order to the gaining of the score in the real national examination can be optimized too. One of the guidancing model which is used to face the ujian nasional event is The Small Group Intensive Guidancing Model. This program is done to improve the gaining the gain score achievement of the result of ujian nasional SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen in 2009.
The small group intensive guidancing model needs two cycles in action research. This actions is programmed by by school and then is done by sixteen teachers and the headmaster himself as the researcher. This program has two functions, one can be used as the classroom action research by the teachers and as the schoolbased action research by the headmaster. Cycle I is done on March 2009 and Cycle II on April 2009.
The small group intensive guidancing modelhas been able to improve the ujian nasional result of SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen in 2009. In 2008 the ujian nasional resultof SMP Negeri 4 Gombong is 73,64%. It improves 4,44% in 2009 so, it become 78,08% Which total averages 22,27 in 2008 becomes 22,89 in 2009.
The small group intensive guidancing model can be used as one of the guidancing model to optimize the songsong ujian national activity positively to increase the gain national achievement score in quality and quantity.
Key words:: Upaya,Meningkatkan,Hasil Ujian Nasional, The small group intensive guidancing model.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Hasil ujian nasional sekolah menengah pertama sebanyak empat mapel yaitu: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam tahun pembelajaran 2008/2009 merupakan salah satu faktor penentu seorang siswa kelas 9 dinyatakan lulus dari satuan pendidikan oleh sebab itu maka Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian) menjadi salah satu dari tujuan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama pada umumnya dan juga di SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen khususnya. Disisi lain masyarakat masih menilai bahwa keberhasilan sekolah hanya dilihat dari hasil perolehan nilai Ujian Nasional saja yang sebenarnya masih ada unsur penentu lain sehingga seorang siswa dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.
Dalam rangka memacu para penyelenggara dan satuan pendidikan untuk meningkatkan kinerjanya dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu, pemerintah menetapkan standar nasional pendidikan yang memuat kriteria minimal tentang komponen pendidikan. Dengan menggunakan standar nasional pendidikan sebagai acuan setiap satuan pendidikan diharapkan dapat mengembangkan pendidikannya secara optimal sesuai dengan karakteristik dan kekhasan programnya. Sejalan dengan itu,
1
Pemerintah membentuk Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang bertanggung jawab kepada Menteri Pendidikan Nasional. Badan tersebut merupakan lembaga mandiri, profesional, dan independen yang mengemban misi untuk mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan.
Dari hasil evaluasi dan analisis kegiatan pembelajaran sampai dengan bulan Februari 2009 di SMP Negeri 4 Gombong pada kelas 9 tahun pelajaran 2008/2009 yang dilakukan melalui Tes Uji Coba ( TUC) I pada empat mata pelajaran yang diujinasionalkan menunjukkan bahwa hasilnya masih rendah baik kualitas maupun kuantitasnya.
Dengan kondisi demikian karena masih ada kesempatan emas untuk mengupayakan adanya peningkatan hasil ujian nasional maka peneliti melaksanakan program perbaikan dalam melaksanakan bimbingan belajara khususnya bimbingan dalam menyongsong Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009.
Pada tahun pelajaran 2008/2009 siswa sekolah menengah pertama yang dinyatakan lulus Ujian Nasional jika memiliki nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 5,50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Kabupaten/Kota dan atau satuan pendidikan dapat menentukan kriteria kelulusan Ujian Nasional lebih dari kriteria seperti yang sudah ditentukan tersebut diatas.
Untuk mengoptimalkan proses bimbingan dalam menyongsong ujian nasional tahun pelajaran 2008/2009 peneliti menyelenggarakan program bimbingan intensive kelompok kecil (The small group intensive guidancing program).
B. Identifikasi Masalah
Masalah-masalah yang dapat peneliti identifikasi dintaranya aadalah sebagai berikut:
1.Bagaimana meningkatkan kwantitas hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009?
2.Bagaimana meningkatkan kualitas Hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009?
3.Upaya apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil Ujian Nasional tahun 2008/2009?
4.Apakah kelompok kelas dengan siswa 40 bisa efektif untuk menyelenggarakan bimbingan dan latihan mengerjakan soal-soal Ujian Nasional?
5.Apakah kelompok lebih kecil terdiri 15 sampai dengan 20(the small group) dapat digunakan model pembimbingan dalam meningkatkan hasil Ujian Nasional?
6.Bagaimana model bimbingan yang tepat untukdilaksanakan?
C. Pembatasan Masalah
Dari identifikasi masalah yang ada, peneliti membatasi pada masalah sebagai berikut:
1.Bagaimana mengupayakan agar hasil Ujian Nasional dapat meningkat secara kuantitas maupun kualitas?
2.Model bimbingan apa untuk dilakukan agar hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009 dapat meningkat?
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang, maka secara spesifik masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut:
  1. Bagaimana meningkatkan Hasil Ujian Nasional?
b.Apakah model bimbingan kelompok kecil yang intensifdapat digunakan sebagai salah satu model pembimbingan dalam meningkatkan hasil Ujian Nasional?
Dua masalah tersebut diatas dapat diintegrasikan sehingga merupakan suatu pemecahan masalah untuk meningkatkan hasil ujian nasional tahun pelajaran 2008/2009 sehingga masalah tersebut peneliti rumuskan ” Apakah melalui the small group intensive guidancing model dapat meningkatkan hasil Ujian Nasional?”
E. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Secara umum penelitian tindakan berbasis sekolah (schoolbased action reserach) ini dilaksanakan dalam rangka mengupayakan agar hasil Ujian Nasional tahun 2008/2009 dapat meningkat secara kuantitas maupun kualitas.
2. Tujuan Khusus
Penelitian tindakan berbasis sekolah ini dilaksanakanmemiliki tujuan khusus untuk meningkatkan hasil Ujian Nasional melalui model bimbingan kelompok kecil yang intensive (the small group intensive guidancing model).
F. Manfaat Penelitian
Penelitian tindakan berbasis sekolah ini dilaksanakan memiliki manfaat baik teorits maupun praktis. Manfaat teoritis dan manfaat prakti peneliti jelaskan sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
a. Penelitian tindakan berbasis sekolah ini memiliki manfaat untuk mendapatkan teori baru tentang upaya meningkatkan hasil Ujian Nasional melalui model bimbingan kelompok kecil yang intensif (the small group intensive guidancing model).
b. Penelitian tindakan berbasis sekolah ini memiliki manfaat sebagai dasar untuk penelitian selanjunya.
2. Manfaat Praktis
Manfaat praktis tersebut sekurang-kurangnya memiliki 3 manfaat yang peneliti uraikan sebagai berikut:
a. Bagi Guru/Kepala Sekolah
1) Untuk meningkatkan proses pembelajaran.
2) Untuk meningkatkan profesionalisme.
b. Bagi Siswa
1)Untuk meningkatkan intensitas belajar siswa di sekolah sekolah.
2) Untuk mengoptimalkan waktu yang ada menjelang Ujian Nasional.
3) Untuk meningkatkan percaya diri siswa dalam mengerjakan soal-soal Ujian Nasional.
c. Bagi Sekolah
1)Untuk memberikan informasi faktual tentang hasil Ujian Nasional.
2)Untuk memberikan masukan pada sekolah dalam menyusun program
kegiatan pada tahun pelajaran berikutnya.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kajian Teori
Secara teoritis penelitian tindakan berbasis sekolah ini memiliki landasan teori sebagai berikut:
1. Ujian Nasional /Ujian Sekolah
Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorikkelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah. (nomor: 1513/BSNP/XII/2008 tantang Prosedur Operasi Standard (POS) Ujian Nasional (UN) UutukSekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun pelajaran 2008/2009).
7
Ujian Nasional yang selajutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.
Ujian sekolah adalah ujian yang dilaksanakan oleh Sekolah Penyelenggara Ujian selain materi yang diujinasionalkan. Prosedur Operasi Standard (POS Ujian Sekolah) diatur dalam Keputusan BSNP nomor:0008/SK-Pos Us/BSNP/III/2009 tanggal 19 Maret 2009.
2. Model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)
Model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) adalah suatu model pembimbingan dalam rangka untuk mengupayakan peningkatan hasil Ujian Nasional. Model bimbingan yang dimaksud adalah suatu proses bimbingan yang terprogram baik waktu, materi, cara pelaksanaan dan biaya untuk melaksanakannya. Kelompok kecil yang dimaksud adalah membagi lebih kecil lagi yang sebelumnya terdiri dari tujuh kelas yang masing-masing kelas kurang lebih terdiri dari 40 siswamenjadi enam belas kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari kurang lebih 15 sampai dengan 20 siswa. Retorika pembagian kelompok akan dibahas dalam karya tulis ilmiah ini.
3. Tes Uji Coba (TUC)
Tes Uji Coba (TUC) adalah suatu kegiatan tes megerjakan soa-soal Ujian Nasional dan/atau soal-soal yang setara dengan soal-soal Ujian Nasional yang hasilnya digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencapain hasil latihan ujian nasional melalui Tes Uji Coba (TUC) soal-soal Ujian Nasional yang lalu atau setara dengan soal-soal Ujian Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan secaraterprogram dengan memiliki tujuan khusus untuk menyongsong Ujian Nasional..
4. Yang Pertama dan Yang Terakhir
Pengemasan suatu pembelajaran agar dapat memberikan pembelajaran yang optiomal salah satunya adalah dengan banyak memberikan sutu jeda-jeda pembelajaran. Misalnya dalam satu semester diadakan pembelajaran tanpa adanya penilaian dan penilaian hanya diadakan diakhir semester hal ini akan lebih baik jika kita lebih banyak mengadakan suatu penilaian tentu waktu jeda perlu kita programkan. Latihan Ujian Nasionaladalah salah satu langkah untuk mengoptimalkan proses dan penilaian karena program itu untuk membuat jeda-jeda dalam proses pembelajaran sehingga waktu yang pertama dan yang terakhir lebih banyak dengan demikian memori otak kita akan lebih banyak menerima masukan (in-put).
Berikut pendapat Bobbi DePorter& Mike Hernacki, bahwa saat terbaik memori anda adalah yang pertama dan yang terakhir seperti dibawah ini:
Ketika anda sedang belajar, atau berada dalam kelas . atau di sebuah pertemuan, saat terbaik Anda untuk mengingat informasi yang Anda baca atau dengar adalah saat-saat pertama sesi atau terakhir sesi.
(Bobbi DePorter& Mike Hernacki, Quantum Learning,hal. 214
5.Kompetensi
Kurikulum 2004 menyebutkan bahwa kompetensi merupakan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsinten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten dalam arti memiliki pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. Kompetensi dimaksud sudah ada dalam POS UN/US dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
6. Model Kompetensi
Sejauh ini terdapat sejumlah model kompetensi, salah satu model kompetensi yang berhubungan dengan bidang bahasa yang melihat kompetensi berbahasa dari berbagai perspektif. Dalam kurikulum ini model kompetensi berbahasa yang digunakan adalah model yang dimotivasi oleh pertimbangan-pertimbangan pedagogik bahasa yang telah berkembang atau berevolusi sejak model Canale dan Swain kurang lebih sejak tiga puluh tahun yang lalu.
Salah satu model terkini yang ada di dalam literatur pendidikan bahasa adalah yang dikemukakan oleh Celce-Murcia, Dornyei dan Thurrell (1995) yang kompatibel dengan pandangan teoritis bahwa bahasa adalah komunikasi, bukan sekedar seperangkat aturan. Implikasinya adalah bahwa model kompetensi berbahasa yang dirumuskan adalah model yang menyiapkan siswa untuk berkomunikasi dengan bahasa untuk berpartisipasi dalam masyarakat pengguna bahasa.
Model ini dirumuskan sebagai Communicative Competence atau Kompetensi Komunikatif (KK) yang direpresentasikan dalam Celce-Murcia et al. (1995:10) sebagai berikut :
Sociocultural
Competence
Discourse Competence
LinguisticActional
CompetenceCompetence
Strategic
Competence
Gambar 1: Model Kompetensi Komunikatif (dari Celce-Murcia et al.)
Kompetensi utama yang dituju adalah kompetensi wacana(Discourse Competence) yang didukung oleh kompetensi linguistik (Linguistic Competence), Kompetensi sosiokultural(Sociocultural Competence) dan Kompetensi Tindak Tutur (Actional Competence).
B. Penelitian Yang Relevan
Ada hasil penelitian yang pernah peneliti lakukan sebelumnya yang dapat digunakan sebagi gambaran untuk melaksanakan penelitian ditempat, waktu dan subjek serta cara yang berbeda. Adapun judul karya tulis tersebut adalah Upaya Meningkatkan Hasil Ujian Nasional melaui Half-Parted Guidancing. (Bambang Purnomo,S.Pd..2008) Penelitian tindakan kelas/berbasis sekolah . Perpustakaan Perintis SMP Negeri 2 Rowokele : Kebumen).
C. Kerangka Berfikir
Hasil Ujian Nasional masih ditempatkan pada posisi yang sangat penting oleh sekolah, Dinas Pendidikan Pemudan dan Olah Raga , Departemen Pendidikan Nasional, Badan Standardisasi Nasional Pendidikan, Para pejabat legislatif dan Para pejabat eksekutif serta masyarakat pada umummya, khususnya para orang tua siswa yang memiliki anak yang duduk di kelas akhir pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bersama sekolah peneliti melakukan program pembimbingan khusus untuk menghadapi Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009. Berdasarkan hasil analisis dari hasil Tes Uji Coba Sampai dengan bulan Pebruari 2009 pada siswa kelas 9 SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2008/2009 menunjukkan bahwa hasil Tes Uji Coba mengerjakan soal-soal yang setara dengan soal Ujian Nasional menunjukkan hasilnya masih rendah. Hal ini menjadikan masalah yang benar-benar menohok untuk sebuah pembelajaran yang sudah dilakukan selama ini.
Permasalahan lain bahwa peneliti belum melakukan tindakan yang lebih intensif dalam melakukan bimbingan untuk menghadapiUjian Nasional. Dengan demikian peneliti melakukan tindakan untuk mengoptimalkan lagi dari model bimbingan sebelumnya dengan tujuan agar hasil Ujian Nasional dapat meningkat secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Adapun upaya tindakan untuk meningkatkan hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009 kelas 9 siswa SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen adalah melalui model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model).
Kerangka berfikir dari tindakan yang peneliti lakukan seperti pada diagram kerangka berfikir pada cambar 2 bab II berikut di bawah ini.
Gambar 2: Diagram kerangka berfikir the small group intensive guidancing model dalam penelitian tindakan berbasis sekolah
Dari diagram berfikir pada gambar 2 bab II diatas dijelaskan bahwa penelitian tindakan berbasis sekolah dilakukan melalui 2 siklus tindakan. Adapun waktu pelaksanaan penelitian tindakan berbasis sekolah dilakukan selama 4 bulan denganjadwal waktu sepertidalam tabel sebagai berikut
NO
KEGIATAN
WAKTU
KETERANGAN
1
Awal
Awal Maret 2009
Pre-Research
2
Siklus I
Maret 2009
Action I
3
Siklus II
April 2009
Action II
4
Akhir
Mei-Juni 2008
Post-Resarch and Reporting
Kegiatan awal dilakukan pada awal bulan Maret 2009 tahun pelajaran 2007/2008 dengan menganalisa hasil Tes Uji Coba sampai dengan Pebruari 2009.Kegiatan tersebut peneliti laksanakan pada awal bulan Maret 2009. Dan selanjutnya hasil analisisnya peneliti jadikan sebagai kondisi awal dari penelitian tindakan berbasis sekolah ini.
Siklus I dilaksanakan selama bulan Maret2009 dan Siklus II pada bulan April 2009 Dalam setiap tindakan dari siklus kesiklus diharapkan adanya peningkatan hasil Ujian Nasional dengan melalui analisa hasil tes uji coba pada akhir bimbingan pada setiap siklus. Dan selanjutnya dari model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) dan Tes Uji Coba (TUC) dapat meningkatkan hasil Ujian Nasional baik secara kualitatif maupun kuantitaif.
Kegiatan Akhir dilaksanakan pada bulan Mei s/d Juni 2009. Kegiatan yang dilakukan peneliti pada saat itu adalah mengumpulkan semua data, menganalisis data, mengolah data dan selanjutnya menuliskan penelitian tindakan berbasis sekolah ini dalam laporan penelitian tindakan berbasis sekolah kelas.
D. Hipotesis Tindakan
Adapun hipotesis tindakan yang dapat peneliti tetapkan adalah Model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) dapat meningkatkan hasil Ujian Nasional siswa kelas 9 SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2008/2009.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Waktu Penelitian
Penelitian tindakan ini peneliti laksanakan pada semester 2 kelas 9 SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2008/2009. Adapun waktu pelaksanaannya meliputi kegiatan awal, siklus 1, siklus 2 dan kegiatan akhir penelitian. Kegiatan awal dilaksanakan pada bulan Maret 2009 pada minggu I karena peneliti baru mendapat tugas sebagai kepala SMP Negeri 4 Gombong dan mulai melaksanakan tugas di sekolah tersebut sejak 1 Maret 2009. Sejak hari pertama bertugas di SMP Negeri 4 Gombong disamping mengamati hal-hal lain dalam rangka mengisi masa observasi danorientasi di tempat tugas yang baru. Pada waktu itulah peneliti memprioritaskan pada tindakan menyongsong Ujian Nasional yang waktunya tinggal tersisa kurang lebih dua bulan. Peneliti katakan bahwa waktu itu adalah waktu emas untuk mengadakan pelayanan yang lebih optimal dan intensive dari sebelumnya. Sehingga peneliti putuskan untuk melaksanakan penelitian tindakan dengan melalui dua siklus penelitian tindakan berbasis sekolah (Schoolbased Action Research). Yang masing-masingsiklus mengalami empat tahapan yaitu: planinning, acting, observing dan reflecting.
Siklus I dilaksanakan pada bulan Maret 2009 Minggu pada kedua sampai dengan minggu keempat dengan menggunakan model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model).
Siklus II dilaksanakan pada bulan April 2009 juga dengan model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model).
Sedangkan kegiatan akhir yang meliputi mengumpulkan data-data, mengolah data-data, menganalisis data-data dan menuliskan laporan penelitian tindakan kelas yang sudah dilaksanakan. Waktunya bulan Mei 2008 sampai dengan bulan Juni 2008. Waktu akhir memerlukan waktu lebih panjang karena semua tindakan akan terjawab keberhasilan atau kegagalannya setelah melihat hasil kelulusan siswa walaupun secara bertahap dari siklus ke siklus juga sudah menunjukkan adanya peningkatan hasil melalui Tes Uji Coba atau bisa disebut juga nilai latihan ujian. Disamping itu memerlukan waktu untuk mendapatkan data yang pendukung walaupun dari siklus ke siklus sudah dilaksanakan.
2. Tempat Penelitian
Penelitian tindakan berbasis sekolah (Schoolbased Action Research) ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen. Sekolah ini beralamatkan di jalan Yos Sudarso Timur nomor 44 Gombong yang kurang lebih 20 kilometer dari kota Kebumen ke arah barat. Telpon (0287)471245 Kode Pos 54416. Sekolah ini memiliki rombongan belajar sebanyak 21 rombel yang terdiri dari7 rombelkelas 7, 7 rombel kelas 8 dan 7 rombel kelas 9, memiliki tenaga pendidik sebanyak 39 guru, tenaga kependidikan 11 orang terdiri 5 orang staf administrasi dan 6 orang penjada sekolah dan memiliki 1 orang petugas laboratorium IPA dan 1 orang petugas perpustakaan, memiliki siswa sebanyak 825 siswa.Sekolah ini adalah sekolahpotensial untuk berkembang menjadi sekolah yang lebih baik lagi dari keadaan yang relatif daya dukungnya sangat berpotensi untuk berkembang.
Gambar 1: Foto dokumentasi SMP Negeri 4 Gombong tampak muka yang
sebelah kanan dan kiri dari jalan masuk memiliki tempat
olahraga yang cukup memadai untuk kegiatan siswa
Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen adalah sebuah institusi yang tergolong sudah berumur cukup lama karena menurut informasi dan data-data pendukung yang ada bahwa pembelajaran di sekolah ini sudah berlangsung sejak tahun 1957 yang pada saat itu merupakan Sekolah Kerajinan yang disempurnakan menjadi Sekolah Teknik I Gombong sejak tahun 1965 sampai dengan tahun 1991 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 60/Dirpt/BI/65.Tanggal 5 April 1965

Gambar 2: Foto dokumentasi SMP Negeri 4 Gombong tampak dari depan
gerbang masuk lokasi bangunan.
Tahun 1991-1993 berubah nama menjadi SMP Negeri 4 Gombong, tahun 1993-2002 berubah nama menjadi SMP Program Ketrampilan dan sejak tahun 2002 sampai sekarang menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Gombong yang sering disebut dengan SMP Negeri 4 Gombong.. Sekolah ini didirikan dilingkungan yang sangat strategis karena terletak di jalur utama jalan Negara bagian selatan dari Surabaya menuju Jakarta sehingga sekolah ini mudah dikenal oleh masyarakat di Gombong dan sekitarnya.

Gambar 3: Foto dokumentasi SMP Negeri 4 Gombong tampak lapangan
upacara bendera didalam lokasi bangunan kelas.
B. Subjek Penelitian
Sujek penelitian tindakan dilakukan pada guru pembimbing model bimbingan kelompok kecil yang intensive (the small group intensive guidancing model).dan siswa kelas 9 SMP Negeri 4 Gombong tahun pelajaran 2008/2009 karena siswa tersebut adalah siswa-siswa yang sangat erat hubungannya dengan permasalahan penelitian yang perlu untuk dilakukan tindakan.
C. Sumber Data
Sumber data yang dapat peneliti himpun adalah data primer dari hasil-hasil nilai Tes Uji Coba /latihan ujian nasional untuk mata pelajaran yang diujinasionalkan dari siklus ke siklus dan nilai Ujian Nasionaltahun pelajaran 2008/2009 kelas 9 SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen.
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data melalui tes tertulis dan alat tesnya menggunakan soal-soal Ujian Nasional 2007/2008 dan atau soal-soal yang setara dengan soal Ujiam Nasional
E. Validasi Data
Karena soal-soal yang digunakan adalah soal-soal Ujian Nasional yang sudah divalidasi olah tim pembuat soal-soal ujian nasional maka peneliti sudah menganggap bahwa soal-soal sudah memenuhi baik validitas secara teoritik maupun empirik.
F. Analisis Data
Data-data yang dianalisa adalah data-data kuantitatif maka peneliti menggunakan analisis deskriptif komperatif yaitu dengan mebandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes tes setelah siklus 1, nilai tes tes setelah siklus 2 dan nilai tes setelah siklus 3.
G. Indikator Kinerja
Adapun indikator keberhasilan tindakan yang dilakukan jika:
1.Nilai Latian dari siklus ke siklus mengalami peningkatan dibandingkondisi awal.
2.Jumlah siswa yang lulus Ujian Nasional tahun 2008/2009 lebih dari 73%.
3.Adanya peningkatan hasil Ujian Nasional secara kuantitas maupun kualitasnya.
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian tindakan untuk meningkatkan hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009 kelas 9 siswa SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen adalah melalui model bimbingan kelompok kecil yang intensive (the small group intensive guidancing model). Adapun prosedur tindakan yang peneliti lakukan seperti pada diagram berikut ini pada gambar 4 pada bab III:
Gambar 4: Diagram prosedur penelitian tindakan
Dari diagram prosedur penelitian tindakan pada gambar tiga diatas dijelaskan bahwa penelitian tindakan dilakukan melalui 2 siklus tindakan.
Adapun waktu pelaksanaan penelitian tindakan dilakukan selama 4 bulan mulai Maret 2009 sampai dengan Juni 2009 dengan jadwal waktu sepertidalam tabel 1 pada bab III berikut dibawah ini:
Tabel 1
NO
KEGIATAN
WAKTU
KETERANGAN
1
Awal
Awal Maret 2009
Pre-Research
2
Siklus I
Maret 2009
Action I
3
Siklus II
April 2009
Action II
4
Akhir
Mei-Juni 2009
Post-Resarch and Reporting
Kegiatan awal dilakukan pada awal minggu pertama bulan Maret 2009 tahun pelajaran 2007/2008 dengan menganalisa hasil Tes Uji Coba sampai dengan Pebruari 2009.Kegiatan tersebut peneliti laksanakan pada awal bulan Maret 2009. Dan selanjutnya hasil analisisnya peneliti jadikan sebagai kondisi awal dari penelitian tindakan berbasis sekolah ini.
Siklus I dilaksanakan selama bulan Maret2009 dan Siklus II pada bulan April 2009 Dalam setiap tindakan dari siklus kesiklus diharapkan adanya peningkatan hasil Ujian Nasional dengan melalui analisa hasil tes uji coba pada akhir bimbingan pada setiap siklus. Dan selanjutnya dari model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)
dan Tes Uji Coba (TUC) dapat meningkatkan hasil Ujian Nasional baik secara kualitatif maupun kuantitaif.
Kegiatan Akhir dilaksanakan pada bulan Mei s/d Juni 2009. Kegiatan yang dilakukan peneliti pada saat itu adalah mengumpulkan semua data, menganalisis data, mengolah data dan selanjutnya menuliskan penelitian tindakan berbasis sekolah ini dalam laporan penelitian tindakan berbasis sekolah kelas.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Kondisi Awal
Hasil ujian nasional sekolah menengah pertama sebanyak empat mapel yaitu: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam tahun pembelajaran 2008/2009 merupakan salah satu faktor penentu seorang siswa kelas 9 dinyatakan lulus dari satuan pendidikan oleh sebab itu maka Gain Score Achievement (Pencapaian Nilai Ujian) menjadi salah satu dari tujuan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama pada umumnya dan juga di SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen khususnya. Disisi lain masyarakat masih menilai bahwa keberhasilan sekolah hanya dilihat dari hasil perolehan nilai Ujian Nasional saja yang sebenarnya masih ada unsur penentu lain sehingga seorang siswa dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.
Hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2007/2008 Sekolah Menegah Pertama Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen masih rendah. Rata-rata nilai untuk mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 7,03 , bahasa Inggris sebesar 4,89, Matenatika sebesar 4,92 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebesar 5,43 sehingga perolehan rata-rata Ujian Nasional SMP Negeri 4 Gombong tahun pelajaran 2007/2008 sebesar 22,27. Nilai terendah untuk mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 4,40, bahasa Inggris sebesar 2,40, Matematika sebesar 1,75 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebesar 1.75.
26
Nilai tertinggi untuk mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 9,00, bahasa Inggris sebesar 8,00, Matematika sebesar 8,25 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebesar 7.75. Jumlah siswa yang mengikuti Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009 sebanyak 258 siswa, yang lulus sebanyak 190 siswa dan yang tidak lulus sebanyak 68 siswa sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat kelulusanya sebesar 73,64 %.
Dari hasil evaluasi dan analisis kegiatan pembelajaran sampai dengan bulan Februari 2009 di SMP Negeri 4 Gombong pada kelas 9 tahun pelajaran 2008/2009 yang dilakukan melalui Tes Uji Coba ( TUC) I pada empat mata pelajaran yang diujinasionalkan menunjukkan bahwa hasilnya masih rendah baik kualitas maupun kuantitasnya.
Dengan kondisi demikian karena masih ada kesempatan emas untuk mengupayakan adanya peningkatan hasil ujian nasional maka peneliti melaksanakan program perbaikan dalam melaksanakan bimbingan belajara khususnya bimbingan dalam menyongsong Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009.
Pada tahun pelajaran 2008/2009 siswa sekolah menengah pertama yang dinyatakan lulus Ujian Nasional jika memiliki nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 5,50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Kabupaten/Kota dan atau satuan pendidikan dapat menentukan kriteria kelulusan Ujian Nasional lebih dari kriteria seperti yang sudah ditentukan tersebut diatas.
Hasil eavaluasi dan analisa hasil tes uji coba sampai dengan bulan Pebruari 2009 menunjukkan bahwa hasilnya masih rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dipertunjukkan dalam tabel 1 dan gambar 1 pada bab IV di bawah ini:
Tabel 1: Tabel Rekapitulasi Nilai Rerata sebelum Tindakan (N0)
REKAPITULASI NILAI RATA-RATA SEBELUM TINDAKAN (N0)
NO
MAPEL
NO
S I
S.2
RT2
S1-N0
S2-NO
RT2
1
IND
6,14
2
ING
4,29
3
MAT
3,79
4
IPA
5,5
RT2
4,93
Gambar 1: Grafik Rekapitulasi Nilai Rerata sebelum Tindakan (N0)
Rerata hasil tes uji coba sampai dengan bulan Pebruari 2009menunjukkan bahawa mata pelajaran bahasa Indonesia reratanya sebesar 6,14, bahasa Inggris reratanya menunjukkan 4,29, Matematika reratanya menujukkan sebesar 3,79 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam reratanya sebesar 5,50. Sehingga rerata dari empat mapel sebesar 4,93 dengan jumlah perolehan nilai empat matapelajaran sebanyak 19,72
Kegiatan menyongsong ujian nasional tahun pelajaran 2008/2009belum melakukan tindakan dengan model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)untuk mengupayakan agar hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009 meningkat. Adapun situasi kelompok siswa pada saat itu terdiri dari 40 siswa setiap kelompok bimbingan sesuai dengan kelas yang ada dan teman kelompok yang sama seperti kelompok belajar di pagi hari. Pada gambar 2 bab IV dibawah ini menunjukkan siswa kurang serius dalam mengikuti bimbingan hal ini disebabkan situasi dan kondisi pembelajaran yang monoton dengan kelompok yang itu itu saja.

Gambar 2: Foto dokumentasi situasi pembelajaran pada kegiatan jam tambahan sebelum diselenggarakannya model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)
B. Deskripsi Siklus I
1. Perencanaan Tindakan (Planning)
Perencanaan pada siklus I yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut:
a.Mensosialisasikan kegiatan pembimbingan model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model). Termasuk bagaimana cara dan teknik bimbingan.
b.Membagi kelompok dari 7 kelas mejadi 16 kelompok belajar yang masing-masing kelompok terdiri kurang lebih 15 sampai dengan 20 siswa. Penentuan kelompok berdasarkan peringkat hasil Tes Uji Coba sampai dengan bulan Pebruari 2009. Pelaksanaan bimbingan setelahjam pelajaran pagi. Setiap hari masing-masing kelompok mendapat bimbingan dua mata pelajaran masing-masing selama 60 memit. Dalam satu minngu bimbingan dilaksanakan selama empat hari sehingga memerlukan guru pembimbing minimal sebanyak 16 guru yang terdiri dari guru bahasa Indonesia sebanyak 4 orang, guru bahasa Inggris sebanyak 4 orang, guru Matematika sebanyak 4 orang dan guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 4 orang.
c.Menyiapkan materi bimbingan dan pembahasanya.
d.Menyiapkan blangko-blangko penilaian.
e.Menyiapkan perangkat lain yang mendukung demi lancarnya pelaksanaan bimbingan.
2. Pelaksanaan Tindakan (Acting)
a.Pembimbingan pada siklus I disampaikan pembahasan soal-soal dari Tes Uji Coba dengan soal yang dibuat oleh Tim MGMP SMP Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2008/2009. Pemberian bimbingan dengan cara sebagai berikut: kurang lebih 15-20 menit siswa mengerjakan 10-15 soal secara individu terlebih dahulu, hasilnya dikoreksi bersama-sama dengan setiap siswa mengorek si pekerjaan siswa lain dan dianalisa secara cepat dengan mengetahui perolehan jumlah siswa yang mendapat nilai 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10, kemudian dilanjutkan pembahasan bersama. Dalam pembahasan dibuka forum tanya jawab dan diskusi serta penegasan dan penyimpulan dan dalam pembahasan memrlukan 20 menit. Dilanjutkan tes dengan soal dan nomor yang sama dengan tes pada awal bimbingan. Kemudian dilanjutkan dengan analisa hasil masing masing siswa dengan memberikan pengelompokan pada siswa berdasarkan jawaban benar atau nilai yang mereka dapatkan. Skala pengelompokan mulai dari nilainol sampai nilai 10. Hal ini dilakukan agar masing-masing siswa mengetahui nilai awal dan perolehan nilai setelah mendapatkan bimbingan. Semakin sering hatinya diingatkan bahwa kalau hal ini terjadi pada Ujian Nasional yang sesungguhnya mungkin sudah dapat diprediksi apa yang akan terjadi. Disamping itu pembimbing sambil menjelaskan hasil untuk tujuan memotivasi semangat siswasekaligus mensosialisasikan norma kelulusam tahun pelajaran 2008/2009 kepada siswa secara terus menerus. Dengan seringnya hatinya diingatkan besar harapan bahwa hati masing-masing siswa dapat tergugah dan meningkatkan untuk dapat optimal dalam menghadapi Ujian Nasional yang sesungguhnya.

Sosialisasi program, informasi, dan bimbingan teknik pembimbingan disampaikan dalam rapat sosialisasi program penyelenggaraan kegiatan song song Unas tahun pelajaran 2008/2009 siswa SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen. Hal ini dilakukan oleh Bambang Purnomo, S.Pd selaku Kepala SMP Negeri 4 Gombong, sekaligus sebagai peneliti dalam kegiatan penelitian tindakan berbasis sekolah. Berikut foto dokumrntasi sosialisasi program pada awal peneliti bertugas di SMP Negeri 4 Gombong pada akhir bulan Pebruari 2009 yang sebelumnya sebagai Kepala SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen.
Gambar 3: Foto dokumentasi Kepala SMP Negeri 4 Gombong (Bambang Purnomo) sebagai penelitididampingi oleh Bapak Iskak Aminudin (Wakasek SMP N 4 Gombong) dan Bapak Jaka Waluya ( Urusan Pengajaran I SMP n 4 Gombong) sedang mensosialisasikan program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)
Berikut peneliti berikan deskripsi pelaksanaan bimbingan song song ujian nasional tahun pelajaran 2008/2009 melalui deskripsi gambar.

Gambar 4: Foto dokumentasi Bambang Purnomo, S.Pd sebagai subyek penelitian dalam hal ini berperan sebagai guru mapel bahasa Inggris. Siswa sedang menuliskan identitas diri nama, kelas, nomor, kelompok, hari dan tanggal bimbingan.
Demikian deskripsi tindakannya, pada hari Kamis 12 Maret 2009 pada jam pertama bimbingan songsong Unas tepatnya pukul 13.00-14.00 peneliti melakukan tindakan sebagai subyek penelitian dalam penyelenggaraan program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model). Pada saat itu peneliti membimbing kelompok 3 pada siklus I dengan soal TUC paket A yang disusun oleh MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Kebumen. Soal yang dibahas adalah soal nomor 11 sampai dengan soal nomor 25 yaitu sebanyak 15 soal. Pada sesi pertama kurang lebih 15 menit siswa ditugasi mengerjakan soal sebanyak 15 nomor secara mandiri, setelah 15 menit berlangsung waktu mengerjakan habis semua siswa berhenti mengerjakan soal, terus dilanjutkan dengan mengoreksi secara cepat dengan cara teman sebelah sebagai korektor dan langsung dianalisa secara cepat dengan mendata berapa jumlah benar dari jawaban yang diperoleh ternyata ada 1 siswa benar 4, ada 3 siswa benar 5, ada 3 siswa benar 6, ada 4 siswa benar 7 dan ada 5 siswa benar 8. Setelah itu dilanjutkan pembahasan soal yang baru dikerjakan bersama-sama, dalam hal ini membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit. Pembahasan soal sudah dilaksanakan, tahap berikutnya adalah mengerjakan soal yang sama setelah dilakukan pembahasan dengan waktu kurang lebih 15 menit. Dan selanjutnya juga dilakukan analisa cepat dengan mendata berapa banyak perolehan yang dicapai siswa pada kelompok 3 setelah dilakukan pembahasan bersama. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut: Siswa yang mendapat nilai benar 14 sebanyak 7 siswa dan yang mendapat nilai benar 15 sebanyak 9 siswa. Selanjutnya waktu tersissa untuk memberikan motivasi ternyata kalau para siswa lebih berkonsentrasi dalam pembelajarannya ternyata bisa untuk mengerjakan soal-soal yang sebelumnya belum bisa, dengan kata lain yang sebelumnya mengerjakan banyak yang salah setelah pembahasan dan perhatian dan konsentrasi pembelajaran dalan berlangsung dengan lebih baik ternyata siswa-siswa bisa meningkatkan jumlah benar dari soal yang diberikan. Bahkan mungkin selama ini ada siswa yang belum pernah mendapat nilai diatas 6 atau 7 mereka dapat membuktikan ternyata mereka bisa. Dengan modal motivasi itulah siswa diharapkan dapat memotivasi diri secara terus menerus dan berkelanjutan.
Disamping deskripsi diatas peneliti berikan pula dokumentasi guru-guru SMP Negeri 4 Gombong dalam mendukung program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 5: Foto dokumentasi Ibu B. Budi Banowati, S.Pd. guru mata pelajaran IPA sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 6: Foto dokumentasi Ibu Dra. Sri Karniasih guru mata pelajaran IPA sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 7: Foto dokumentasi Bapak M Arief Ismail, S.Pd.Fis. guru mata pelajaran IPA sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 8: Foto dokumentasi Ibu Barkah Widiyati, S.Pd. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 9: Foto dokumentasi Ibu Dra. Tri Erna Wahyuningsih guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 10: Foto dokumentasi Bapak Solikhin guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 11: Foto dokumentasi Ibu Ch. Niken Sumekar , S.Pd. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 12 Foto dokumentasi Ibu Mutmainah guru mata pelajaran Bahasa Inggris sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 13: Foto dokumentasi Ibu Dra. Siti Rosiana guru mata pelajaran Bahasa Inggris sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 14: Foto dokumentasi Ibu Pujiyanti, S.S. guru mata pelajaran Bahasa Inggris sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 15: Foto dokumentasi Bapak Jaka Waluya, S.Pd. guru mata pelajaran Matematika sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)

Gambar 16: Foto dokumentasi Bapak Drs. Slamet Riyanto guru mata pelajaran Matematika sedang melakukan tindakan dalam program model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model)
b. Setelah pembimbingan berlansung kurang lebih 3/4 minggu maka pada akhir siklus I diadakan Latihan Ujian Nasioanal (LUN) atau dapat disebut juga Tes Uji Coba (TUC) pada akhir Maret 2009. Soal-soal yang digunakan untuk Tes Uji Coba menggunakan soal-soal yang setara dengan soal-soal yang digunakan untuk Ujian nasional. Kegiatan Tes Uji Coba dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil dari suatu tindakanitu diperoleh. Setelah selesai dilakukan Tes Uji Coba hasilnya merupakan hasil tindakan yang selama siklus I dilakukan. Kegiatan tindakan yang dilakukan relaitif sama untuk semua kelompok kecil yang ada. Yaitu kelompok kecil yang terdiri dari enam belas kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari lima belas sampai dengan 20 siswa.
3. Hasil Pengamatan (Observing)
Hasil Tes Uji Coba (TUC) pada akhir siklus I selanjutnya dianalisa yang hasilnya adalah sebagaiberikut dalam tabel 2 dan gambar 2pada bab 4 di bawah ini:
Tabel 2: Rekapitulasi Nilai Rerata Hasil Tindakan pada Siklus I
REKAPITULASI NILAI RATA-RATA HASIL TINDAKAN SIKLUS I
NO
MAPEL
NO
S I
S.2
RT2
S1-N0
S2-NO
RT2
1
IND
6,14
8,05
8,05
1,91
1,91
2
ING
4,29
5,84
5,84
1,55
1,55
3
MAT
3,79
5,80
5,80
2,01
2,01
4
IPA
5,5
6,65
6,65
1,15
1,15
RT2
4,93
6,585
6,585
1,655
1,655
Dari tabel 2 bab IV diatas dapat dilaporkan bahwa nilai sebelum tindakan dilakukan (N0) dari hasil analisa Tes Uji Coba pada akhir Siklus Ikelas 9 SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen, nilairata-rata mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 8,05, mata pelajaran bahas Inggris sebesar5,84, mata pelajaran Matematika sebesar 5,80 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebesar 6,65 dengan rerata keempat mata pelajaran yang diujinasionalkan sebesar 6,585
4. Refleksi (Reflecting)
Gambar 17: Grafik Komparasi Perolehan Siklus I
Dari hasil observasi dan anlisa yang dilakukan padagambar 17 bab IV diatasmaka dapat direfleksikan bahwa ada peningkatan nilai rerata pada keempat mata pelajaran yang diujinasionalkan. Mata pelajaran bahasa Indonesia meningkat dari 6,14 menjadi 8,05, mata pelajaran bahasa Inggris meningkat dari 4,29 menjadi 5,84, mata pelajaran Matematika meningkat dari 3,79 menjadi 5,80 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam meningkat dari 5,50 menjadi 6,65 Dan dapat juga diketahui besarnya peningkatan untuk mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 1,91, mata pelajaran bahasa Inggris sebesar 1,55, mata pelajaran Matematika sebesar 2,01 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebesar 1,15. Meskipun sudah meningkat dari kondisi sebelum tindakan dilakukan tetapi bimbingan ini masih tetap dilanjutkan karena waktu emas siswa masih kurang lebih tinggal 1 bulan sampai dengan hari H pelaksanaan Ujian Nasional.Untuk itu penelitian tindakan dilanjutkan pada siklus II. Dengan tujuan untuk mengoptimalkan hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009 baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
C. Deskripsi Siklus II
1. Perencanaan Tindakan (Planning)
Perencanaan pada siklus II yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut:
a.Mensosialisasikan hasil kegiatan pembimbingan model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model). pada siklus I dan mengevaluasi dan memperbaiki hal-hal yang kurang efektif juga termasuk bagaimana cara dan teknik bimbingan agar dapat lebih menyenangkan seperti dapat dilihat pada gambar 18 pada bab IV di bawah ini

Gambar 18: Foto dokumentasi Kepala SMP N 4 Gombong, Bambang Purnomo, S.Pd. sedang mengadakan sosialisasi dan evaluasi.
b.Membagi kelompok dari 7 kelas mejadi 16 kelompok belajar yang masing-masing kelompok terdiri kurang lebih 15 sampai dengan 20 siswa. Penentuan kelompok berdasarkan peringkat hasil Tes Uji Coba sampai dengan bulan Maret 2009. Pelaksanaan bimbingan setelahjam pelajaran pagi. Setiap hari masing-masing kelompok mendapat bimbingan dua mata pelajaran masing-masing selama 60 memit. Dalam satu minngu bimbingan dilaksanakan selama empat hari sehingga memerlukan guru pembimbing minimal sebanyak 16 guru yang terdiri dari guru bahasa Indonesia sebanyak 4 orang, guru bahasa Inggris sebanyak 4 orang, guru Matematika sebanyak 4 orang dan guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 4 orang. Seperti terlihat pada gambar 19 bab IV di bawah ini.

Gambar 19: Foto dokumentasi kelompok belajar yang hanya terdiri dari 15 sampai dengan 20 siswa.
c.Menyiapkan materi bimbingan dan pembahasanya untuk siklus II.
d.Menyiapkan blangko-blangko penilaian.
e.Menyiapkan perangkat lain yang mendukung demi lancarnya pelaksanaan bimbingan pada siklus II..
2. Pelaksanaan Tindakan (Acting)
a.Pembimbingan siklus II pada dasarnya masih sama dengan siklus I hanya saja dengan hasil refleksi pada siklkus I tindakan sudah mengalami evaluasi, perbaikan dan peningkatan kualitasnya. Tindakan tersebut yaitu pembahasan soal-soal dari Tes Uji Coba dengan soal yang disusun dari soal-soal prediksi Ujian Nasional2008/2009. Pemberian bimbingan masih relatif sama, dengan cara sebagai berikut: kurang lebih 15-20 menit siswa mengerjakan 10-15 soal secara individu terlebih dahulu, hasilnya dikoreksi bersama-sama dengan setiap siswa mengorek si pekerjaan siswa lain dan dianalisa secara cepat dengan mengetahui perolehan jumlah siswa yang mendapat nilai 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10, kemudian dilanjutkan pembahasan bersama. Dalam pembahasan dibuka forum tanya jawab dan diskusi serta penegasan dan penyimpulan dan dalam pembahasan memerlukan 20 menit. Dilanjutkan tes dengan soal dan nomor yang sama dengan tes pada awal bimbingan. Kemudian dilanjutkan dengan analisa hasil masing masing siswa dengan memberikan pengelompokan pada siswa berdasarkan jawaban benar atau nilai yang mereka dapatkan.
Skala pengelompokan mulai dari nilainol sampai nilai 10. Hal ini dilakukan agar masing-masing siswa mengetahui nilai awal dan perolehan nilai setelah mendapatkan bimbingan. Semakin sering hatinya diingatkan bahwa kalau hal ini terjadi pada Ujian Nasional yang sesungguhnya mungkin sudah dapat diprediksi apa yang akan terjadi. Disamping itu pembimbing sambil menjelaskan hasil untuk tujuan memotivasi semangat siswasekaligus mensosialisasikan norma kelulusam tahun pelajaran 2008/2009 kepada siswa secara terus menerus. Dengan seringnya hatinya diingatkan besar harapan bahwa hati masing-masing siswa dapat tergugah dan meningkatkan untuk dapat optimal dalam menghadapi Ujian Nasional yang sesungguhnya.
b. Pembimbingan hanya berlansung kurang lebih 3 minggu karena minggu ke empat bulan April 2009 waktu ujian nasional utama sudah tiba maka pada siklus IIdata analisa diperoleh dari hasil nilai Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009.
3. Hasil Pengamatan (Observing)
Hasil Tes Uji Coba (TUC) pada akhir siklus II selanjutnya dianalisa yang hasilnya adalah sebagaiberikut dalam tabel 3 pada bab IV di bawah ini:
Tabel 3: Rekapitulasi Nilai Rerata Hasil Tindakan pada Siklus II
NO
MAPEL
NO
S I
S.2
RT2
S1-N0
S2-NO
RT2
1
IND
6.14
8.05
7.07
7.56
1.91
0.93
1.42
2
ING
4.29
5.84
4.92
5.38
1.55
0.63
1.09
3
MAT
3.79
5.80
5.09
5.45
2.01
1.30
1.66
4
IPA
5.50
6.65
5.81
6.23
1.15
0.31
0.73
RATA2
4.930
6.585
5.723
6.154
1.655
0.793
1.224
Dari tabel 3 bab IV diatas dapat dilaporkan bahwa nilai sebelum tindakan dilakukan (N0) dari hasil analisa Tes Uji Coba pada akhir Siklus IIkelas 9 SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen, nilairata-rata mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 7,07, mata pelajaran bahasa Inggris sebesar4,92, mata pelajaran Matematika sebesar 5,09 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebesar 5,81 dengan rerata keempat mata pelajaran yang diujinasionalkan sebesar 5,723
4. Refleksi (Reflecting)
Gambar 20: Grafik Komparasi Perolehan Siklus I dan Siklus II
Dari hasil observasi dan anlisa yang dilakukan padagambar 20 bab IV diatasmaka dapat direfleksikan bahwa ada peningkatan nilai rerata pada keempat mata pelajaran yang diujinasionalkan dibandingken dengan nilai awal (N0) sebelum tindakan dilaksanakan, walaupun jika dibandingkan hasil dari siklus I nilai reratanya menurun untuk kempat mata pelajaran hal ini disebabkan pada siklus II menggunakan data hasil ujian nasional dengan soal dari pusat yaitu soal ujian nasional tahun pelajaran 2008/2009. Adapun hasil peningkatan nilai rerata pada siklu II dibandingkan N0 sebagai berikut: Mata pelajaran bahasa Indonesia meningkat dari 6,14 menjadi 7,07, mata pelajaran bahasa Inggris meningkat dari 4,29 menjadi 4,92, mata pelajaran Matematika meningkat dari 3,79 menjadi 5,09 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam meningkat dari 5,50 menjadi 5,81 Dan dapat juga diketahui besarnya peningkatan untuk mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 0,93, mata pelajaran bahasa Inggris sebesar 0,63, mata pelajaran Matematika sebesar 1,30 dan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebesar 0,31. Meskipun meningkatnya dari N0 namun peningkatan tersebut sudah berhasil meningkatkan hasil ujian nasional kelasi 4 Gombong9 SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen tahun peljaran 2008/2009 dan karena keterbatasan waktu yang tersedia maka peneliti akhiri penelitian tindakan ini pada siklus II. Dan selanjutnya hasilnya dikomparasikan antara N0 dengan Hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen.
Disamping refleksi dalam bentuk kuantitaif, peneliti sajikan beberapa komentar deskripsi komentar refleksi para guru pembimbing, siswa-siswa yang tidak lulus dan siswa-siswa yang lulus. Adapun refleksi-refleksi adalah sebagai berikut:
a.Refleksi Bapak Jaka Waluya
Siswa merasalebih senang, tampak antusias, lebih efektif dan fokus.
Siswa tampak lebih serius selama mengerjakan soal dan suasana lebih akrab, komunikasi timbal balik dapat terbangun.
b.Refleksi Bapak Iskak Aminudin
Ada perbedaan hasil antara kelas biasa dengan small group, small group lebih baik.
Motivasi siswa lebih tinggi
c.Refleksi Ibu Siti Rosiana
Bimbingan belajar anak dengan model the small group intensive guidancing sangat disukai oleh sebagian besar siswa kelas SMP Negeri 4 Gombong tahun pelajaran 2008/2009. Hal ini dikarenakan mereka betul-betul bisa merasakan dampak positifnya, antara lain mereka betul-betul bisa tahu bagaimana menganalisa soal dan mencari jawaban pertanyaan dengan benar. Mereka juga ada yang berkomentar mengapa cara belajar demikian tidak dilaksanakan sejak awal.
d.Refleksi siswa-siswa peserta the small group intensive guidancing model
1)Komentar dari Afan Dwi Parda kelas 9C menyatakan bahwa the small group intensive guidancing model memberi dampak positive antara lain sebagai berikut:
a)Siswa menjadi lebih tahu dan cermat dalam pelajaran yang ada dalam UNAS.
Siswa menjadi tahu tentang bentuk-bentuksoal UNAS.
c)Siswa Menjadi lebih terbantu untuk melaksanakan les disekolah dan tidak perlu les diluar sekolah.
d)Siswa menjadi terpacu dalam belajar agar mau lulus dan mendapat nilai yang baik.
e)Siswa mengetahui kisi-kisi soal UNAS.
2)Komentar dari Riska Nurmalasari kelas 9F menyatakan bahwa, setelah menjalani adanya the small group intensive guidancing model dia berkata:” setelah saya menjalani the small group intensive guidancing model , saya merasa terbimbing dan leluasa, bisa merasa dekat dengan guru-guru yang mengajarnya begitu juga dengan teman-teman yang sedikit bisa membantu mengkonsentrasikan pembelajaran, tidak seperti hari-hari biasa yang dalam satu kelas terdapat banyak siswa (40 siswa/kelas). Jadi kesimpulan saya dengan the small group intensive guidancing model saya merasa nyaman, terfokus dalam pelajaran, bisa tertib dan menghadapi pelajaran yang akan diujikan.
3)Komentar dari Eni Kusmawati kelas 9ยช memberikan komemntar pada pelaksanaan program the small group intensive guidancing modelsebagai berikut:” Nilai saya menjadi lebih baik, saya jadi tidak mudah putus asa dengan nilai saya yang kurang baik, jadi tambah teman lagi dan jadi lebih mudah menerima pelajaran.
E. Pembahasan
1. Pembahasan Siklus I
Pembahasan pada siklus I berdasarkan data-data hasil nilai awal (N0), nilai Siklus I. Berikut peneliti mempertumjukkanhasil rekapitulasi hasil tindakan pada siklus I pada tabel 4 bab IV di bawah ini.
Tabel 4
REKAPITULASI NILAI RATA-RATA HASIL TINDAKAN SIKLUS I
NO
MAPEL
NO
S I
S.2
RT2
S1-N0
S2-NO
RT2
1
IND
6.14
8.05
8.05
1.91
1.91
2
ING
4.29
5.84
5.84
1.55
1.55
3
MAT
3.79
5.80
5.80
2.01
2.01
4
IPA
5.5
6.65
6.65
1.15
1.15
RT2
4.93
6.585
6.585
1.655
1.655
Pada tabel 4 bab IV hasil rekapitulasi nilai awal (N0)rata-rata nilai mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 6,14, rata-rata nilai mata pelajaran bahasa Inngris sebesar 4,29, rata-rata nilai mata pelajaran Matematika sebesar 3,79 danrata-rata nilai mata pelajaran IPA sebesar 5,50 Sedangkan hasil rekapitulasi nilai Siklus I (S1)rata-rata nilai mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 8,05, rata-rata nilai mata pelajaran bahasa Inngris sebesar 5,84, rata-rata nilai mata pelajaran Matematika sebesar 5,80 danrata-rata nilai mata pelajaran IPA sebesar 6,65Jika dikomparasikan antara nilai rata-rata N0 dengan rata-rata S1 maka kegiatan pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan. Adapun peningkatannya sebesar 1,655 seperti dapat dilihat pada gambar 21 bab IV di bawah ini.
Gambar 21: Grafik Komparasi N0 dan N1
Tabel 5
REKAPITULASI NILAI RATA-RATA HASIL TINDAKAN SIKLUS I
NO
MAPEL
S1-N0
S2-NO
RT2
1
IND
1.91
1.91
2
ING
1.55
1.55
3
MAT
2.01
2.01
4
IPA
1.15
1.15
RT2
1.655
1.655
Pada tabel 5 bab IV hasil rekapitulasi nilai awal (N0)rata-rata perolehan selama siklus I pada mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 1,91, mata pelajaran bahasa Inggris 1,55, mata pelajaran Matematika sebesar 2,01 dan mata pelajran IPA sebesar 1,15 sehingga rata-rata perolehan selama siklus I sebesar 1,655.
Gambar 22: Grafik Rekapitulasi perolehan selama tindakan siklus I
Pada gambar 22 bab IV diatas mempertunjukkan bahwa kegiatan siklus I jika dilihat dari hasil perolehan nilai rata-rata selama siklus I untuk keempat mata pelajaran menunjukkan adanya peningkatan, sehingga tindakan pada siklus I dapat dikatakan berhasil karena tindakan yang dilakukan telah menghasilkan selisih positifuntuk ke empat mapel.
2. Pembahasan Siklus II
Pembahasan pada siklus II berdasarkan data-data hasil rekapitulasi nilai rata-ratahasil tindakan selama siklus II. Berikut peneliti pertumjukkanhasil rekapitulasi hasil tindakan pada siklus II pada tabel 6 bab IV di bawah ini.
Tabel6
REKAPITULASI NILAI RATA-RATA HASIL TINDAKAN SIKLUS II
NO
MAPEL
NO
S I
S.2
RT2
S1-N0
S2-NO
RT2
1
IND
6.14
8.05
7.07
7.56
1.91
0.93
1.42
2
ING
4.29
5.84
4.92
5.38
1.55
0.63
1.09
3
MAT
3.79
5.80
5.09
5.45
2.01
1.30
1.66
4
IPA
5.50
6.65
5.81
6.23
1.15
0.31
0.73
RATA2
4.930
6.585
5.723
6.154
1.655
0.793
1.224
Pada tabel 6 bab IV hasil rekapitulasi nilai(N0)rata-rata empat pelajaran sebesar 4,930, rekapitulasi nilairata-rata empat pelajaran pada siklus I sebesar 6,585, dan rekapitulasi nilai rata-rata empat pelajaran pada siklus II sebesar 5,723. Sehingga kalu dirata-rata siklus I dan siklus II sebesar 6,154. Jadi perolehan hasil bimbingan sebes Nilai post-test activity (N1) )rata-rata kelas 9a sebesar 4,81 r ma dengan 1,224. Rata-rata perolehan tersebutdidapat dari siklus I sebesar 1,655 ditambah 0,793 dibagi 2.
Gambar 23: Grafik Komparasi Perolehan Siklus I dibandingkan dengan N0
Pada gambar 23 bab IV diatas mempertunjukkan bahwa kegiatan siklus I jika dilihat dari hasil nilai rata-rata masing-masing mata pelajaran menunjukkan keempat mata pelajaran mengalami peningkatan. Mata pelajaran bahasa Indonesia dari 6,14 menjadi 8,05, Mata pelajaran bahasa Inggris dari 4,29 menjadi 5,84, Mata pelajaran Matematika dari 3,79 menjadi 5,80 dan mata pelajaran IPA dari 5,50 menjadi 6,65.
Gambar 24: Grafik Komparasi siklus II dibandingkan dengan N0
Pada gambar 24 bab IV diatas mempertunjukkan bahwa kegiatan siklus II jika dilihat dari hasil nilai rata-rata masing-masing mata pelajaran menunjukkan keempat mata pelajaran mengalami peningkatan. Mata pelajaran bahasa Indonesia dari 6,14 menjadi 7,07, Mata pelajaran bahasa Inggris dari 4,29 menjadi 4,92, Mata pelajaran Matematika dari 3,79 menjadi 5,09 dan mata pelajaran IPA dari 5,50 menjadi 5,81.
Gambar 25: Grafik Komparasi siklus I dibandingkan dengan Siklus II
Pada gambar 25 bab IV diatas mempertunjukkan bahwa kegiatan siklus I dan siklus II jika dilihat dari hasil nilai rata-rata masing-masing mata pelajaran menunjukkan keempat mata pelajaran mengalami penurunan. Mata pelajaran bahasa Indonesia dari 8,05 menjadi 7,07, Mata pelajaran bahasa Inggris dari 5,84 menjadi 4,92, Mata pelajaran Matematika dari 5,80 menjadi 5,09 dan mata pelajaran IPA dari 6,65 menjadi 5,81. Dari grafik diatas terlihat adanya penurunan tetapi sebagai catatan bahwa hasil yang diperoleh adalah hasil Ujian Nasional karena nilai tersebut hasil dari nilai Ujian Nasional 2008/2009.
F. Hasil Penelitian
Berdasarkan laporan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV ini dengan informasi kondisi awal sebelum tindakan dilakukan, deskripsi tindakan tiap siklus dan pembahasan antar siklus bahwa penelitian tindakan dengan model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) menunjukkan adanya peningkatan pencapaian nilai rata-rata ke empat mata pelajaran baik hasil perolehan pada siklus I maupun siklus II jika dibandingkan dengan keadaan sebelum model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) dilaksanakan (N0). Sehingga menurut indikator keberhasilan penelitian tindakan secara kuantitatif maupun secara kualitatif tindakan ini dikatakan berhasil. Walaupun tingkat keberhasilannya masihperlu ditingkatkan. Disamping indikator diatas keberhasilan dapat dilihat dari hasil perolehan nilai Ujian Nasional pusat seperti rekapitulasi dalam tabel 7 pada bab IV di bawah ini:
Tabel 7: Rekapitulasi Keberhasilan Tindakan yang Dilakukan
NO
MAPEL
2007/2008
2008/2009
PENINGKATAN
1
IND
7.03
7.07
0.04
2
ING
4.89
4.92
0.03
3
MAT
4.92
5.09
0.17
4
IPA
5.43
5.81
0.38
5
JML RT2
22.27
22.89
0.62
6
% LULUS
73.64
78.08
4.44
Gambar 26: Grafik Rekapitulasi Hasil Ujian Nasional 2007/2008 dan 2008/2009
Berdasarkangambar 26 bab IV menunjukkan bahwaperolehan hasil rata-rata ujian nasionalSMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2007/2008 mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 7,03, mata pelajaran bahasa Inggris sebesar 4,89, mata pelajaran Matematika sebesar 4,92 dan mata pelajaran. IPA sebesar 5,43. Sedangkan perolehan hasil rata-rata ujian nasionalSMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2008/2009 mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 7,07, mata pelajaran bahasa Inggris sebesar 4,92, mata dengan pelajaran Matematika sebesar 5,09 dan mata pelajaran. IPA sebesar 5,81. Sehingga setelah dilaksanakan model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) menunjukkan adanya peningkatan hasil rata-rata ujian nasional dari tahun pelajaran 2007/2008 jika dibandingkan tahun pelajran 2008/2009, untuk rata-rata mata pelajaran bahasa Indonesia meningkat sebesar 0,04, mata pelajaran bahasa Inggris meningkatsebesar o,o3, mata pelajaran Matematika meningkat sebesar 0,17 dan mata pelajaran. IPA sebesar 0,38.
.
Gambar 27: Grafik Komparasi Hasil Rata-Rata dan Peningkatannya
Dari gambar 27 bab IV di atas menujukkan bahwa adanya peningkatan hasil ujian nasional pada tahun pelajaran 2008/2009 secara kualitas dibandingkan hasil ujian nasional tahun pelajaran 2007/2008. Hasil jumlah rata-rata ujian nasional empat mata pelajaran tahun 2008/2009 sebesar 22,89, sedangkan tahun pelajaran 2007/2008 sebesar 22,27. Jadi telah terjadi peningkatan hasil ujian nasional secara kualitatif sebesar 0,62.
Gambar 28: Grafik Komparasi Hasil Rata-Rata dan Peningkatannya
Dari gambar 28 bab IV di atas menujukkan bahwa adanya peningkatan hasil ujian nasional pada tahun pelajaran 2008/2009 secara kuantitas dibandingkan hasil ujian nasional tahun pelajaran 2007/2008. Jumlah kelulusan hasil ujian nasional SMP Negeri 4 Gombongtahun pelajaran 2008/2009 sebesar 78,08% sedangkan tahun pelajaran 2007/2008 sebesar 73,64%. Jadi telah terjadi peningkatan hasil ujian nasional secara kuantitassebesar 4,44%.
Dengan kata lain bahwa model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) telah meningkatkan hasil ujian nasional SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2008/2009 baikkualitas maupunkuantitas
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dari pengalaman secara empiris dan hasil anlisisnya pada bab IV laporan hasil penelitian tindakan ini dan didukung secara teoritis yang dikemukakan pada bab IV laporan penelitian tindakan berbasis sekolah (Schoolbased Action Research) ini maka disimpulkan bahwa model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) dapat meningkatkan hasil Ujian Nasional siswa kelas 9 SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2008/2009.baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.
B. Implikasi
Kelompok yang lebih kecil akan dapat lebih mengoptimalkan proses bimbingan dalam pembelajaran dan model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) merupakan salah satu model bimbingan yang dapat digunakan sebagai upaya peningkatan proses pembelajaran dan hasil pembelajaran baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
C. Saran
Jika situasi dan kondisi sekolah memungkinkan model bimbingan kelompok kecil intensif (the small group intensive guidancing model) dapat digunakan sebagai alternatif model bimbingan untuk para siswa agar proses bimbingan bervariatifoleh para guru yang kreatif, bagi kepala sekolah maupun dinas terkait untuk penyusunan program peningkatan mutu
DAFTAR PUSTAKA
Ary Ginanjar Agustian, 2005. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual (ESQ). Jakarta: Penerbit Arga.
Bambang Purnomo,.2008. Upaya Meningkatkan Hasil Ujian Nasional melalui Half-Parted Guidancing. Penelitian Tindakan Kelas. Perpustakaan Perintis SMP Negeri 2 Rowokele : Kebumen
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1999. Kurikulum 1994 dan Suplemennya. Jakarta : Depdikbud.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP dan MTs. Jakarta : Puskur Balitbang Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pendekatan Kontekstual. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.
DePorter,Bobbi,&Hernacki,Mike. 2005. Quantum Learning. Bandung: Mizan
Djawanto PS,S.E. 2000. Pokok-pokok Metode Riset dan Bimbingan Teknis Penulisan Skripsi. Yogyakata : Liberty Yogyakarta.
Mulyadi. 2006. Karya Tulis Ilmiah. LPMP Jateng: Paparan Workshop KTI.
Muryono. 2006. Alur Praktis Ajuan KTI. LPMP Jateng: Paparan Workshop KTI.
Peraturan Menteri Pedidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Priyono, Andreas, Drs. , Dipl,Art,M.Sc.Ed. dan Drs. H. Djunaedi. 2001. Petunjuk Praktis Classroom Based Action Reseach. Semarang : Proyek Perluasan dan Peningkatan Mutu SLTP Jateng.
Suharsimi Arikunto, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Soekemi, 1999. Kedudukan Evaluasi Dalam Pengajaran Bahasa Inggris dan Sifat-Sifat tes yang digunakan, Jakarta:Universitas Terbuka,
SMP Negeri 4 Gombong, 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dokumen SMP Negeri 4 Gombong Kabupaten Kebumen.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dikmenum, Depdikbud.
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomnor 025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor: 0443/P/1993 Nomor: 25 Tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
TENTANG PENELITI
Bambang Purnomo dilahirkan di Kebumen, Jawa Tengah pada tanggal 25 April 1965. Saat ini peneliti diberi tugas tambahan sebagai Kepala SMP Negeri 4 Gombong berdasarkan Surat Keputusan Bupati nomor 821.2/02/KEP/2009 tamggal 19 Pebruari 2009 yang sebelumnya sebagai Kepala SMP Negeri 2 Rowokele Kabupaten Kebumen berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kebumen nomor: 821.2/06/2006 tertanggal 25 Agustus 2006 yang sebelumnya bekerja sebagai guru SMP Negeri 2 Gombong sejak 1 Oktober 1999 sampai dengan 15 September 2006. Peneliti pernah bertugas sebagai guru SMP Negeri 3 Suai, Timor Timur selama 10 tahun dari tahun 1989 sampai dengan 1999. Karya tulis berupa makalah yang pernah ditulis antara lain berjudul: Hasil Perolehan Proses Pembelajaran Guru Yang Positif akan Meningkatkan Profesionalisme tahun 2003; ‘Genre’ sebagai Alat Pembelajaran untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan tahun 2004; Genre sebagai Bahan Ajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Budipekerti siswa kelas 7A Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Gombong tahun 2005; Implementasi Kurikulum 2004 dan Contextual Teaching and Learning Approach (CTL) melalui Metode BangMoGI. Karya tulis yang berupa buku/diktat antara lain berjudul: Conjugation of Verbs, Tenses and Genres;Student’s Worhsheet semester 1 dan 2 for The Seventh Year Students tahun 2004; English Book 1 (Curriculum 2004) Genre Based (TIM) tahun 2005; Pengembangan Silabus dan Sistim Penilaian Bahasa Inggris SMP Kelas 7 dan 8 (Kurikulum 2004) tahun 2004 (TIM). Karya tulis yang berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) antara lain berjudul: Optimizing Learning Media to Create The Enjoyble English Learning Processtahun 2005 sebagai Juara I Tingkat Jawa Tengah Lomba simposium guru Bahasa Inggris tahun 2005; Pencapaian Kompetensi melalui Pembelajaran Teks (Genre) tahun 2005; Optimalisasi Reading Comprehension melalui ‘Paper House Independence Translating tahun 2006; Kontekstualisasi Pembelajaran Writing dengan Menggunakan Magic Whist melalui Metode BangMoGI tahun 2006; Optimalisasi Pembelajaran Teks Report dengan Menggunakan Magic Whist melalui Metode BangMoGI tahun 2005,Upaya Penyelesaian Masalah SMP Negeri 2 Rowokele dalam 135 Hari melalui School Based Action Research (SAR) Januari tahun 2007 dan Minimalisasi Disparitas Kondisi Awal terhadap Kondisi Ideal yang Diidamkam melalui Schoolbased Action Research (SAR) Juli tahun 2007.Prestasi yang pernah diraih antara lain : Terpilih sebagai guru berprestasi I tingkat Kabupaten Kebumen tahun 2005;sebagai Juara I simposium Guru Bahasa Inggris SMP kelompok CTL Tingkat Jawa Tengah tahun 2005 sehingga mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional; Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran yang diselenggarakan oleh LPMP tahun 2006: Terpilih sebagai Kepala Sekolah Sekolah Menengah Pertama berprestasi I Kabupaten Kebumen tahun 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar